Mantan Ibu Negara Malaysia Dijatuhi Hukuman 10 Tahun Penjara dan Denda 3 Triliun Rupiah

Mantan Ibu Negara Malaysia Dijatuhi Hukuman 10 Tahun Penjara dan Denda 3 Triliun Rupiah

Gadunslot88 – Pil pahit tidak hanya dirasakan oleh Najib Razak mantan Perdana Menteri Malaysia, akan tetapi kini juga dirasakan oleh Istrinya, Rosmah Mansor. Keduanya saat ini harus mendekam di penjara karena kasus korupsi terbesar di negara itu.

Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur pada Kamis (1/9) menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara dan denda sebesar 970 juta ringgit atau sekitar Rp3 triliun kepada Rosmah, ia dinyatakan bersalah atas tiga tuduhan korupsi. Dilansir dari Nikkei Asia, denda tersebut dikabarkan merupakan hukuman tertinggi yang pernah dijatuhkan oleh pengadilan Malaysia.

Mantan ibu negara itu diduga meminta imbalan sebesar 187,5 juta ringgit atau setara Rp 623 miliar sebagai balasan karena telah membantu Saidi Abang Samsudi, mantan direktur Jepak Holdings dalam memenangkan kontrak dengan pemerintah senilai 1,25 miliar ringgit (Rp4,1 triliun) untuk memasok energi ke 369 sekolah umum. Ia juga menerima suap sebesar 6,5 juta ringgit, keduanya didapatkan karena kapasitasnya sebagai istri perdana menteri.

Baca juga : Eks Bendahara Damkar Depok Didakwa Kasus Korupsi Rp 1,2 M

Hakim Mohamed Zaini Mazlan mengatakan penuntutan berhasil dilakukan tanpa adanya keraguan dalam membuktikan tiga dakwaan terhadap Rosmah Mansor sehubungan dengan meminta dan menerima suap dari proyek pembangkit listrik tenaga surya ke sekolah-sekolah umum. Namun pengadilan memberikan izin penundaan eksekusi, sambil menunggu banding.

Sementara itu sebelum hukuman dikeluarkan, Rosmah mulai menangis sambil berlinang air mata. Ia membantah tuduhan tersebut dengan dalih bahwa jika dia ingin meminta uang, dia bisa melakukannya sambil mengepalai berbagai proyek sosial lainnya sebagai istri perdana menteri. Lebih lanjut dia mengungkapkan telah dijebak atas kejahatan itu.

“Tidak ada yang melihat saya mengambil uang, tidak ada yang melihat saya menghitung uang. Tapi kalau itu kesimpulannya, saya serahkan kepada Allah kebenaran akan keluar,” ujarnya sambil meminta keringanan hukum.

Siswa SMK Ciptakan Kacamata Sensor, Bisa Tolong Tunanetra

Siswa SMK Ciptakan Kacamata Sensor, Bisa Tolong Tunanetra

Siswa SMK Ciptakan Kacamata Sensor, Bisa Tolong Tunanetra

Siswa SMK Ciptakan Kacamata Sensor, Bisa Tolong Tunanetra – Regu dari SMK Al Huda, Kota Kediri, Jawa Timur sukses menciptkan terobosan baru. Dalam arena “Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 3 – 2021/2022” tim menjadikan kacamata untuk menolong penyandang tunanetra.

Menurut salah seorang siswa, Daffa Eka Sujianto, produk hal yang demikian merupakan hasil dari materi boothcamp. Materi seperti mengerjakan sensor dengan program python, mengirim data sensor ke data IoT (Dunia of Things) menunjang Daffa dan tim untuk menjadikan kacamata sensor ini.

“Kami berbahagia dapat lolos hingga ke stage ini karena belum pernah diajar materi-materi seperti itu,” kata Daffa pada laman Direktorat Jenderal Vokasi Kemendikbud, Jumat (30/9/2022).

Inovasi yang sudah menempuh tahap 3 ini sudah meloloskan sebanyak 100 siswa dari stage 2 yang terbagi dalam 25 tim. Regu hal yang demikian terdiri atas 6 madrasah aliyah negeri (MAN) sebanyak 8 tim dan 10 SMK sebanyak 17 tim yang berasal dari beragam sekolah di Indonesia.

Baca juga: Deretan Jurusan Kuliah Yang Gampang Cari Kerja Dan Cerah Masa Depannya

Pada stage ketiga, para siswa disupport untuk menjadi IoT developer. Kecuali itu, para siswa diajar sebagian materi, seperti Foundation & Hardware (IoT), Networking & Communication Basics (Raspberry Pi), dan Software & Platform (MongoDB, PyMongo, UBIDOTS).

Via materi yang diperoleh, tim SMK Al Huda menjadikan kacamata yang dilengkapi dengan sensor ultrasonik, GPS, kamera, dan speaker. Nantinya, speaker akan memberikan perintah berbelok terhadap tunanetra berdasarkan data dari sensor. Oleh karena itu, kacamata hal yang demikian dijadikan untuk menolong tunanetra beraktivitas.

Tantangan Merakit Kacamata Sensor
Tantangan yang dihadapi para siswa SMK Al Huda ini tidak sedikit. Kerap kali, mereka tidak sukses menemukan perangkat keras yang menunjang.

Kecuali itu, sebagian sensor juga tidak dapat menangkap sinyal sehingga seharusnya membeli perangkat baru. Dari situasi sulit yang dihadapi, Daffa malahan berkeinginan, kesibukan hal yang demikian dapat menambahkan waktu untuk mentoring guna menuntaskan situasi sulit yang terjadi saat hendak menjadikan inspirasi.

SMK Al Huda di Kota Kediri ini memiliki 6 program keahlian, merupakan Teknik Instalasi Daya Listrik, Teknik Komputer dan Jaringan, Teknik Bisnis Sepeda Motor, Teknik Kendaraan Ringan, Komputer Multimedia, serta Teknik Pemesinan yang sudah terakreditasi “A” oleh BAN S/M.

SMK ini juga tercatat sudah menjalin kerja sama dengan sebagian perusahaan untuk mendirikan kelas industri, di antaranya Axioo Class Program, DNA Evercoss, TSM Honda, dan Samsung Tech Institute.