Mengetahui Sekolah Alam

Mengetahui Sekolah Alam

Mengetahui Sekolah Alam

Ada sejumlah macam sekolah yang bisa dibuat pertimbangan bagi orang tua yang berharap menyekolahkan buah hati-si kecilnya. Salah satunya sekolah alam.
Sekolah alam di Indonesia sendiri pertama kali didirikan pada 1998. Sekolah ini terletak di Ciganjur, Jakarta Selatan.

Pengertian Sekolah Alam
Menginfokannya buku berjudul Teladan Pendidikan Agama Islam Berbasis Lingkungan karya Dr. Neni, sekolah alam adalah sekolah alternatif yang mengajari peserta ajar untuk langsung berinteraksi dengan lingkungan alam. Jadi peserta ajar tak cuma mendapatkan pelajaran dari dalam kelas, namun juga dari luar kelas.

Belajar terus-menerus di dalam kelas tentunya bisa memunculkan rasa jenuh bagi peserta ajar, akan namun sekolah alam menawarkan cara pelajaran yang berbeda dan lebih asik dari sekolah pada biasanya.

Berdirinya sekolah alam dilatarbelakangi oleh gagasan terkait bagaimana menghasilkan cara pelajaran yang menyenangkan serta kapabel menempa kecerdasan natural peserta ajar sehingga bisa menarik minat untuk terus belajar

Dengan kemauan, sekolah ajar bisa menjadi alternatif yang kapabel menghasilkan suasana belajar yang menyenangkan dan menyadarkan peserta ajar bahwa belajar adalah sebuah keperluan yang menyenangkan.

Sekolah alam bisa menjadi alternatif bagi para orang tua agar buah hati bisa menjadi lebih kreatif dalam berekspresi dan menyuarakan kemauan. Sekolah alam juga memberi nasehat peserta ajar untuk menemukan bakat dan kecakapannya dalam diri.

Sejarah Sekolah Alam
Lendo Novo adalah sosok yang memrakarsai inspirasi dan konsep sekolah alam di Indonesia pada 1998 yang ketika ini bernama Sekolah Alam Indonesia. Ia adalah lulusan Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan meninggal dunia pada Agustus 2021 lalu.

Mengutip situs resminya, awalnya, Sekolah Alam yang didirikan di Jalan Damai, Ciganjur, Jakarta Selatan ini cuma dicontoh oleh 8 orang peserta ajar, 5 orang mengenyam pendidikan di playgroup, dan sisanya di sekolah dasar. Sementara itu, tenaga pendidik ketika itu berjumlah 6 orang, 3 bertugas sebagai guru playgroup, 1 guru sekolah dasar, dan 1 guru Iqra’ atau tahfizh.

Kemudian pada tahun 2001, Sekolah Alam Indonesia berpindah lokasi ke Jalan Anda nomor 7X, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sekolah ini berdiri di atas sebuah lahan sewaan dengan luas 7.200 m². Sekolah Alam Indonesia hal yang demikian cuma diperuntukkan bagi peserta ajar preschool hingga sekolah dasar kelas 4 saja.

Baca juga Dana Pendidikan, Perlu Dipersiapkan Dari Awal

Sekolah Alam Indonesia kembali berkembang di tahun 2004 dengan mengaplikasikan kelas inklusi bagi peserta ajar berkebutuhan khusus yang digabungkan dengan kelas reguler. Tiap kelas memiliki kuota optimal 2 orang dengan dipandu oleh shadow teacher. Sekolah ini mengaplikasikan visi menemani setiap buah hati untuk menjadi “pemimpin” di muka bumi dan memberi “rahmat” bagi sekalian alam.

Sekolah Alam Indonesia mendirikan jenjang pendidikan lanjutan dengan sebutan Sekolah Lanjutan (SL) atau School of Universe pada tahun 2005. Sekolah Lanjutan berimbang dengan Sekolah Menengah Pertama seandainya diperbandingkan d

Ada sejumlah macam sekolah yang bisa dibuat pertimbangan bagi orang tua yang berharap menyekolahkan buah hati-si kecilnya. Salah satunya sekolah alam.
Sekolah alam di Indonesia sendiri pertama kali didirikan pada 1998. Sekolah ini terletak di Ciganjur, Jakarta Selatan.

Pengertian Sekolah Alam
Menginfokannya buku berjudul Teladan Pendidikan Agama Islam Berbasis Lingkungan karya Dr. Neni, sekolah alam adalah sekolah alternatif yang mengajari peserta ajar untuk langsung berinteraksi dengan lingkungan alam. Jadi peserta ajar tak cuma mendapatkan pelajaran dari dalam kelas, namun juga dari luar kelas.

Belajar terus-menerus di dalam kelas tentunya bisa memunculkan rasa jenuh bagi peserta ajar, akan namun sekolah alam menawarkan cara pelajaran yang berbeda dan lebih asik dari sekolah pada biasanya.

Berdirinya sekolah alam dilatarbelakangi oleh gagasan terkait bagaimana menghasilkan cara pelajaran yang menyenangkan serta kapabel menempa kecerdasan natural peserta ajar sehingga bisa menarik minat untuk terus belajar

Dengan kemauan, sekolah ajar bisa menjadi alternatif yang kapabel menghasilkan suasana belajar yang menyenangkan dan menyadarkan peserta ajar bahwa belajar adalah sebuah keperluan yang menyenangkan.

Sekolah alam bisa menjadi alternatif bagi para orang tua agar buah hati bisa menjadi lebih kreatif dalam berekspresi dan menyuarakan kemauan. Sekolah alam juga memberi nasehat peserta ajar untuk menemukan bakat dan kecakapannya dalam diri.

Sejarah Sekolah Alam
Lendo Novo adalah sosok yang memrakarsai inspirasi dan konsep sekolah alam di Indonesia pada 1998 yang ketika ini bernama Sekolah Alam Indonesia. Ia adalah lulusan Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan meninggal dunia pada Agustus 2021 lalu.

Mengutip situs resminya, awalnya, Sekolah Alam yang didirikan di Jalan Damai, Ciganjur, Jakarta Selatan ini cuma dicontoh oleh 8 orang peserta ajar, 5 orang mengenyam pendidikan di playgroup, dan sisanya di sekolah dasar. Sementara itu, tenaga pendidik ketika itu berjumlah 6 orang, 3 bertugas sebagai guru playgroup, 1 guru sekolah dasar, dan 1 guru Iqra’ atau tahfizh.

Kemudian pada tahun 2001, Sekolah Alam Indonesia berpindah lokasi ke Jalan Anda nomor 7X, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sekolah ini berdiri di atas sebuah lahan sewaan dengan luas 7.200 m². Sekolah Alam Indonesia hal yang demikian cuma diperuntukkan bagi peserta ajar preschool hingga sekolah dasar kelas 4 saja.

Sekolah Alam Indonesia kembali berkembang di tahun 2004 dengan mengaplikasikan kelas inklusi bagi peserta ajar berkebutuhan khusus yang digabungkan dengan kelas reguler. Tiap kelas memiliki kuota optimal 2 orang dengan dipandu oleh shadow teacher. Sekolah ini mengaplikasikan visi menemani setiap buah hati untuk menjadi “pemimpin” di muka bumi dan memberi “rahmat” bagi sekalian alam.

Sekolah Alam Indonesia mendirikan jenjang pendidikan lanjutan dengan sebutan Sekolah Lanjutan (SL) atau School of Universe pada tahun 2005. Sekolah Lanjutan berimbang dengan Sekolah Menengah Pertama seandainya diperbandingkan dengan sekolah lazim. Sekolah ini berupaya untuk berinovasi menghasilkan pengusaha muda bertata krama mulia, memiliki logika berpikir yang baik, serta memiliki kesanggupan memimpin yang hebat.

Sekolah Lanjutan terletak di Jalan Rawa Kopi Pangkalan Jati, Limo, Depok. Tempat hal yang demikian cuma diperuntukkan terhadap peserta ajar dari tingkat sekolah dasar kelas 5 hingga kelas 6 dan Sekolah Lanjutan tingkat 7 hingga 9.

Pemisahan kelas besar dan kecil dikerjakan guna mengembangkan program pelajaran peserta ajar kelas besar dalam menyambut masa aqil baligh. Walaupun demikian, manajemen dan konsep pendidikan konsisten mengacu pada Sekolah Alam Indonesia.

Sejak bulan Februari 2010, “School of Leading Generation” menjadi tagline Sekolah Alam Indonesia untuk menandakan bahwa tujuan Sekolah Alam adalah untuk menghasilkan generasi Indonesia yang terbaik, dalam sisi akhlak, kepemimpinan, dan budaya ilmiah.

Di bulan yang sama dengan penetapan tagline Sekolah Alam Indonesia, para orang tua berbondong-bondong mengantri untuk mendapatkan formulir registrasi Sekolah Alam Indonesia. Momen ini bahkan menarik perhatian media massa sehingga dikabarkan di beragam media.

Atas dasar minat masyarakat Indonesia terhadap Sekolah Alam Indonesia, di tahun 2011 dikerjakan perluasan wilayah dan penyebaran cabang ke sebagian daerah, seperti Depok, Bogor, Palembang, dan Bengkulu. Tidak cuma itu, Sekolah Alam Indonesia juga mendirikan SAI BLESS, adalah jenjang yang didirikan menurut pemikiran bahwa pendidikan bukan adalah sebuah penjenjangan, namun sebuah pemecahan situasi sulit bagi kehidupan.

Kemudian pada tahun 2013, tepatnya bulan November, Sekolah Alam Indonesia memindahkan lokasi sentra ke jalan Pembangunan nomor 51, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dan akhirnya Sekolah Alam Indonesia yang menempati lahan sewaan selama 15 tahun memiliki lahan resmi yang telah dibeli dengan kerja sama guru, murid, orang tua, dan masyarakat.

Karakteristik Sekolah Alam
Berikut sebagian karakteristik sekolah alam, sebagaimana diceritakan dalam buku bertajuk Belajar Any Where oleh Ricky Arnold Nggili:

Berada di luar kelas dan memiliki lingkungan alam yang dimanfaatkan untuk belajar
Memberikan kebebasan untuk berkreatifitas terhadap peserta ajar
Belajar dikerjakan sambil bermain sehingga suasana belajar menjadi lebih menyenangkan
Pengajar berperan sebagai fasilitator yang memberikan stimulan untuk pengembangan murid
Pengajar juga berperan sebagai partner yang baik bagi peserta ajar ketika belajar
Metodologi pelajaran diaplikasikan dalam format action learning yang mengarah pada pencapaian logika berpikir dan temuan
Kurikulum cenderung 60 persen praktik dan 40 persen teori
Buku-buku dan perpustakaan diaplikasikan sebagai acuan atau sumber pensupport dalam memfasilitasi action learning
Pengajar dan peserta ajar sama-sama belajar guna menghadirkan temuan baru
Memberikan apresiasi emosional karena alam juga akan memberikan ikatan emosional pada peserta ajar

engan sekolah lazim. Sekolah ini berupaya untuk berinovasi menghasilkan pengusaha muda bertata krama mulia, memiliki logika berpikir yang baik, serta memiliki kesanggupan memimpin yang hebat.

Sekolah Lanjutan terletak di Jalan Rawa Kopi Pangkalan Jati, Limo, Depok. Tempat hal yang demikian cuma diperuntukkan terhadap peserta ajar dari tingkat sekolah dasar kelas 5 hingga kelas 6 dan Sekolah Lanjutan tingkat 7 hingga 9.

Pemisahan kelas besar dan kecil dikerjakan guna mengembangkan program pelajaran peserta ajar kelas besar dalam menyambut masa aqil baligh. Walaupun demikian, manajemen dan konsep pendidikan konsisten mengacu pada Sekolah Alam Indonesia.

Sejak bulan Februari 2010, “School of Leading Generation” menjadi tagline Sekolah Alam Indonesia untuk menandakan bahwa tujuan Sekolah Alam adalah untuk menghasilkan generasi Indonesia yang terbaik, dalam sisi akhlak, kepemimpinan, dan budaya ilmiah.

Di bulan yang sama dengan penetapan tagline Sekolah Alam Indonesia, para orang tua berbondong-bondong mengantri untuk mendapatkan formulir registrasi Sekolah Alam Indonesia. Momen ini bahkan menarik perhatian media massa sehingga dikabarkan di beragam media.

Atas dasar minat masyarakat Indonesia terhadap Sekolah Alam Indonesia, di tahun 2011 dikerjakan perluasan wilayah dan penyebaran cabang ke sebagian daerah, seperti Depok, Bogor, Palembang, dan Bengkulu. Tidak cuma itu, Sekolah Alam Indonesia juga mendirikan SAI BLESS, adalah jenjang yang didirikan menurut pemikiran bahwa pendidikan bukan adalah sebuah penjenjangan, namun sebuah pemecahan situasi sulit bagi kehidupan.

Kemudian pada tahun 2013, tepatnya bulan November, Sekolah Alam Indonesia memindahkan lokasi sentra ke jalan Pembangunan nomor 51, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dan akhirnya Sekolah Alam Indonesia yang menempati lahan sewaan selama 15 tahun memiliki lahan resmi yang telah dibeli dengan kerja sama guru, murid, orang tua, dan masyarakat.

Karakteristik Sekolah Alam
Berikut sebagian karakteristik sekolah alam, sebagaimana diceritakan dalam buku bertajuk Belajar Any Where oleh Ricky Arnold Nggili:

Berada di luar kelas dan memiliki lingkungan alam yang dimanfaatkan untuk belajar
Memberikan kebebasan untuk berkreatifitas terhadap peserta ajar
Belajar dikerjakan sambil bermain sehingga suasana belajar menjadi lebih menyenangkan
Pengajar berperan sebagai fasilitator yang memberikan stimulan untuk pengembangan murid
Pengajar juga berperan sebagai partner yang baik bagi peserta ajar ketika belajar
Metodologi pelajaran diaplikasikan dalam format action learning yang mengarah pada pencapaian logika berpikir dan temuan
Kurikulum cenderung 60 persen praktik dan 40 persen teori
Buku-buku dan perpustakaan diaplikasikan sebagai acuan atau sumber pensupport dalam memfasilitasi action learning
Pengajar dan peserta ajar sama-sama belajar guna menghadirkan temuan baru
Memberikan apresiasi emosional karena alam juga akan memberikan ikatan emosional pada peserta ajar

Siswa SDN Sukaringin 01 Bekasi Belajar di Kelas yang Kondisinya Amat Memprihatinkan

Siswa SDN Sukaringin 01 Bekasi Belajar di Kelas yang Kondisinya Amat Memprihatinkan

Siswa SDN Sukaringin 01 Bekasi Belajar di Kelas yang Kondisinya Amat Memprihatinkan

Beberapa fasilitas pengajaran SDN Sukaringin 01, Kampung Kedung Ringin, Desa Sukaringin, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dalam situasi yang memprihatinkan baik bangunan dan sarana belajar selama bertahun-tahun.

Bagaimana tak, bangunan sekolah hal yang demikian tampaknya belum pernah direnovasi. Ditambah plafon bangunan sekolah yang diterapkan untuk murid-murid kelas 1-6 yang terbuat dari triplek dan kayu telah nampak lapuk sebab dimakan usia.

Tidak cuma itu, dinding dan meja belajar bahkan juga banyak yang rusak dan bolong sehingga membuat para siswa tak nyaman mengikuti kesibukan belajar mengajar.

“Kerusakan plafon dinding dan meja belajar telah berlangsung selama bertahun-tahun. Atap genteng yang bocor dikala hujan membuat si kecil-si kecil yang sedang belajar terkena air hujan,”kata Humaidi Guru Kelas 6, Sabtu (17/9/2022).

Baca juga Peraih IPK Sempurna Di Universitas Indonesia

Hampir semua ruangan kondisinya memprihatinkan. Namun, selama bertahun-tahun pihak Dinas Pengajaran Kabupaten Bekasi cuma dapat memberikan komitmen, tapi hingga tahun ini komitmen hal yang demikian tak kunjung terealisasikan.

“Malah kerusakannya kini kian parah, hampir semua ruangan kelas di sekolah ini mengalami kerusakan. Kondisi ini membuat siswa semestinya terganggu aktifitas belajar mengajarnya kalau musim hujan tiba,” tuturnya.

Sementara itu, pihak guru sekolah mengaku telah melaporkan kejadian hal yang demikian pada Dinas terkait, dan kerap dilakukan rapat musrembang di balai desa sukaringin tapi tak pernah terealisasikan.

“Pihak desa bahkan seolah olah tutup mata dengan situasi bangunan sekolah hal yang demikian dan berharap ada tindak lanjut dan kepedulian dari pemerintah setempat,”imbuhnya.

Namun hingga kini pihak sekolah cuma dijanjikan dan belum ada realisasi. Dalam hal ini Dia sungguh-sungguh berharap ada perhatian dan pembenaran dari Dinas terkait.

“Berkali-kali disurvei, tapi dikala ini kapan berharap direhab belum tahu kejelasannya, telah sebagian kali mengajukan tapi belum ada penanganan,” tutupnya.

Sekolah Berkecerdasan Majemuk

Sekolah Berkecerdasan Majemuk

Sekolah Berkecerdasan Majemuk

Bukan eranya lagi sebuah lembaga pengajaran menganggap siswa bagaikan kertas kosong yang bebas untuk ditulisi apa saja segala gurunya. Atau meminjam istilah Paulo Freire, mengaplikasikan “gaya bank” (banking of education system) yang selama ini menjadi patokan serta referensi dalam pelaksanaan pengajaran nasional.
Bahkan sangat mungkin contoh banking of education system masih saja dipraktikkan oleh sebagian sekolah-sekolah bertaraf unggulan. Secara tidak segera, sekolah unggulan inilah yang akan mencetak manusia-manusia menjadi patut seragam. Meskipun, salah satu ikhtiar untuk meningkatkan kwalitas kwalitas pengajaran adalah dengan meningkatkan kwalitas belajar mendidik bagi tiap-tiap kemampuan siswa yang pelbagai.

Dalam ringkasan UU Sisdiknas Tahun 2003 ditegaskan bahwa pengajaran adalah usaha sadar dan terjadwal untuk mewujudkan suasana belajar dan pelaksanaan pembelajaran agar peserta ajar secara aktif memaksimalkan potensi dirinya untuk memiliki daya spiritual keagamaan, pengaturan diri, kepribadian, kecerdasan, budi pekerti mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Kecil ajar dan pelaksanaan pembelajaran adalah dua dimensi berbeda yang perlu disinkronisasikan secara holistik dan terpadu.

Secara makro, keberhasilan pengajaran Indonesia sangat diatur oleh jutaan lembaga mikro bernama “sekolah”, yang tidak lain adalah “jantung” keberlangsungan untuk kehidupan ke depan. Bagus buruknya individu, keluarga, masyarakat, dan negara diprediksi –salah satunya– adalah hasil dari pelaksanaan belajar (baca: pembelajaran) adalah sekolah. Pendidikan menjadi salah satu modal bagi seseorang agar dapat sukses dan kapabel meraih kesuksesan dalam kehidupannya (Susanto, 2005).

Baca juga Pembentukan Karakter Anak

Kecerdasan

Tiap individu memiliki sistem yang unik untuk menuntaskan permasalahan yang dihadapinya. Kecerdasan bukan hanya dipandang dari poin yang diperoleh seseorang. Kecerdasan adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mengamati suatu permasalahan, lalu menuntaskan permasalahan tersebut atau membikin sesuatu yang dapat berkhasiat bagi orang lain.

Kecerdasan majemuk (multiple intelligences), menurut Gardner (1983) mencakup sembilan kecerdasan. Adalah linguistik, matematis, visual, musikal, kinestetik, interpersonal, intrapersonal, naturalis, dan eksistensial. Teori tersebut didasarkan atas pemikiran bahwa kemampuan intelektual yang dievaluasi via tes IQ sangatlah terbatas, sebab tes IQ hanya menekan pada kemampuan akal (matematika) dan bahasa.

Lewat multiple intelligences, kesibukan mendidik adalah ibarat air yang mengisi ruang-ruang murid. Melainkan saat murid diibaratkan bagaikan botol, maka seorang pendidik dituntut untuk kapabel menyesuaikan seperti botol; dan saat murid ibarat seperti gelas, maka seorang pendidik juga dituntut dapat mencontoh seperti gelas. Adalah, mengedepankan dan menumbuhkembangkan sikap kritis dan kreatif peserta ajar.

Peserta ajar bukan serta-merta dipahami sebagai obyek tersendiri yang patut digarap dan diisi. Peserta ajar patut diterima sebagai subjek yang dilengkapi kemampuan untuk merubah realitas ke arah yang lebih bagus. Dengan demikian, sekolah berwawasan multiple intelligences secara umum dapat diartikan sebagai sekolah yang mengaplikasikan pelaksanaan pembelajaran yang memberi “ruang gerak” bagi tiap-tiap individu siswa untuk memaksimalkan potensi kecerdasannya.

Siswa dituntut agar dapat belajar secara enjoy, tidak merasa terpaksa, dan memiliki motivasi yang tinggi. Pengembangan multiple intelligences siswa adalah kunci utama untuk kesuksesan masa depan siswa. Lewat pelbagai pertimbangan dan mengamati sistem belajar apa yang paling terlihat dari masing-masing individu, maka seorang pendidik/ayah dan ibu diharapkan dapat bertindak secara bijaksana dan bijaksana dalam memilih gaya mendidik yang cocok dengan gaya belajar siswa.

Kreativitas

Pada hakikatnya, pembelajaran sekolah berwawasan multiple intelligences dapat juga dimaknai sebagai mediasi untuk membiarkan buah hati ajar untuk senantiasa kreatif. Tentunya, kreativitas yang dibangun adalah wujud ke-kreatif-an yang dapat menyokong terhadap keberlangsungan pelaksanaan pembelajaran dengan mewujudkan sasaran prestasi akademik yang membanggakan.

Pelaksanaan pembelajaran tidak sekedar permasalahan sistem belajar, tetapi menyangkut sistem terbaik bagi seseorang untuk menerima dan memahami isu. Pada lazimnya orang belajar dengan membaca, tetapi orang-orang tertentu dapat memahami lebih bagus dengan sistem mendengar atau mengamati.

Ada juga yang bersuka ria mengobrol dengan orang lain, tetapi ada yang lebih cepat paham dengan sistem mengamati gambar atau bagan. Dengan sistem seperti itu berarti tidak ada buah hati yang tidak berbakat. Semua pasti punya talenta walaupun masing-masing buah hati dapat berbeda bakatnya. Kecil ajar dikatakan berbakat saat kreatif dan produktif.

Pelaksanaan pengajaran patut memberi daerah terhadap inside-out, pelaksanaan pemberdayaan diri, berdasar paradigma, karakter, dan motif sendiri. Di dalamnya, pembelajaran adalah komunikasi keberadaan manusiawi yang otentik terhadap manusia, untuk dimiliki, dilanjutkan, dan disempurnakan. Hasil dari pembelajaran yang dikehendaki mewujudkan buah hati ajar sebagai penemu, desainer yang kreatif dalam bidang sains, art, dan teknologi menjadi pemimpin yang inovatif, punya jiwa entrepreneur yang kuat, dan menjadi pribadi yang saleh terhadap sesama manusia, alam, dan Maha.

Hakikat dari tujuan sekolah berwawasan multiple intelligences adalah untuk menumbuhkan motivasi belajar buah hati ajar agar berkembang potensinya secara utuh. Lewat sistem pembelajaran pendekatan multiple intelligences ini sekolah dialamatkan agar tidak terjadi kesenjangan kecerdasan pada pribadi buah hati ajar.

Kemandirian

Guru bukan satu-satunya pemegang otoritas pengetahuan di kelas. Kecil ajar dapat diberi kemandirian untuk belajar dengan memanfaatkan pelbagai sumber belajar yang memadai, diberi peneguhan dan motivasi. Jadi, tugas guru adalah mengasah kreativitas buah hati ajar agar multiple intelligences yang mereka miliki dapat tumbuh dan berkembang cocok yang diharapkan.

Idealnya, pengajaran mencakup tiga hal utama adalah fakta, konsep dan poin. Fakta-fakta yang dieksplorasi patut dapat dikonseptualisasi untuk melahirkan poin-poin yang dapat dipakai dalam kehidupan. Meningkatnya tantangan kehidupan di masa depan, menuntut pengembangan teori dan siklus belajar secara berkesinambungan. Pendidikan ini, siklus belajar dapat dikembangkan dalam sebuah sistem pembelajaran menetapkan terbentuknya karakter yang diharapkan pada diri siswa.

Pada dasarnya pengajaran adalah pelaksanaan penyadaran (consientization) dan pembudayaan (culturation) –meminjam terminologi Paulo Freire– yang berjalan terus-menerus demi mewujudkan sebuah peradaban dan tatanan kehidupan kemanusiaan yang lebih adil. Pendidikan akan menjadi diskursus tandingan (counter discourse) terhadap diskursus atau wacana yang menghegemoni dan menindas agar arus perubahan senantiasa terjaga dan terjadi dalam segala aspek kehidupan manusia.

4 Rekomendasi Sekolah Islam Terbaik Di Jakarta 

4 Rekomendasi Sekolah Islam Terbaik Di Jakarta 

4 Rekomendasi Sekolah Islam Terbaik Di Jakarta 

  • Jakarta Islamic School (JIS)

Sekolah swasta yang berlabel internasional ini menerapkan kurikulum nasional yang disempurnakan bersama pelajaran yang diperoleh dari pengalaman belajar mengajar para pendiri JIS di luar negeri oleh pendiri.

Para siswa akan di didik menggunakan kombinasi dari sejumlah metode yang diadaptasi dari Malaysia, Australia dan juga Si0000000ngapura.

Selain itu, para siswa juga akan diperkaya oleh kajian-kajian keislaman, yang mana nilai-nilai keislaman tersebut akan dimasukkan di dalam setiap pembelajarannya.

Biaya masuk SMP sekitar Rp 25.000.000

Jenjang SMA sekitar Rp 26.000.000

  • Alexandria Islamic School 

Sekolah yang terletak di Jl. Pengasinan Raya No 50 Rawa Lumbu, Bekasi Timur ini banyak viral di media sosial karena sekolah ini sangat menarik perhatian dengan fasilitasnya yang seperti hotel bintang 5. Melansir laman resminya di alexandriaschool.sch.id, Jumat (20/5/2022).

Alexandria Islamic School adalah sekolah yang menerapkan konsep pendidikan Boarding dan Fullday School. Dengan konsep ini Alexandria Islamic School memiliki tujuan untuk menciptakan manusia-manusia yang memiliki pengetahuan global dan memiliki pemahaman yang mendalam mengenai iman dan juga taqwa.

Rincian biaya pendidikan untuk jenjang SMA di Alexandria Islamic School yaitu: 

  1. Biaya pendaftaran: Rp500.000 
  2. Biaya Pengembangan: Rp30.000.000 untuk pembiayaan fasilitas sekolah selama 3 tahun 
  3. Uang Buku: Rp1.500.000 (untuk 1 tahun) 
  4. Seragam sekolah: Rp2.000.000 
  5. Biaya ekstra kurikuler: Rp2.500.000 (untuk setiap tahun ajaran)
  6. Biaya utilitas sekolah: Rp6.000.000 
  7. SPP Fullday: Rp2.000.000 
  8. SPP Boarding: Rp4.000.000 
  9. Biaya kelulusan: Rp2.000.000 10. Overseas program: Disesuaikan dengan destinasi

  • Sekolah Islam Al Azhar

Sekolah Islam terbaik yang satu ini berlokasi di Jl. Sisingamangaraja No.2, RT.2/RW.1, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sekolah yang berada di bawah Yayasan Pendidikan Islam Al Azhar ini dapat dikatakan salah satu sekolah yang memiliki banyak sekali jaringan di Indonesia. 

Saat ini YPI Al Azhar menyelenggarakan pendidikan dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi.

  • Kafila International Islamic School Jakarta (KIISJ)

Sekolah yang terletak di Jl. Raya Jakarta-Bogor No.Km. 22, RT.11/RW.1, Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, dirintis sejak tahun 2005 dan menjadi sebuah pesantren modern.

Saat ini, sekolah swasta KIISJ sudah memiliki target tahfidz 4,5 juz (3 tahun) dan untuk target tahfidz boarding school adalah 10 juz untuk 3 tahun pembelajaran. 

Sementara biaya masuk untuk siswa yang memilih sistem boarding sekitar Rp 60.000.000 dan full day Rp 34.000.000

Mengenal Pendidikan Moral

Mengenal Pendidikan Moral

Mengenal Pendidikan Moral

Pengertian Moral

Pendidikan moral adalah usaha sadar tentang mengajarkan nilai kebaikan meliputi perilaku baik sesuai dengan aturan normatif dan juga tentang sikap dan tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Baik sebagai makhluk individu seperti jujur, dapat dipercaya, adil, bertanggungjawab dan lain-lain.

Tujuan Pendidikan Moral

Jakarta Pendidikan bertujuan tak hanya untuk membentuk manusia yang cerdas otaknya dan terampil dalam melaksanakan tugas, namun diharapkan menghasilkan manusia yang memiliki moral, sehingga menghasilkan negara yang unggul. Maka dari itu, pendidikan tidak semata-mata mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik, tetapi juga mentransfer nilai-nilai moral dan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal.

Dengan transfer moral yang bersifat universal, diharapkan peserta didik dapat menghargai kehidupan orang lain tercermin dalam tingkah laku serta aktualisasi diri sejak dini sehingga saat tumbuh dewasa dapat menjadi warga negara yang baik. Meskipun pendidikan moral bukan hal baru di Indonesia, namun masih sedikit orang yang memahami pengertian dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Anak mampu memahami nilai-nilai budi pekerti di lingkungan keluarga, lokal, nasional, dan internasional melalui adat istiadat, hukum, undang-undang, dan tatanan antar bangsa.
  2. Anak mampu mengembangkan watak atau tabiatnya secara konsisten dalam mengambil keputusan budi pekerti di tengah-tengah rumitnya kehidupan bermasyarakat saat ini.
  3. Anak mampu menghadapi masalah nyata dalam masyarakat secara rasional bagi pengambilan keputusan yang terbaik setelah melakukan pertimbangan sesuai dengan norma budi pekerti.
  4. Anak mampu menggunakan pengalaman budi pekerti yang baik bagi pembentukan kesadaran dan pola perilaku yang berguna dan bertanggung jawab.

Baca Juga Pembentukan karakter anak

Kepentingan dari pendidikan moral tidak lain karena makna esensialnya bagi kehidupan. Ia pada dasarnya adalah pendidikan etika agar peserta didik mampu mengikuti prinsip-prinsip yang baik dalam kehidupan. 

Konten dari pendidikan ini berupa prinsip-prinsip utama yang dibutuhkan untuk mendukung kelanggengan kehidupan, seperti kejujuran, kebenaran, simpati terhadap kebaikan, dan lain sebagainya. 

Peserta didik memerlukan ajaran-ajaran kebaikan itu karena dalam menjalani kehidupan, prinsip-prinsip moralitas menjadi alat untuk menjalani kehidupan ini dengan benar sehingga kita semuanya dapat menjadi warga masyarakat yang berperan aktif dalam mendorong kelangsungan kehidupan itu sendiri.

15 Daftar SMA Terbaik Di Jakarta Timur

15 Daftar SMA Terbaik Di Jakarta Timur

15 Daftar SMA Terbaik Di Jakarta Timur

Jakarta – Memasuki tahap pra pendaftaran, peserta PPDB DKI 2022 jenjang SMA yang berencana sekolah di Jakarta Timur bisa mengecek kembali SMA terbaik di Jakarta Timur sebagai referensi memilih sekolah tujuan. Untuk yang akan memasuki jenjang SMA pasti akan kebingungan untuk memilih melanjutkan pendidikan dimana yang terbaik, maka dari itu saya telah merangkum sekolah terbaik dari data kemendikbud agar kalian tidak kebingungan memilih sekolah dimana.

15 SMA terbaik di Jakarta Timur 

  1. SMAN 81 Jakarta Nilai total rerata UTBK: 624,037 
  1. SMAN 21 Jakarta Nilai total rerata UTBK: 616,405 
  1. SMAN 61 Jakarta Nilai total rerata UTBK: 615,000
  1. SMAN 48 Jakarta Nilai total rerata UTBK: 611,964 
  1. SMAS Labschool Jakarta Nilai total rerata UTBK: 601,467 
  1. SMAN 71 Jakarta Nilai total rerata UTBK: 598,365
  1. SMAN 12 Jakarta Nilai total rerata UTBK: 597,100 
  1. SMAN 39 Jakarta Nilai total rerata UTBK: 592,409
  1. SMAN 99 Jakarta Nilai total rerata UTBK: 588,156 
  1. SMAN 14 Jakarta Nilai total rerata UTBK: 585,691 
  1. SMAN 103 Jakarta Nilai total rerata UTBK: 580,890 
  1. SMAN 58 Jakarta Nilai total rerata UTBK: 579,023 
  1. SMAN 91 Jakarta Nilai total rerata UTBK: 577,969 
  1. SMAN 54 Jakarta Nilai total rerata UTBK: 573,342 
  1. SMAN 62 Jakarta Nilai total rerata UTBK: 570,157

Baca Juga Perkembangan Pendidikan di Indonesia