Jurusan PG-PAUD, Cocok untuk Kamu yang Suka Anak-anak

Jurusan PG-PAUD, Cocok untuk Kamu yang Suka Anak-anak – Kamu suka gemes nggak sih liat anak kecil? Apalagi jiwa ingin tahu anak kecil, kadang pertanyaannya ada-ada saja. Hihi. Nah, kalau kamu termasuk orang yang suka dengan anak-anak, ada lho, jurusan yang cocok buat kamu. Yup, jurusan PG-PAUD alias, Pendidikan Guru-Pendidikan Anak Usia Dini.

Mengenal Jurusan PG-PAUD

Pernah dengar nggak, kalau di balik bangsa yang maju ada pendidikan yang baik? Nah, pendidikan ini dimulai sejak sedini mungkin. Maka dari itu, peran dari lulusan Jurusan PG-PAUD ini sangat penting, lho.

Jurusan PG-PAUD merupakan jurusan yang mendalami tata cara mengajar gadunslot88, melatih, membimbing, dan mendidik anak usia dini agar memiliki perkembangan wawasan, karakter, dan fisik yang baik.

Untuk dapat memenuhi tuntutan tersebut, kamu dituntut untuk menguasai berbagai bidang ilmu. Kamu akan belajar mata kuliah antar disiplin seperti psikologi, bahasa, ilmu gizi, matematika, hingga olahraga. Dengan menguasai banyak bidang ilmu, kamu diharapkan bisa menjadi pengajar khusus anak usia dini yang profesional.

Dunia Kuliah Jurusan PG-PAUD

“Gampang ah kuliah di PG-PAUD, cuma ngajarin anak nyanyi dan gambar aja kan?”

Eits.. tidak semudah itu, Ferguso! Nyatanya, semua juga ada tantangannya. Sebagai calon guru PAUD, kamu memiliki tanggung jawab untuk memastikan tumbuh dan kembang anak selalu optimal di masa golden age-nya.

“Hah, apa itu golden age?”

Jadi, golden age adalah masa emas dalam perkembangan anak. Menurut Sigmund Freud, masa emas ini terjadi pada saat usia di bawah lima tahun karena memang, perkembangan anak di masa itu sedang meningkat pesat. Oleh karena itu lah, seorang guru PAUD diharapkan bisa membantu menunjang perkembangan anak. Adapun perkembangan anak yaitu, kecerdasan anak, kecerdasan emosi, sosial, dan fisik.

Mata Kuliah Jurusan PG-PAUD

Penasaran nggak sih seperti apa perkuliahan di jurusan PG-PAUD? Nah, selain mata kuliah yang berhubungan dengan pendidikan anak usia dini, kamu juga akan mendapatkan mata kuliah lainnya. Beberapa di antaranya untuk perkembangan anak, seperti Perkembangan Kemampuan Sosial dan Emosi Anak, Pengembangan Nilai, Moral, dan Agama anak, Neuroscience, Pendidikan Inklusif Anak, dan lain-lain.

Tapi, ada juga lho, mata kuliah yang punya hubungan dengan dunia bermain, seperti Bermain dan Permainan, Kreativitas dan Keberbakatan, serta Alat Permainan Edukatif. Sementara itu, ada juga mata kuliah yang berhubungan dengan kesenian, seperti Seni Musik, Seni Rupa, dan Seni Tari.

Mata kuliah yang nggak kalah penting lainnya adalah mata kuliah Pengembangan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini, untuk mengetahui strategi berkomunikasi dengan anak usia dini secara tepat.

Keuntungan Masuk Jurusan PG-PAUD

Kalau kamu suka dengan anak-anak, sudah pasti jurusan ini akan cocok buat kamu. Apalagi, jika ditambah ketertarikan dengan adanya minat di dunia pendidikan. Kamu bisa menjadi orang yang turut menentukan seperti apa generasi anak di masa depan. Terus apalagi keuntungannya?

1. Tenaga pengajar PAUD masih jarang
Sebagian lembaga PAUD di Indonesia masih memiliki kendala dan masalah untuk mencari tenaga pendidik PAUD yang memenuhi kualifikasi. Maka dari itu, peluang kamu sangat besar untuk menjadi bagian dari tenaga pengajar berkualitas yang bisa mengajar anak usia dini dengan baik.

2. Bisa mendapatkan banyak ilmu dari berbagai bidang
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya guys, di jurusan ini kamu akan banyak belajar dari berbagai disiplin ilmu. Kamu nggak hanya akan belajar terkait dunia anak-anak dan cara mendidiknya saja, tetapi kamu juga bisa mendapatkan ilmu seperti psikologi anak, filsafat, ilmu seni, statistik, dan masih banyak lagi.

3. Ilmunya bermanfaat di masa depan
Semua ilmu yang kamu dapatkan di bangku kuliah juga bisa kamu manfaatkan di dalam kehidupan sehari-hari di masa depan, lho. Contohnya nih, kamu bisa mengaplikasikan ilmu parenting yang kamu dapatkan untuk mendidik anak sendiri kelak. Berguna banget kan?

Baca juga: 9 Cara Mengenali Minat dan Bakat Sebelum Memilih Jurusan Kuliah

Kampus dengan Jurusan PG-PAUD

Berikut ini daftar kampus yang memiliki jurusan PG-PAUD terakreditasi A di Indonesia.

  • Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
  • Universitas Sriwijaya (Unsri)
  • Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
  • Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
  • Universitas Negeri Surabaya

Prospek Kerja Jurusan PG-PAUD

Lulus dari jurusan PG-PAUD, kamu akan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd). Lalu, sudah pasti kamu bisa langsung mendaftarkan diri ke lembaga pendidikan yang memiliki program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kamu sudah resmi menjadi guru! Yeay.

Akan tetapi, kamu juga bisa menjalani profesi lain seperti:

  • Dosen
  • Wirausaha
  • Tutor
  • Guru TK

“Berapa sih gaji guru PAUD?”

Well, gaji setiap orang bisa berbeda-beda. Terlebih, setiap lembaga pendidikan memiliki acuannya sendiri saat memberikan gaji. So, kamu bisa mencari informasi lengkapnya di masing-masing lembaga ya. Meski demikian, profesi guru masih worth to try!

Itulah ulasan jurusan PG-PAUD, teman-teman. Apakah kamu sudah menentukan mau masuk jurusan apa nanti saat kuliah? Semangat terus ya. Pastikan akademismu tidak tertinggal dengan belajar bareng ruangbelajar. Ada ribuan materi pelajaran yang dikemas dengan video interaktif. Semakin mudah dan menyenangkan!

5 Sekolah Kedinasan Terbaik di Indonesia yang Bisa Langsung Kerja Setelah Lulus

5 Sekolah Kedinasan Terbaik di Indonesia yang Bisa Langsung Kerja Setelah Lulus – Sekolah kedinasan adalah perguruan tinggi yang memiliki ikatan dengan lembaga pemerintah sebagai penyelenggara pendidikan.

Dikutip dari gadunslot88, dari sejumlah sekolah kedinasan di Indonesia berikut lima yang terbaik dan bisa langsung kerja setelah lulus. Apa saja?

1. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN)


STAN dinaungi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan menyelenggarakan program studi diploma di bidang keuangan. Jurusan kuliah yang tersedia yakni Kepabeanan dan Cukai, Akuntansi, Pajak, sampai Manajemen Keuangan. Lulusannya akan mengikuti ujian seleksi CPNS untuk ditempatkan di instansi Kemenkeu atau lainnya.

2. Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS)


STIS berada di bawah naungan Badan Pusat Statistik (BPS). Di sini ada jurusan Statistika dan Komputasi Statistika. Lulusannya mengantongi gelar D4 Statistik. Setelah selesai kuliah, bisa menjadi pegawai negeri sipil di kementerian, instansi, sampai , lembaga di berbagai daerah.

3. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)


IPDN bertujuan sebagai kaderisasi sumber daya manusia dalam pemerintahan, mulai dari tingkat daerah sampai pusat. Di antara fakultasnya yakni Ilmu Politik, Manajemen Pemerintahan, dan Hukum Tata Pemerintahan. Lulusannya memiliki prospek karier di instansi pemerintahan sebagai pegawai negeri sipil atau pejabat daerah.

Baca juga: 10 Universitas Terbaik di Indonesia yang Memiliki Banyak Peminat

4. Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN)


STSN diselenggarakan oleh Lembaga Sandi Negara. Ada dua program studi D4 di sini, yaitu Teknik Persandian dan Manajemen Persandian. Lulusannya akan direkrut sebagai garda terdepan dalam pengamanan siber di Indonesia.

5. Akademi Militer (AKMIL)


Lulusan AKMIL akan mendapatkan gelar D4 Pertahanan atau S.ST.Han, dan menjadi perwira pertama berpangkat Letnan Dua. Ada lima jurusan kuliah yang disediakan, yaitu Manajemen Pertahanan, Administrasi Pertahanan, Teknik Elektronika Pertahanan, Teknik Sipil Pertahanan, dan Teknik Mesin Pertahanan.

Mengapa Sekolah di Jepang Larang Siswinya Dikuncir Kuda?

Mengapa Sekolah di Jepang Larang Siswinya Dikuncir Kuda?

Mengapa Sekolah di Jepang Larang Siswinya Dikuncir Kuda?

Mengapa Sekolah di Jepang Larang Siswinya Dikuncir Kuda? – Baru-baru ini, beberapa sekolah di Jepang melarang para siswa perempuannya untuk menata rambut bersama model kuncir kuda di sekolah. Sekolah ini mengkuatirkan bahwa tengkuk berasal dari siswa perempuan ini dapat menarik gairah seksual berasal dari siswa laki-laki.

Dilansir Wionews, ketetapan ini terungkap melalui Motoki Sugiyama, yang merupakan salah satu mantan guru SMP di Jepang.

“Sekolah ini khawatir anak laki-laki akan menyaksikan anak perempuan yang sama bersama alasan di balik penegakan ketetapan warna busana didalam cuma putih. Saya senantiasa mengkritik ketetapan ini namun dikarenakan kritiknya tidak cukup dan menjadi sangat norma, siswa tidak punyai pilihan tak sekedar menerimanya,” ungkap Sugiyama.

Baca juga: Pendidikan Karakter

Sugiyama lantas menjelaskan bahwa kuantitas sekolah yang udah menerapkan ketetapan ini masih belum diketahui angka pastinya. Karena hingga selagi ini masih belum tersedia information statistik nasional berkaitan akan perihal tersebut.

Sekolah-sekolah di Jepang sendiri memang punyai berbagai ketetapan ketat berkaitan tampilan para siswanya. Seperti warna rambut, aksesoris, make-up, dan juga seragam juga panjang rok untuk siswa perempuan.

Hampir setengah berasal dari sekolah menengah di Tokyo yang berharap para siswanya yang punyai rambut bergelombang dan enggak berwarna hitam untuk menyerahkan sertifikat yang membuktikan jika rambut mereka enggak diubah secara artifisial.

Dari 177 sekolah menengah yang dikelola oleh pemerintah Metropolitan Tokyo, 79 sekolah berharap serifikat ini ditandatangani oleh orang tua masing-masing.

Pengalaman Siswa yang Harus Mengubah Warna Rambut Hingga Gugat Pemerintah Daerah
Beberapa th. lalu juga seorang remaja Jepang sempat menggugat pemerintah area Osaka. Hal ini dikarenakan sekolah area perempuan selanjutnya menuntut pengetahuan terus memaksa dirinya untuk merubah warna rambut cokelatnya menjadi hitam.


Menurutnya, permohonan berasal dari sekolahnya itu enggak masuk akal dikarenakan warna alami berasal dari rambutnya adalah cokelat. Pihak sekolah juga pernah membuktikan jika perempuan yang namanya dirahasiakan itu enggak diperbolehkan masuk sekolah jika rambutnya enggak diwarnai hitam.

Hingga akhirnya, siswa perempuan selanjutnya pun menuruti permohonan pihak sekolah. Namun, ketentuan untuk mewarnai rambutnya menjadi salah besar. Rambut perempuan itu pun menjadi rusak dan iritasi akibat zat kimia yang ditimbulkan berasal dari pewarna rambut.

Siswa selanjutnya dan juga ibunya pun menuntut pemerintah area Osaka yang bertanggung jawab atas sekolah Kaifukan untuk langsung mengganti rugi kerusakan rambutnya sebanyak 2,2 juta yen atau kira-kira Rp 259 juta.

Bukan cuma itu, perempuan ini pun juga memutuskan untuk enggak masuk sekolah. Menanggapi gugatan tersebut, kepala sekolah Kaifukan, enggan berkomentar banyak. Ia cuma menjelaskan bahwa sekolahnya melarang para siswanya untuk mengecat rambut dan semuanya harus berwarna hitam.

Kebiasaan Menyontek Siswa di Sekolah

Kebiasaan Menyontek Siswa di Sekolah

Kebiasaan Menyontek Siswa di Sekolah

Kebiasaan Menyontek Siswa di Sekolah – Metode belajar setiap siswa berbeda-beda, ada yang lebih nyaman belajar dengan sistem mendengarkan atau mengikuti pembelajaran secara langsung dan ada juga yang lebih menyenangi belajar mandiri seperti mencari informasi dibeberapa web atau lain sebagainya. Ketika ini kecurangan pada dikala ulangan banyak dikerjakan siswa seperti meminta jawaban terhadap teman sebangku atau pun menulis materi di kertas yang kemudian dibuka dikala pengawas tidak memandang, kecurangan dikala ulangan umumnya disebabkan oleh adanya rasa malas belajar pada diri siswa yang membikin siswa lebih bergantung pada teman yang belajar atau lebih memilih mengisi secara asal.

Gaya belajar terbagi sebagian komponen yakni yang pertama gaya belajar visual, kedua gaya belajar dengan sistem mendengarkan langsung penjelasan dari pendidik, ketiga gaya belajar dengan sistem gerakan, keempat gaya belajar dengan sistem menulis dan membaca. Metode belajar siswa seringkali dikaitkan dengan sistem siswa memandang, mendengarkan, memandang, menyimak, melakukan, dan mengikuti gerak tubuh selama pengajaran menerangkan materi, belajar tentunya berimbas terhadap peningkatan pengetahuan siswa. Apabila indera siswa terlatih secara baik dan benar maka akan mempercepat daya tangkapan terhadap siswa serta meningkatkan ingatan bentang panjang yang bisa mensupport prestasi belajar siswa lebih baik lagi.

Baca juga: UGM Konfirmasi Mahasiswanya Lakukan Kekerasan Seksual, Korban Lebih Dari Satu

Memahami sistem belajar setiap siswa juga bisa membentuk sebuah pandangan seorang pendidik seputar bagaimana seorang siswa yang masih berani menyontek pun dikala pengawasan masih berada di dalam ruangan, tentunya bukan hanya seputar kecurangan siswa namun juga bagaimana usaha siswa itu sendiri dalam menghadapi ulangan.

Terkadang siswa yang melakukan kecurangan atau menyontek dikala ulangan cenderung disebabkan oleh rasa takut siswa jika menerima skor rendah atau pun siswa yang kesusahan dalam memahami pembelajaran sehingga tidak sanggup menyesuaikan soal ulangan, tidak jarang juga siswa yang menyontek disebabkan oleh siswa yang malas dalam belajar. Karenanya untuk itu penting kiranya bagi pendidik untuk memahami gaya belajar siswa guna untuk memberikan pemahaman yang mudah dipahami siswa agar bisa membantu kesusahan belajar siswa, siswa menyontek bukan hanya karena hambatan dalam belajar namun juga sistem siswa dalam menghadapi hal itu juga bisa menghalangi belajar.

Belajar akan terasa menyenangkan dan terasa aman jika keadaan lahiriah ataupun lingkungan juga mensupport, hal ini juga terkait dengan gaya belajar setiap siswa. Setiap siswa dengan gaya belajar yang berbeda setiap siswanya memiliki kenyamanan yang berbeda dalam keadaan belajar. Sebab setiap gaya belajar memiliki ciri khasnya masing-masing. Kecenderungan gaya belajar siswa yang menyontek dikala ulangan dipilih siswa guna menerima informasi dari lingkungan dan kemudian memproses informasi hal yang demikian, setiap si kecil sudah memiliki gaya belajarnya sendiri namun masih ada saja si kecil yang tidak percaya diri dengan hasil dari belajarnya sendiri sehingga memilih untuk menyontek.

Metode menuntaskan siswa menyontek, menyontek yakni perbuatan aib sebagai pendidik menerangkan dengan tegas akan pengaruh buruk dari menyontek, seperti memberikan hukuman terhadap si kecil didik dan memakai bahwa kejujuran amat penting dipakai dalam kehidupan bermasyarakat.

Mengetahui Sekolah Alam

Mengetahui Sekolah Alam

Mengetahui Sekolah Alam

Ada sejumlah macam sekolah yang bisa dibuat pertimbangan bagi orang tua yang berharap menyekolahkan buah hati-si kecilnya. Salah satunya sekolah alam.
Sekolah alam di Indonesia sendiri pertama kali didirikan pada 1998. Sekolah ini terletak di Ciganjur, Jakarta Selatan.

Pengertian Sekolah Alam
Menginfokannya buku berjudul Teladan Pendidikan Agama Islam Berbasis Lingkungan karya Dr. Neni, sekolah alam adalah sekolah alternatif yang mengajari peserta ajar untuk langsung berinteraksi dengan lingkungan alam. Jadi peserta ajar tak cuma mendapatkan pelajaran dari dalam kelas, namun juga dari luar kelas.

Belajar terus-menerus di dalam kelas tentunya bisa memunculkan rasa jenuh bagi peserta ajar, akan namun sekolah alam menawarkan cara pelajaran yang berbeda dan lebih asik dari sekolah pada biasanya.

Berdirinya sekolah alam dilatarbelakangi oleh gagasan terkait bagaimana menghasilkan cara pelajaran yang menyenangkan serta kapabel menempa kecerdasan natural peserta ajar sehingga bisa menarik minat untuk terus belajar

Dengan kemauan, sekolah ajar bisa menjadi alternatif yang kapabel menghasilkan suasana belajar yang menyenangkan dan menyadarkan peserta ajar bahwa belajar adalah sebuah keperluan yang menyenangkan.

Sekolah alam bisa menjadi alternatif bagi para orang tua agar buah hati bisa menjadi lebih kreatif dalam berekspresi dan menyuarakan kemauan. Sekolah alam juga memberi nasehat peserta ajar untuk menemukan bakat dan kecakapannya dalam diri.

Sejarah Sekolah Alam
Lendo Novo adalah sosok yang memrakarsai inspirasi dan konsep sekolah alam di Indonesia pada 1998 yang ketika ini bernama Sekolah Alam Indonesia. Ia adalah lulusan Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan meninggal dunia pada Agustus 2021 lalu.

Mengutip situs resminya, awalnya, Sekolah Alam yang didirikan di Jalan Damai, Ciganjur, Jakarta Selatan ini cuma dicontoh oleh 8 orang peserta ajar, 5 orang mengenyam pendidikan di playgroup, dan sisanya di sekolah dasar. Sementara itu, tenaga pendidik ketika itu berjumlah 6 orang, 3 bertugas sebagai guru playgroup, 1 guru sekolah dasar, dan 1 guru Iqra’ atau tahfizh.

Kemudian pada tahun 2001, Sekolah Alam Indonesia berpindah lokasi ke Jalan Anda nomor 7X, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sekolah ini berdiri di atas sebuah lahan sewaan dengan luas 7.200 m². Sekolah Alam Indonesia hal yang demikian cuma diperuntukkan bagi peserta ajar preschool hingga sekolah dasar kelas 4 saja.

Baca juga Dana Pendidikan, Perlu Dipersiapkan Dari Awal

Sekolah Alam Indonesia kembali berkembang di tahun 2004 dengan mengaplikasikan kelas inklusi bagi peserta ajar berkebutuhan khusus yang digabungkan dengan kelas reguler. Tiap kelas memiliki kuota optimal 2 orang dengan dipandu oleh shadow teacher. Sekolah ini mengaplikasikan visi menemani setiap buah hati untuk menjadi “pemimpin” di muka bumi dan memberi “rahmat” bagi sekalian alam.

Sekolah Alam Indonesia mendirikan jenjang pendidikan lanjutan dengan sebutan Sekolah Lanjutan (SL) atau School of Universe pada tahun 2005. Sekolah Lanjutan berimbang dengan Sekolah Menengah Pertama seandainya diperbandingkan d

Ada sejumlah macam sekolah yang bisa dibuat pertimbangan bagi orang tua yang berharap menyekolahkan buah hati-si kecilnya. Salah satunya sekolah alam.
Sekolah alam di Indonesia sendiri pertama kali didirikan pada 1998. Sekolah ini terletak di Ciganjur, Jakarta Selatan.

Pengertian Sekolah Alam
Menginfokannya buku berjudul Teladan Pendidikan Agama Islam Berbasis Lingkungan karya Dr. Neni, sekolah alam adalah sekolah alternatif yang mengajari peserta ajar untuk langsung berinteraksi dengan lingkungan alam. Jadi peserta ajar tak cuma mendapatkan pelajaran dari dalam kelas, namun juga dari luar kelas.

Belajar terus-menerus di dalam kelas tentunya bisa memunculkan rasa jenuh bagi peserta ajar, akan namun sekolah alam menawarkan cara pelajaran yang berbeda dan lebih asik dari sekolah pada biasanya.

Berdirinya sekolah alam dilatarbelakangi oleh gagasan terkait bagaimana menghasilkan cara pelajaran yang menyenangkan serta kapabel menempa kecerdasan natural peserta ajar sehingga bisa menarik minat untuk terus belajar

Dengan kemauan, sekolah ajar bisa menjadi alternatif yang kapabel menghasilkan suasana belajar yang menyenangkan dan menyadarkan peserta ajar bahwa belajar adalah sebuah keperluan yang menyenangkan.

Sekolah alam bisa menjadi alternatif bagi para orang tua agar buah hati bisa menjadi lebih kreatif dalam berekspresi dan menyuarakan kemauan. Sekolah alam juga memberi nasehat peserta ajar untuk menemukan bakat dan kecakapannya dalam diri.

Sejarah Sekolah Alam
Lendo Novo adalah sosok yang memrakarsai inspirasi dan konsep sekolah alam di Indonesia pada 1998 yang ketika ini bernama Sekolah Alam Indonesia. Ia adalah lulusan Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan meninggal dunia pada Agustus 2021 lalu.

Mengutip situs resminya, awalnya, Sekolah Alam yang didirikan di Jalan Damai, Ciganjur, Jakarta Selatan ini cuma dicontoh oleh 8 orang peserta ajar, 5 orang mengenyam pendidikan di playgroup, dan sisanya di sekolah dasar. Sementara itu, tenaga pendidik ketika itu berjumlah 6 orang, 3 bertugas sebagai guru playgroup, 1 guru sekolah dasar, dan 1 guru Iqra’ atau tahfizh.

Kemudian pada tahun 2001, Sekolah Alam Indonesia berpindah lokasi ke Jalan Anda nomor 7X, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sekolah ini berdiri di atas sebuah lahan sewaan dengan luas 7.200 m². Sekolah Alam Indonesia hal yang demikian cuma diperuntukkan bagi peserta ajar preschool hingga sekolah dasar kelas 4 saja.

Sekolah Alam Indonesia kembali berkembang di tahun 2004 dengan mengaplikasikan kelas inklusi bagi peserta ajar berkebutuhan khusus yang digabungkan dengan kelas reguler. Tiap kelas memiliki kuota optimal 2 orang dengan dipandu oleh shadow teacher. Sekolah ini mengaplikasikan visi menemani setiap buah hati untuk menjadi “pemimpin” di muka bumi dan memberi “rahmat” bagi sekalian alam.

Sekolah Alam Indonesia mendirikan jenjang pendidikan lanjutan dengan sebutan Sekolah Lanjutan (SL) atau School of Universe pada tahun 2005. Sekolah Lanjutan berimbang dengan Sekolah Menengah Pertama seandainya diperbandingkan dengan sekolah lazim. Sekolah ini berupaya untuk berinovasi menghasilkan pengusaha muda bertata krama mulia, memiliki logika berpikir yang baik, serta memiliki kesanggupan memimpin yang hebat.

Sekolah Lanjutan terletak di Jalan Rawa Kopi Pangkalan Jati, Limo, Depok. Tempat hal yang demikian cuma diperuntukkan terhadap peserta ajar dari tingkat sekolah dasar kelas 5 hingga kelas 6 dan Sekolah Lanjutan tingkat 7 hingga 9.

Pemisahan kelas besar dan kecil dikerjakan guna mengembangkan program pelajaran peserta ajar kelas besar dalam menyambut masa aqil baligh. Walaupun demikian, manajemen dan konsep pendidikan konsisten mengacu pada Sekolah Alam Indonesia.

Sejak bulan Februari 2010, “School of Leading Generation” menjadi tagline Sekolah Alam Indonesia untuk menandakan bahwa tujuan Sekolah Alam adalah untuk menghasilkan generasi Indonesia yang terbaik, dalam sisi akhlak, kepemimpinan, dan budaya ilmiah.

Di bulan yang sama dengan penetapan tagline Sekolah Alam Indonesia, para orang tua berbondong-bondong mengantri untuk mendapatkan formulir registrasi Sekolah Alam Indonesia. Momen ini bahkan menarik perhatian media massa sehingga dikabarkan di beragam media.

Atas dasar minat masyarakat Indonesia terhadap Sekolah Alam Indonesia, di tahun 2011 dikerjakan perluasan wilayah dan penyebaran cabang ke sebagian daerah, seperti Depok, Bogor, Palembang, dan Bengkulu. Tidak cuma itu, Sekolah Alam Indonesia juga mendirikan SAI BLESS, adalah jenjang yang didirikan menurut pemikiran bahwa pendidikan bukan adalah sebuah penjenjangan, namun sebuah pemecahan situasi sulit bagi kehidupan.

Kemudian pada tahun 2013, tepatnya bulan November, Sekolah Alam Indonesia memindahkan lokasi sentra ke jalan Pembangunan nomor 51, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dan akhirnya Sekolah Alam Indonesia yang menempati lahan sewaan selama 15 tahun memiliki lahan resmi yang telah dibeli dengan kerja sama guru, murid, orang tua, dan masyarakat.

Karakteristik Sekolah Alam
Berikut sebagian karakteristik sekolah alam, sebagaimana diceritakan dalam buku bertajuk Belajar Any Where oleh Ricky Arnold Nggili:

Berada di luar kelas dan memiliki lingkungan alam yang dimanfaatkan untuk belajar
Memberikan kebebasan untuk berkreatifitas terhadap peserta ajar
Belajar dikerjakan sambil bermain sehingga suasana belajar menjadi lebih menyenangkan
Pengajar berperan sebagai fasilitator yang memberikan stimulan untuk pengembangan murid
Pengajar juga berperan sebagai partner yang baik bagi peserta ajar ketika belajar
Metodologi pelajaran diaplikasikan dalam format action learning yang mengarah pada pencapaian logika berpikir dan temuan
Kurikulum cenderung 60 persen praktik dan 40 persen teori
Buku-buku dan perpustakaan diaplikasikan sebagai acuan atau sumber pensupport dalam memfasilitasi action learning
Pengajar dan peserta ajar sama-sama belajar guna menghadirkan temuan baru
Memberikan apresiasi emosional karena alam juga akan memberikan ikatan emosional pada peserta ajar

engan sekolah lazim. Sekolah ini berupaya untuk berinovasi menghasilkan pengusaha muda bertata krama mulia, memiliki logika berpikir yang baik, serta memiliki kesanggupan memimpin yang hebat.

Sekolah Lanjutan terletak di Jalan Rawa Kopi Pangkalan Jati, Limo, Depok. Tempat hal yang demikian cuma diperuntukkan terhadap peserta ajar dari tingkat sekolah dasar kelas 5 hingga kelas 6 dan Sekolah Lanjutan tingkat 7 hingga 9.

Pemisahan kelas besar dan kecil dikerjakan guna mengembangkan program pelajaran peserta ajar kelas besar dalam menyambut masa aqil baligh. Walaupun demikian, manajemen dan konsep pendidikan konsisten mengacu pada Sekolah Alam Indonesia.

Sejak bulan Februari 2010, “School of Leading Generation” menjadi tagline Sekolah Alam Indonesia untuk menandakan bahwa tujuan Sekolah Alam adalah untuk menghasilkan generasi Indonesia yang terbaik, dalam sisi akhlak, kepemimpinan, dan budaya ilmiah.

Di bulan yang sama dengan penetapan tagline Sekolah Alam Indonesia, para orang tua berbondong-bondong mengantri untuk mendapatkan formulir registrasi Sekolah Alam Indonesia. Momen ini bahkan menarik perhatian media massa sehingga dikabarkan di beragam media.

Atas dasar minat masyarakat Indonesia terhadap Sekolah Alam Indonesia, di tahun 2011 dikerjakan perluasan wilayah dan penyebaran cabang ke sebagian daerah, seperti Depok, Bogor, Palembang, dan Bengkulu. Tidak cuma itu, Sekolah Alam Indonesia juga mendirikan SAI BLESS, adalah jenjang yang didirikan menurut pemikiran bahwa pendidikan bukan adalah sebuah penjenjangan, namun sebuah pemecahan situasi sulit bagi kehidupan.

Kemudian pada tahun 2013, tepatnya bulan November, Sekolah Alam Indonesia memindahkan lokasi sentra ke jalan Pembangunan nomor 51, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dan akhirnya Sekolah Alam Indonesia yang menempati lahan sewaan selama 15 tahun memiliki lahan resmi yang telah dibeli dengan kerja sama guru, murid, orang tua, dan masyarakat.

Karakteristik Sekolah Alam
Berikut sebagian karakteristik sekolah alam, sebagaimana diceritakan dalam buku bertajuk Belajar Any Where oleh Ricky Arnold Nggili:

Berada di luar kelas dan memiliki lingkungan alam yang dimanfaatkan untuk belajar
Memberikan kebebasan untuk berkreatifitas terhadap peserta ajar
Belajar dikerjakan sambil bermain sehingga suasana belajar menjadi lebih menyenangkan
Pengajar berperan sebagai fasilitator yang memberikan stimulan untuk pengembangan murid
Pengajar juga berperan sebagai partner yang baik bagi peserta ajar ketika belajar
Metodologi pelajaran diaplikasikan dalam format action learning yang mengarah pada pencapaian logika berpikir dan temuan
Kurikulum cenderung 60 persen praktik dan 40 persen teori
Buku-buku dan perpustakaan diaplikasikan sebagai acuan atau sumber pensupport dalam memfasilitasi action learning
Pengajar dan peserta ajar sama-sama belajar guna menghadirkan temuan baru
Memberikan apresiasi emosional karena alam juga akan memberikan ikatan emosional pada peserta ajar

Siswa SDN Sukaringin 01 Bekasi Belajar di Kelas yang Kondisinya Amat Memprihatinkan

Siswa SDN Sukaringin 01 Bekasi Belajar di Kelas yang Kondisinya Amat Memprihatinkan

Siswa SDN Sukaringin 01 Bekasi Belajar di Kelas yang Kondisinya Amat Memprihatinkan

Beberapa fasilitas pengajaran SDN Sukaringin 01, Kampung Kedung Ringin, Desa Sukaringin, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dalam situasi yang memprihatinkan baik bangunan dan sarana belajar selama bertahun-tahun.

Bagaimana tak, bangunan sekolah hal yang demikian tampaknya belum pernah direnovasi. Ditambah plafon bangunan sekolah yang diterapkan untuk murid-murid kelas 1-6 yang terbuat dari triplek dan kayu telah nampak lapuk sebab dimakan usia.

Tidak cuma itu, dinding dan meja belajar bahkan juga banyak yang rusak dan bolong sehingga membuat para siswa tak nyaman mengikuti kesibukan belajar mengajar.

“Kerusakan plafon dinding dan meja belajar telah berlangsung selama bertahun-tahun. Atap genteng yang bocor dikala hujan membuat si kecil-si kecil yang sedang belajar terkena air hujan,”kata Humaidi Guru Kelas 6, Sabtu (17/9/2022).

Baca juga Peraih IPK Sempurna Di Universitas Indonesia

Hampir semua ruangan kondisinya memprihatinkan. Namun, selama bertahun-tahun pihak Dinas Pengajaran Kabupaten Bekasi cuma dapat memberikan komitmen, tapi hingga tahun ini komitmen hal yang demikian tak kunjung terealisasikan.

“Malah kerusakannya kini kian parah, hampir semua ruangan kelas di sekolah ini mengalami kerusakan. Kondisi ini membuat siswa semestinya terganggu aktifitas belajar mengajarnya kalau musim hujan tiba,” tuturnya.

Sementara itu, pihak guru sekolah mengaku telah melaporkan kejadian hal yang demikian pada Dinas terkait, dan kerap dilakukan rapat musrembang di balai desa sukaringin tapi tak pernah terealisasikan.

“Pihak desa bahkan seolah olah tutup mata dengan situasi bangunan sekolah hal yang demikian dan berharap ada tindak lanjut dan kepedulian dari pemerintah setempat,”imbuhnya.

Namun hingga kini pihak sekolah cuma dijanjikan dan belum ada realisasi. Dalam hal ini Dia sungguh-sungguh berharap ada perhatian dan pembenaran dari Dinas terkait.

“Berkali-kali disurvei, tapi dikala ini kapan berharap direhab belum tahu kejelasannya, telah sebagian kali mengajukan tapi belum ada penanganan,” tutupnya.