Manfaat Dan Tantangan Pendidikan Digital

Manfaat Dan Tantangan Pendidikan Digital

Manfaat Dan Tantangan Pendidikan Digital

Secara umum, transformasi digital dalam pendidikan bermakna mendigitalkan proses dan produk layanan pendidikan untuk meningkatkan pengalaman pembelajaran bagi semua pihak yang terlibat.

Menurut gadunslot88 (2022), transformasi digital dalam dunia pendidikan sekarang ini berfokus pada tiga hal.

Pertama, aksesibilitas. Teknologi digital memungkinkan siswa didik mengakses sumber belajar lebih mudah dan lebih murah. Sekarang ini, orang-orang di seluruh pelosok dunia, dari segala usia, dengan status sosial ekonomi yang berbeda memiliki akses ke kelas belajar dan sumber daya pembelajaran melalui internet. Di saat yang sama, teknologi seperti text-to-speech telah menghilangkan hambatan bagi siswa penyandang cacat, yang selama ini menghadapi hambatan dalam mengikuti proses kegiatan pembelajaran.

Kedua, pembelajaran interaktif. Berkat teknologi dan ketersediaan berbagai macam aplikasi, format pembelajaran menjadi lebih interaktif. Contohnya, pembelajaran bahasa yang dilakukan secara interaktif melalui berbagai platform aplikasi dan mampu menjangkau lebih banyak peserta.

Ketiga, pembelajaran adaptif. Teknologi komputer dan artifial inteligence (AI) memungkinkan metode pendidikan diselaraskan dengan keinginan para peserta didik.

Manfaat Dan Tantangan Pendidikan Digital

Manfaat Serta Tantangan Pendidikan Digital Di Tahun 2022

Salah satu dampak transformasi digital pada sektor pendidikan adalah memberikan cara yang lebih realistik untuk memantau keberhasilan siswa lewat teknologi digital. Para guru dan orang tua dapat terbantu dalam pemantauan perkembangan anak. Misalnya, dengan mendokumentasikan secara digital tulisan tangan atau karya kreatif siswa, perbandingan dapat dibuat secara berkala yang mengarah pada pemahaman yang lebih baik tentang siswa mana yang berkembang dan siswa mana yang membutuhkan lebih banyak perhatian dan bimbingan.

Dengan menganalisis data yang dikumpulkan melalui penggunaan teknologi oleh siswa di kelas, guru dapat pula memiliki pemahaman yang lebih baik terkait apa yang dibutuhkan setiap siswa di ruang kelas. Semakin akurat guru memahami bagaimana seorang siswa salah memahami suatu konsep yang diajarkan, semakin cepat guru dapat membantu mereka mengoreksi atau mengarahkan mereka. Lewat teknologi analisis data, guru dapat mendiagnosis kekurangan para siswa lebih cepat dan lebih akurat.

Manfaat lain dari transformasi di bidang pendidikan adalah memperkuat kolaborasi dalam proses pembelajaran, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.  Adanya berbagai platform pembelajaran dapat memudahkan para guru membuat dan mengelola kelompok siswa. Keberadaan Google Documents, Twiddla, Edmodo, dan sejenisnya memudahkan kelompok siswa mengerjakan dan menyelesaikan tugas-tugas kelompok serta presentasi kelompok.

Kendati transformasi digital sektor pendidikan digital berikut manfaatnya adalah keniscayaan untuk saat sekarang ini, toh terdapat beberapa tantangan yang dihadapi jagat pendidikan kita. Di antaranya adalah akses internet, pasokan listrik, dan juga sumber daya manusia (SDM).

Harus kita akui akses internet di negara kita belum sepenuhnya merata. Transformasi digital di sektor pendidikan baru dapat berjalan mulus jika akses internet merata menjangkau seluruh pelosok negeri ini.

Berdasarkan data dari Pusdatin Kemendikbud RI, sekarang ini masih ada sekitar 42.159 sekolah yang belum memiliki akses internet. Begitu juga untuk pasokan listrik. Data Dapodik 2020 Kemendikbud RI mencatat ada sebanyak 8.522 sekolah yang belum teraliri listrik. Ini adalah pekerjaan rumah bagi pemerintah kita. Percepatan pembangunan infrastruktur yang terkait dengan akses internet dan listrik, khususnya untuk sekolah, perlu dilakukan dan disegerakan.

Di sisi lain, peningkatan SDM juga mutlak dibutuhkan. Jujur saja, sebagian guru kita masih ada yang (maaf) gaptek. Untuk itu, pelatihan dan kursus-kursus dalam pemanfaatan teknologi digital untuk menunjang proses kegiatan belajar bagi para guru perlu diintensifkan serta berkesinambungan.

Bagaimanapun, guru adalah ujung tombak dunia pendidikan. Mereka berada di garda terdepan dalam sistem penyelenggaraan pendidikan. Ketika infrastruktur telah sepenuhnya mendukung tansformasi digital dalam sektor pendidikan, namun SDM di sektor tersebut masih kedodoran, maka ini pun akan menjadi kendala besar.

Oleh sebab itu, baik infrastruktur maupun SDM harus benar-benar dipersiapkan dan saling menunjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *