Pendidikan Digital Di India

Pendidikan Digital Di India

Pendidikan Digital di India adalah jalan di muka untuk belajar dan mendapatkan pengetahuan melalui sarana teknologi dan perangkat digital.

Pandemi COVID-19 sempat mengganggu proses pendidikan sekolah di India. Sejak penguncian pertama pada Maret 2020, semua negara segi telah menanggapi kondisi COVID-19 dengan kecepatan dan peningkatan. Sumber daya digital yang ada dipakai untuk menjaga kebersinambungan dalam edukasi siswa.

berikut merupakan artikel tentang bagaimana perkembangan pendidikan digital di India yang sudah diulas oleh gadunslot88:

Pendidikan Digital Di India

Apa itu Edukasi Digital di India?

Edukasi Digital adalah satu teknik atau mekanisme penilaian yang mengikutkan teknologi dan perangkat digital. Ini adalah bidang teknis baru dan luas yang akan membantu setiap siswa mendapatkan pengetahuan dan mendapat informasi dari sudut mana saja di semua negeri. Dipercayai bila Edukasi Digital di India adalah masa depan edukasi dan penilaian.

Bermacam saluran telah ditetapkan oleh Pemerintah India untuk menyebarkan sumber dan sarana untuk memberikan pendidikan digital ke bermacam penjuru negara. Dibahas seterusnya dalam artikel ini adalah saluran dan gagasan yang diambil oleh Pemerintah untuk Pendidikan Digital di India.

Beberapa calon bisa kenali keuntungan, arah, dan halangan dari kampanye Digital India yang dikeluarkan oleh Pemerintah India di artikel tertaut.

Swayam Prabha – Saluran TV

Modus edukasi ini untuk sebagian orang yang tidak memiliki akses ke edukasi.
Program edukasi berkualitas tinggi disiarkan.
Ada keseluruhnya 32 saluran untuk penuhi persyaratan.
Saluran lainnya digunakan untuk edukasi tinggi dan edukasi sekolah.
Departemen Edukasi dan Literatur Sekolah kerja bersama dengan operator DTH swasta seperti Tata Sky dan Airtel untuk siarkan konten video edukasi untuk tambahkan perolehan saluran ini.
Jumlah saluran TV untuk edukasi sekolah bertambah dari 5 jadi 12 untuk berpindah jadi ‘satu kelas, satu aliran’, yaitu masing-masing satu saluran untuk semua kelas dari 1 jadi 12 saluran.
Untuk yakinkan penggunaan asinkron kapan saja, dimana saja, dan oleh siapa, konten yang sama akan diatur berdasarkan bab dan topik di DIKSHA.

Buku teks elektronik

Program mobile e-Pathshala (Android, iOS, Windows), dan situs portal dapat digunakan untuk tersambung buku teks elektronik.
Dapat dicapai oleh siswa, guru, dan orang-tua.
Ada 3.500 buah konten audio dan video NCERT.
Ini ada pada bermacam bahasa – Inggris, Sansekerta, Urdu, Hindi.
Untuk penyandang disabilitas
Untuk siswa tunarungu, satu saluran DTH ada dengan bahasa code.
Materi penilaian telah dikembangkan dalam Digitally Accessible Information Mekanisme (DAISY), untuk tuna rungu dan tunanetra.

Siaran radio

Siaran radio fokus pada penilaian berbasiskankan aktivitas.
Untuk konten siaran yang terkait dengan National Institute of Open Learning – NIOS (kelas 9 sampai 12), 289 stasiun radio komunitas telah digunakan.
Modus edukasi ini betul-betul berguna untuk siswa yang tinggal di daerah terkucil, terutamanya untuk kelas 5 sampai 1.
Shiksha Vani adalah Podcast Dewan Pusat untuk Edukasi Menengah (CBSE)
Shiksha Vani digunakan oleh siswa kelas 12 sampai 9.
Ada lebih dari 430 konten audio untuk semua mata pelajaran dari kelas 12 sampai 1, di Shiksha Vani.
Edukasi Digital di India – Jalan ke Depan
Tingkatkan konten elektronik berkualitas dalam bahasa lokal, untuk tangani keanekaragaman bahasa India.
Tambahan training kenaikan keterampilan, laboratorium virtual, pelatihan kejuruan virtual.
Penataan Dasar Edukasi Online/Digital menyikapi tertimpangan digital.
Tingkatkan ruang kelas digital dengan memadankan proses dan teknologi edukasi.

Halangan dengan Edukasi Digital di India

Banyak rekonsilasi berbasiskankan teknologi yang penting dijumpai oleh Pemerintah untuk yakinkan bila edukasi digital dapat capai siswa di semua negeri. Dikasih berikut adalah beberapa halangan khusus dengan Edukasi Digital di India:

Terdapatnya koneksi internet untuk semua ialah persyaratan terbesar untuk edukasi digital. Ini harus dicapai oleh Pemerintah untuk kemudahan akses informasi
Penyediaan perangkat dan teknologi ke masyarakat dari barisan ekonomi lemah agar tidak terpinggirkan pendidikannya
Pelatihan guru adalah halangan lain. Hanya saat guru secara teknis sehat, mereka dapat kerjakan kelas digital
Membuat digital hemat biaya harus menjadi skema khusus Pemerintah
Untuk yakinkan bila sekolah dan perguruan tinggi Pemerintah dipersiapkan dengan fasilitas yang cocok untuk ruang kelas digital
Dengan bermacam gagasan yang diambil pada tahun 2020 untuk improvisasi dan aksesibilitas Edukasi Digital di India, Pemerintah memiliki arah untuk akui penilaian online atau e-learning untuk siswa secara luas.

4 Kasus Korupsi Terbesar di Dunia

4 Kasus Korupsi Terbesar di Dunia

Gadunslot88 – KORUPSI adalah suatu tindakan melawan hukum dengan tujuan memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi yang berakibat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Hal itu tertuang dalam Undang Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001.

Korupsi bukanlah hal yang asing. Kejahatan ini terjadi di banyak negara dan menjadi masalah yang harus diatasi dengan segera karena menimbulkan kerugian bagi banyak pihak. Berikut beberapa kasus korupsi paling besar yang pernah ada di dunia yang dihimpun Litbang MPI.

1. Kasus Suap Siemens

Terjadi korupsi paling besar di Jerman yang melibatkan Siemens Aktiengesellschaft (Siemens AG), sebuah perusahaan multinasional yang berkiblat di bidang konstruksi, komunikasi, transportasi, serta peralatan medis. Bahkan kasus tersebut dianggap sebagai kasus paling hina di dunia. Reputasi Siemens sebelumnya dipandang sangat baik, sampai pada 15 November 2006, polisi menggebrek kantor pusat mereka di Munich atas tuduhan penyuapan.

Siemens diketahui menghabiskan uang sekitar USD1,36 miliar yang dimulai dari tahun 2001 hingga 2007 untuk menyogok pemerintah dan pegawai perusahaannya yang berada di berbagai negara dengan dalih sebagai pajak perusahaan. Hal tersebut dinamakan sebagai “nützliche aufwendungen” atau “pengeluaran yang bermanfaat”.

Akibatnya, negara tempat perusahaannya mengalami kerugian, sementara Siemens menjadi semakin “kaya”. Perusahaan Siemens pun mendapatkan sanksi sebesar USD1,6 miliar.

Baca juga : Soal Kasus Korupsi Sudrajad Dimyati, KPK dan Komisi Yudisial Saling Bertukar Data

2. Korupsi Sani Abacha

Sani Abacha adalah Presiden Nigeria periode 1993 – 1998. Ia wafat pada 8 Juni 1998. Di masa jabatannya, Abacha dianggap sebagai diktator lantaran pemerintahannya yang kejam. Ia bahkan tak segan membunuh siapa saja yang berani menentangnya. Setelah kematiannya, diketahui Sani Abacha melakukan korupsi sebesar USD3 miliar sampai USD5 miliar atau sekitar Rp43 triliun sampai Rp72 triliun.

Pada tahun 2014, Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengungkapkan bahwa lebih dari USD458 juta telah dibekukan oleh Abacha bersama para komplotannya di seluruh dunia. Akibat dari perbuatannya tersebut, Nigeria harus terseok-seok membayar “warisan” yang ditinggalkan Sani Abacha.

3. Kasus Korupsi dan Pelanggaran HAM Alberto Fujimuro

Selama masa jabatannya, mantan Presiden Peru Alberto Fujimuro berhasil “menipu” media dan masyarakatnya dengan menampakkan citra bersih. Padahal sebenarnya, pemimpin Peru ini melakukan penggelapan dana publik sebesar USD600 juta atau sebesar Rp8,7 triliun.
Tidak hanya itu, Alberto juga melakukan pelanggaran HAM. Alberto memerintahkan pembunuhan terhadap 10 petani di Pativilca pada tahun 1992. Selain itu ia juga terseret dalam kasus penculikan wartawan oposisi Peru Gustavo Gorriti dan pengusaha Samuel Dryer. Pria keturunan Jepang ini pun dijatuhi hukuman 25 tahun penjara oleh pengadilan.

4. Korupsi Pavlo Lazarenko

Pavlo Lazarenko adalah mantan Perdana Menteri Ukraina pada 1996 hingga 1997. Pavlo dipidana penjara pada tahun 2006 atas tuduhan pencucian uang, pemerasan, dan penipuan. Uang sebesar Rp3 triliun berhasil dikantongi oleh Lazarenko semasa jabatannya.

Uang tersebut kemudian dimasukkan ke dalam rekeningnya di berbagai negara, seperti Polandia, Swiss, dan Antigua. Lalu ia melakukan pencucian uang melalui perusahaan kulit di Amerika Serikat untuk kemudian digunakan guna membeli properti.