Hari: 18 September 2022

Manfaat Dan Tantangan Pendidikan Digital

Manfaat Dan Tantangan Pendidikan Digital

Secara umum, transformasi digital dalam pendidikan bermakna mendigitalkan proses dan produk layanan pendidikan untuk meningkatkan pengalaman pembelajaran bagi semua pihak yang terlibat.

Menurut gadunslot88 (2022), transformasi digital dalam dunia pendidikan sekarang ini berfokus pada tiga hal.

Pertama, aksesibilitas. Teknologi digital memungkinkan siswa didik mengakses sumber belajar lebih mudah dan lebih murah. Sekarang ini, orang-orang di seluruh pelosok dunia, dari segala usia, dengan status sosial ekonomi yang berbeda memiliki akses ke kelas belajar dan sumber daya pembelajaran melalui internet. Di saat yang sama, teknologi seperti text-to-speech telah menghilangkan hambatan bagi siswa penyandang cacat, yang selama ini menghadapi hambatan dalam mengikuti proses kegiatan pembelajaran.

Kedua, pembelajaran interaktif. Berkat teknologi dan ketersediaan berbagai macam aplikasi, format pembelajaran menjadi lebih interaktif. Contohnya, pembelajaran bahasa yang dilakukan secara interaktif melalui berbagai platform aplikasi dan mampu menjangkau lebih banyak peserta.

Ketiga, pembelajaran adaptif. Teknologi komputer dan artifial inteligence (AI) memungkinkan metode pendidikan diselaraskan dengan keinginan para peserta didik.

Manfaat Dan Tantangan Pendidikan Digital

Manfaat Serta Tantangan Pendidikan Digital Di Tahun 2022

Salah satu dampak transformasi digital pada sektor pendidikan adalah memberikan cara yang lebih realistik untuk memantau keberhasilan siswa lewat teknologi digital. Para guru dan orang tua dapat terbantu dalam pemantauan perkembangan anak. Misalnya, dengan mendokumentasikan secara digital tulisan tangan atau karya kreatif siswa, perbandingan dapat dibuat secara berkala yang mengarah pada pemahaman yang lebih baik tentang siswa mana yang berkembang dan siswa mana yang membutuhkan lebih banyak perhatian dan bimbingan.

Dengan menganalisis data yang dikumpulkan melalui penggunaan teknologi oleh siswa di kelas, guru dapat pula memiliki pemahaman yang lebih baik terkait apa yang dibutuhkan setiap siswa di ruang kelas. Semakin akurat guru memahami bagaimana seorang siswa salah memahami suatu konsep yang diajarkan, semakin cepat guru dapat membantu mereka mengoreksi atau mengarahkan mereka. Lewat teknologi analisis data, guru dapat mendiagnosis kekurangan para siswa lebih cepat dan lebih akurat.

Manfaat lain dari transformasi di bidang pendidikan adalah memperkuat kolaborasi dalam proses pembelajaran, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.  Adanya berbagai platform pembelajaran dapat memudahkan para guru membuat dan mengelola kelompok siswa. Keberadaan Google Documents, Twiddla, Edmodo, dan sejenisnya memudahkan kelompok siswa mengerjakan dan menyelesaikan tugas-tugas kelompok serta presentasi kelompok.

Kendati transformasi digital sektor pendidikan digital berikut manfaatnya adalah keniscayaan untuk saat sekarang ini, toh terdapat beberapa tantangan yang dihadapi jagat pendidikan kita. Di antaranya adalah akses internet, pasokan listrik, dan juga sumber daya manusia (SDM).

Harus kita akui akses internet di negara kita belum sepenuhnya merata. Transformasi digital di sektor pendidikan baru dapat berjalan mulus jika akses internet merata menjangkau seluruh pelosok negeri ini.

Berdasarkan data dari Pusdatin Kemendikbud RI, sekarang ini masih ada sekitar 42.159 sekolah yang belum memiliki akses internet. Begitu juga untuk pasokan listrik. Data Dapodik 2020 Kemendikbud RI mencatat ada sebanyak 8.522 sekolah yang belum teraliri listrik. Ini adalah pekerjaan rumah bagi pemerintah kita. Percepatan pembangunan infrastruktur yang terkait dengan akses internet dan listrik, khususnya untuk sekolah, perlu dilakukan dan disegerakan.

Di sisi lain, peningkatan SDM juga mutlak dibutuhkan. Jujur saja, sebagian guru kita masih ada yang (maaf) gaptek. Untuk itu, pelatihan dan kursus-kursus dalam pemanfaatan teknologi digital untuk menunjang proses kegiatan belajar bagi para guru perlu diintensifkan serta berkesinambungan.

Bagaimanapun, guru adalah ujung tombak dunia pendidikan. Mereka berada di garda terdepan dalam sistem penyelenggaraan pendidikan. Ketika infrastruktur telah sepenuhnya mendukung tansformasi digital dalam sektor pendidikan, namun SDM di sektor tersebut masih kedodoran, maka ini pun akan menjadi kendala besar.

Oleh sebab itu, baik infrastruktur maupun SDM harus benar-benar dipersiapkan dan saling menunjang.

Nadiem Ubah Pola Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri

Nadiem Ubah Pola Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri

Gadunslot88 – Mendikbudristek Nadiem Makarim mengubah pola seleksi mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN). Kini ada tiga jalur tanpa tes mata pelajaran seperti sebelumnya.
Tidak ada pula pembedaan jurusan IPA dan IPS dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri.

“Kali ini berbeda. Dalam seleksi ini, tidak ada lagi tes mata pelajaran,” kata Nadiem lewat siaran pers, Rabu (7/9).

Seleksi masuk perguruan tinggi negara terdiri dari jalur prestasi, tes skolastik dan seleksi mandiri oleh kampus masing-masing. Masing-masing jalur memiliki perbedaan.

Seleksi Berdasarkan Prestasi
Di jalur ini, seleksi akan fokus pada pencapaian siswa di seluruh mata pelajaran yang tertuang dalam buku rapor di SMA. Jalur ini menggantikan Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN).

Rapor akan menjadi rujukan utama, sehingga siswa didorong untuk mendapat nilai yang baik di seluruh mata pelajaran serta aspek minat dan bakat.

Pemeringkatan didasari 50 persen rata-rata nilai rapor seluruh mata pelajaran dan 50 persen komponen minat dan bakat.

“Nantinya peserta didik diharapkan agar menyadari bahwa semua mata pelajaran adalah penting dan agar mereka membangun prestasinya sesuai minat dan bakat,” kata Nadiem.

Seleksi juga tidak lagi ada pembedaan jurusan IPA dan IPS. Menurut Nadiem, pemisahan itu bertujuan agar seluruh pelajar memiliki kesempatan yang sama.

“Untuk sukses di masa depan peserta didik perlu memiliki kompetensi yang holistik dan lintas disipliner. Contohnya, seorang pengacara harus punya ilmu dasar tentang hukum, tetapi juga harus memiliki ilmu komunikasi yang jadi pembeda,” ujar Mendikbudristek.

Seleksi Tes Skolastik
Jalur ini berbeda dengan Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) yang selama ini dilakukan.

SBMPTN yang berisi tes berisi banyak materi dari berbagai mata pelajaran tidak akan dipakai lagi.

Dalam seleksi ini, calon mahasiswa perguruan tinggi negeri hanya akan menghadapi tes kognitif, literasi dan penalaran beberapa mata pelajaran saja.

“Kali ini berbeda. Dalam seleksi ini, tidak ada lagi tes mata pelajaran, tetapi hanya tes skolastik yang mengukur empat hal yaitu potensi kognitif, penalaran matematika, literasi dalam bahasa Indonesia, dan literasi dalam bahasa Inggris,” ucap Nadiem.

“Soal pada seleksi ini akan menitikberatkan kemampuan penalaran peserta didik, bukan hafalan,” kata Nadiem.

Seleksi Mandiri PTN
Seleksi mandiri digelar oleh masing-masing perguruan tinggi negeri. Pemerintah mengatur agar seleksi mandiri dilakukan secara lebih transparan.

PTN harus melakukan beberapa hal sebelum dan setelah seleksi mandiri.

Sebelum seleksi mandiri digelar, PTN wajib mengumumkan jumlah calon mahasiswa di tiap fakultas dan program studi.

Kemudian, PTN juga harus mengumumkan metode penilaian yang terdiri dari tes mandiri, tes kerja sama lewat konsorsium perguruan tinggi.

PTN pun harus mengumumkan besaran biaya yang dibebankan bagi calon mahasiswa yang lulus seleksi jalur mandiri.

“Sesudah pelaksanaan seleksi secara mandiri PTN diwajibkan mengumumkan beberapa hal, antara lain jumlah peserta seleksi yang lulus seleksi dan sisa kuota yang belum terisi,” kata Nadiem.

Ada pula masa sanggah usai pengumuman calon mahasiswa yang lolos seleksi sebanyak lima hari.

Peraih IPK Sempurna di Universitas Indonesia

Peraih IPK Sempurna di Universitas Indonesia

Peraih IPK Sempurna di Universitas Indonesia

Prestasi membanggakan diraih oleh Ida Ayu Nyoman Titin Trisnadewi dan I Wayan Gede Krisna Arimjaya. Keduanya yaitu dua dari 23 mahasiswa yang meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, yaitu 4.

Terkait hal yang demikian dikenal dikala pengumuman pada Wisuda Universitas Indonesia 2021/2022 pada 10–11 September 2022, di Kampus UI Depok.

Ida Ayu yaitu mahasiswa jenjang doktor pada Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia.

Sementara I Wayan Gede mahasiswa jenjang magister pada Program Studi Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Keduanya berasal dari Bali. Terkait hal yang demikian menandakan bahwa peluang belajar bisa diperoleh siapa saja, tanpa memandang asal, suku, ras, dan agama.

Dia prestasi hal yang demikian, Ida Ayu mengaku berbangga dan bersuka cita sekali. Tapi mengaku sebelumnya tak pernah berdaya upaya bisa kuliah sampai S3, apalagi di UI.

“Maha, kehendak Dia membukakan jalan yang luar lazim, sehingga saya mendapatkan beasiswa S2–S3 sekaligus di UI, mengatasi studi tepat waktu dengan IPK terbaik,” kata dia dikutip dari situs UI, Selasa 13 September 2022.

Tapi menyandang gelar doktor pada usia 26 tahun.

Baca juga Pendidikan Itu Dinamis

“Terima kasih terhadap keluarga dan semua pihak yang sudah mensupport saya dan terima kasih untuk diri saya sendiri yang sudah kuat berjuang dan bertahan sampai di titik ini,” kata Ida Ayu.

Ida Ayu yaitu penerima beasiswa Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Dikti).

Keberhasilannya mengatasi program doktor dalam waktu singkat bukan hal yang mudah mengingat kesibukan pelajaran dilaksanakan secara daring.

Selama masa pandemi, dia mengaku sempat mengalami kemunduran perkembangan penelitian di lab, karena sebagian bulan kampus ditutup sempurna.

Dia, sebagai mahasiswa teknik dengan riset eksperimen, berprofesi di lab yaitu hal yang sangat penting baginya.

Tapi memanfaatkan semua fasilitas yang diberi UI, seperti jurnal internasional yang bisa diakses secara free, acuan buku yang banyak di perpustakaan, fasilitas uji similaritas jurnal free, aplikasi microsoft student free, dan fasilitas lain untuk mensupport proses perkuliahan dan riset.

“Usulan pemanfaatan fasilitas, komunikasi dengan pembimbing juga yaitu salah satu faktor penentu keberhasilan riset. Kecuali dan arahan dari pembimbing bisa memperkaya dan menajamkan penelitian. Usulan itu, memperbanyak hubungan di luar kampus, seperti dengan institusi riset lain juga bisa menolong seseorang mendapatkan berita dan wawasan sebagai pensupport penelitian,” ujarnya.

Tapi ingin bisa mengoptimalkan hasil penelitian dalam skala yang lebih luas dan bisa dipakai, sehingga bisa memberikan sumbangsih wawasan untuk masalah tenaga yang ada, terpenting di Indonesia.

Disertasinya fokus pada manajemen tenaga terpenting di bidang bangunan. Tapi mengaplikasikan Phase Change Material sebagai material penyimpan panas, panas yang diterima bangunan diharapkan bisa berkurang. Riset ini diharapkan mengasilkan material yang pantas dengan keadaan Indonesia

Sedikit berbeda dari Ida Ayu, I Wayan merasa bahwa kuliah daring yang dijalaninya justru memudahkannya selama mencapai pengajaran di UI.

Kuliah online, kata dia, justru mempermudah. “Melewati resource seluruhnya online, tugas lapangan malah dilaksanakan sendiri di daerah masing-masing sehingga semua proses lebih simpel. Ada waktu mobilisasi yang dipangkas sehingga bisa dimanfaatkan untuk menjalankan kesibukan yang lebih produktif,” ujar I Wayan.

Dia tesisnya yang berjudul “Pemodelan Spasial Berbasis Skenario Interval Kalibrasi, Studi Kasus: Perubahan Tutupan Lahan di Provinsi Kalimantan Timur 2016-2036” dia meneliti masalah deforestasi di Kalimantan Timur yang perlu dipegang via pemodelan perubahan tutupan lahan.

Saya menelaah klasifikasi dan validasi peta penutup lahan multitemporal, menelaah investigasi teladan optimal, dan mensintesis prediksi tutupan lahan tahun 2036 serta analisa pola spasial perubahan tutupan lahan 2016–2036.

Dari penelitian hal yang demikian, dia menemukan adanya penurunan luas tutupan hutan dari tahun 2016 sampai 2021 dengan laju deforestasi 651 km2/tahun.

Diprediksi luas tutupan hutan tahun 2036 tersisa 69.203 km2. Topografi yaitu variabel yang paling berpengaruh mensupport perubahan tutupan lahan di Kalimantan Timur.

Laju deforestasi tak bersifat linear sepanjang waktu prediksi. Diduga faktor topografi menjadi variabel pensupport utama perubahan tutupan lahan sekaligus sebagai variabel penghambat.

Oleh karena itu, I Wayan ingin penelitiannya bisa dilanjutkan untuk memandang hubungan perubahan tutupan lahan dengan faktor topografi, dihubungkan dengan pengaplikasian variabel yang bersifat statis dan dinamis.

“Jikalau ingin penelitian ini bisa memberi kontribusi bagi pemerintah, terpenting pada proses pembangunan ibu kota baru Indonesia di Kalimantan. Selama proses studi dan riset ini, pada prinsipnya, ada satu poin yang selalu saya pegang, yaitu upayakan untuk selalu memberi poin tambah pada pihak berhubungan,” ujarnya.

I Wayan mengatakan, dikala seseorang diberi tugas apapun, berikanlah lebih dari yang sanggup dilaksanakan. Jikalau diminta satu, kita kasih dua.

“Jikalau ada tugas yang dikumpulkan esok hari, upayakan hari ini sudah selesai. Itu akan memberi poin lebih pada setiap proses dan usaha yang kita lakukan,” kata I Wayan.(UI)