Mengenal Pendidikan Moral

Mengenal Pendidikan Moral

Mengenal Pendidikan Moral

Pengertian Moral

Pendidikan moral adalah usaha sadar tentang mengajarkan nilai kebaikan meliputi perilaku baik sesuai dengan aturan normatif dan juga tentang sikap dan tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Baik sebagai makhluk individu seperti jujur, dapat dipercaya, adil, bertanggungjawab dan lain-lain.

Tujuan Pendidikan Moral

Jakarta Pendidikan bertujuan tak hanya untuk membentuk manusia yang cerdas otaknya dan terampil dalam melaksanakan tugas, namun diharapkan menghasilkan manusia yang memiliki moral, sehingga menghasilkan negara yang unggul. Maka dari itu, pendidikan tidak semata-mata mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik, tetapi juga mentransfer nilai-nilai moral dan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal.

Dengan transfer moral yang bersifat universal, diharapkan peserta didik dapat menghargai kehidupan orang lain tercermin dalam tingkah laku serta aktualisasi diri sejak dini sehingga saat tumbuh dewasa dapat menjadi warga negara yang baik. Meskipun pendidikan moral bukan hal baru di Indonesia, namun masih sedikit orang yang memahami pengertian dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Anak mampu memahami nilai-nilai budi pekerti di lingkungan keluarga, lokal, nasional, dan internasional melalui adat istiadat, hukum, undang-undang, dan tatanan antar bangsa.
  2. Anak mampu mengembangkan watak atau tabiatnya secara konsisten dalam mengambil keputusan budi pekerti di tengah-tengah rumitnya kehidupan bermasyarakat saat ini.
  3. Anak mampu menghadapi masalah nyata dalam masyarakat secara rasional bagi pengambilan keputusan yang terbaik setelah melakukan pertimbangan sesuai dengan norma budi pekerti.
  4. Anak mampu menggunakan pengalaman budi pekerti yang baik bagi pembentukan kesadaran dan pola perilaku yang berguna dan bertanggung jawab.

Baca Juga Pembentukan karakter anak

Kepentingan dari pendidikan moral tidak lain karena makna esensialnya bagi kehidupan. Ia pada dasarnya adalah pendidikan etika agar peserta didik mampu mengikuti prinsip-prinsip yang baik dalam kehidupan. 

Konten dari pendidikan ini berupa prinsip-prinsip utama yang dibutuhkan untuk mendukung kelanggengan kehidupan, seperti kejujuran, kebenaran, simpati terhadap kebaikan, dan lain sebagainya. 

Peserta didik memerlukan ajaran-ajaran kebaikan itu karena dalam menjalani kehidupan, prinsip-prinsip moralitas menjadi alat untuk menjalani kehidupan ini dengan benar sehingga kita semuanya dapat menjadi warga masyarakat yang berperan aktif dalam mendorong kelangsungan kehidupan itu sendiri.

Pembentukan karakter anak

Pembentukan karakter anak

Pembentukan karakter anak

Pembentukan karakter anak – Pembentukan karakter anak harus dimulai sejak usia dini. Tujuan pembentukan karakter sejak usia dini adalah untuk membentuk kepribadian anak yang baik sehingga kelak ketika sudah dewasa menjadi pribadi yang baik dan berakhlak mulia yang dapat memberikan manfaat kepada sesama manusia dan lingkungannya.

Karakter bisa dibentuk dengan macam macam hal seperti lingkungan, kegiatan sehari hari, keturunan, dan perasaan. Lingkungan memberikan pengaruh kuat bagi individu. Setiap perilaku dan sugesti yang diberikan sedikit banyak akan menjadi contoh dan kemudian ditirukan.

Pendidikan karakter idealnya mulai diberikan pada anak usia nol hingga enam tahun (golden age). Menurut Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kemendikbud Muhammad Nasbi, pada usia tersebut anak-anak masih mudah dibentuk karakternya.

Baca juga Manfaat Kartu Indonesia Pintar

Fungsi dari pendidikan karakter ini yaitu:

Pengembangan, hal ini memberikan dampak pada potensi anak untuk menjadi seseorang yang memiliki perilaku baik. Perbaikan, dimana pendidikan ini akan bertanggung jawab dalam memberikan pengetahuan tentang baik atau buruknya sesuatu.

Faktor-faktor seperti genetika dan lingkungan berkontribusi dalam pembentukan karakter anak. Namun psikolog menemukan fakta menarik terkait perkembangan karakter anak. Anak yang lahir dari keluarga yang sama, serta dibesarkan di lingkungan dan budaya yang sama seringkali mengembangkan kepribadian yang sangat berbeda.

Tujuan Pendidikan Karakter

Pada dasarnya tujuan utama pendidikan karakter adalah untuk membangun bangsa yang tangguh, dimana masyarakatnya berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, dan bergotong-royong.

Faktor Pembentuk Kepribadian

  • Keturunan. Faktor keturunan memberi pengaruh penting dalam membentuk kepribadian seseorang, meskipun tidak menentukan semua kepribadian orang tersebut. 
  • Lingkungan Fisik. 
  • Kebudayaan. 
  • Pengalaman Kelompok. 
  • Pengalaman Unik.

Cara Membentuk Karakter Anak Usia Dini

  1. Bersikap Konsisten. Anak cenderung melihat apa yang anda lakukan.
  2. Pendidikan Keagamaan.
  3. Pembiasaan dari Kecil. 
  4. Anak adalah Peniru yang Baik. 
  5. Tidak Memanjakan. 
  6. Lakukan Hal Kecil. 
  7. Berbagi itu Penting. 
  8. Nyatakan Salah Jika Memang Salah.
15 Daftar SMA Terbaik Di Jakarta Timur

15 Daftar SMA Terbaik Di Jakarta Timur

15 Daftar SMA Terbaik Di Jakarta Timur

Jakarta – Memasuki tahap pra pendaftaran, peserta PPDB DKI 2022 jenjang SMA yang berencana sekolah di Jakarta Timur bisa mengecek kembali SMA terbaik di Jakarta Timur sebagai referensi memilih sekolah tujuan. Untuk yang akan memasuki jenjang SMA pasti akan kebingungan untuk memilih melanjutkan pendidikan dimana yang terbaik, maka dari itu saya telah merangkum sekolah terbaik dari data kemendikbud agar kalian tidak kebingungan memilih sekolah dimana.

15 SMA terbaik di Jakarta Timur 

  1. SMAN 81 Jakarta Nilai total rerata UTBK: 624,037 
  1. SMAN 21 Jakarta Nilai total rerata UTBK: 616,405 
  1. SMAN 61 Jakarta Nilai total rerata UTBK: 615,000
  1. SMAN 48 Jakarta Nilai total rerata UTBK: 611,964 
  1. SMAS Labschool Jakarta Nilai total rerata UTBK: 601,467 
  1. SMAN 71 Jakarta Nilai total rerata UTBK: 598,365
  1. SMAN 12 Jakarta Nilai total rerata UTBK: 597,100 
  1. SMAN 39 Jakarta Nilai total rerata UTBK: 592,409
  1. SMAN 99 Jakarta Nilai total rerata UTBK: 588,156 
  1. SMAN 14 Jakarta Nilai total rerata UTBK: 585,691 
  1. SMAN 103 Jakarta Nilai total rerata UTBK: 580,890 
  1. SMAN 58 Jakarta Nilai total rerata UTBK: 579,023 
  1. SMAN 91 Jakarta Nilai total rerata UTBK: 577,969 
  1. SMAN 54 Jakarta Nilai total rerata UTBK: 573,342 
  1. SMAN 62 Jakarta Nilai total rerata UTBK: 570,157

Baca Juga Perkembangan Pendidikan di Indonesia

Manfaat Kartu Indonesia Pintar

Manfaat Kartu Indonesia Pintar

Manfaat Kartu Indonesia Pintar

Manfaat Kartu Indonesia Pintar – Kartu Indonesia Pintar (KIP) merupakan salah satu program pemerintah yang diterapkan dalam bidang pendidikan. Program ini dibuat untuk meningkatkan akses bagi anak usia 6 hingga 21 tahun untuk mendapatkan layanan pendidikan hingga menyelesaikan satuan pendidikan menengah.

Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah termasuk ke dalam program Merdeka Belajar yang berupa beasiswa. KIP Kuliah ini diberikan pemerintah kepada lulusan SMA, SMK, atau sederajat. bantuan ini diperuntukkan kepada pelajar yang kurang mampu secara ekonomi agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Sebelum mengetahui cara mendapatkan Kartu Indonesia Pintar, perlu dipahami terlebih dahulu prioritas penerima dan manfaat Program Indonesia Pintar yang bisa didapatkan. Seperti disebutkan sebelumnya, tidak semua peserta didik berhak mendapatkan Kartu Indonesia Pintar. Dalam hal ini, pemerintah memiliki kriteria yang menjadi prioritas untuk calon penerima PIP.

Baca juga Pendidikan Anak Tunarungu

Berikut beberapa kriteria prioritas penerima PIP yang perlu diketahui:

  • Peserta didik dari keluarga pemegang KIS/KKS/KPS.
  • Peserta didik dari keluarga Program Keluarga Harapan (PKH).
  • Peserta didik yang berstatus yatim piatu/yatim/piatu, dari sekolah/panti asuhan/panti sosial.
  • Peserta didik yang terkena dampak bencana alam.
  • Peserta didik yang pernah putus sekolah (drop out)
  • Peserta didik dari keluarga miskin/rentan miskin yang terancam putus sekolah, atau peserta didik dengan pertimbangan khusus lainnya seperti kelainan fisik, korban musibah, dari orang tua PHK, di daerah konflik dari keluarga terpidana, berada di LAPAS, memiliki lebih dari 3 saudara kandung yang tinggal serumah, serta dari SMK yang menempuh studi keahlian kelompok bidang seperti pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan, dan pelayaran atau kemaritiman,
  • Peserta pada lembaga khusus atau satuan pendidikan nonformal lainnya.

Peserta didik yang memenuhi kriteria tersebut, berhak mendapatkan Kartu Indonesia Pintar untuk bisa menerima manfaatnya. Dalam hal ini, masing-masing jenjang peserta didik menerima manfaat PIP dengan nominal yang berbeda. Berikut rinciannya:

  • SD/MI/Paket A : Rp 225.000,-/semester (Rp 450.000,-/tahun)
  • SMP/MTs/Paket B: Rp375.000,-/semester (Rp750.000,-/tahun)
  • SMA/MA/Paket C/Kursus dan Pelatihan: Rp 500.000,-/semester (Rp 1.000.000,-/tahun)

Cara untuk mendapatkan kartu Indonesia Pintar

Siswa dapat mendaftar dengan membawa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) orang tuanya ke lembaga pendidikan terdekat. Jika tidak memiliki KKS, orang tua dapat meminta Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari RT/RW dan Kelurahan/Desa terlebih dahulu agar dapat melengkapi syarat pendaftaran.

Setelah mengetahui kriteria prioritas penerima PIP dan besaran manfaat, berikutnya akan dijelaskan mengenai cara mendapatkan Kartu Indonesia Pintar dan alurnya. Bagi pelajar di sekolah formal, dapat segera mendaftarkan KIP melalui pihak sekolah agar bisa menerima manfaatnya.

Berikut cara mendapatkan Kartu Indonesia Pintar dan alur pendaftarannya, perlu Anda ketahui:

  • Membawa KIP ke sekolah/Sanggar Kegiatan Belajar (SKB)/ Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)/ tempat kursus dan pelatihan serta Balai Latihan Kerja (BLK). Jika tidak memiliki KIP bisa menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) orang tua untuk mendaftar di sekolah atau satuan pendidikan lainnya.
  • Pihak sekolah akan memasukkan data penerima KIP ke dalam Dapodik.
  • Lembaga pendidikan formal maupun nonformal akan menyeleksi dan mengusulkan calon penerima manfaat KIP di Dapodik. Kriteria yang diperhitungkan adalah anak dari keluarga peserta PKH, anak dari keluarga penerima KKS yang tidak menerima KIP, anak yatim piatu dari Panti Asuhan/Panti Sosial, anak berusia 6-21 tahun yang tidak bersekolah, anak dari keluarga yang tidak mampu dan rentan putus sekolah.
  • Khusus untuk lembaga SKB/PKBM/BLK bisa segera mengusulkan penerima KIP atau usulan nama penerima manfaat PIP secara langsung ke Dinas Pendidikan.