Eks Bendahara Damkar Depok Didakwa Kasus Korupsi Rp 1,2 M

Eks Bendahara Damkar Depok Didakwa Kasus Korupsi Rp 1,2 M

Gadunslot88 – Bendahara Pengeluaran Pembantu Bidang Pengendalian Operasional pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok 2016-2020, Acep, didakwa terkait kasus korupsi. Acep didakwa kasus korupsi karena memotong iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan pegawai honorer Damkar Depok pada 2016 hingga 2020 senilai total Rp 1.236.005.184 (miliar).

Sidang dakwaan itu telah digelar pada 14 September 2022 di Pengadilan Tipikor Bandung.

“Acep ini didakwa jaksa pada persidangan sebelumnya telah melakukan beberapa perbuatan yang saling berhubungan sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut, secara melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara sebagaimana surat dakwaan,” ujar Kasi Intel Kejari Depok Andi Rio Rahmat dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/9/2022).

Terdakwa Acep melakukan korupsi dengan modus memotong iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang seharusnya disetorkan, namun dipergunakan oleh terdakwa untuk kepentingan pribadi atau kepentingan lain yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga : 10 Kasus Korupsi dengan Kerugian Negara Terbesar di Indonesia

Dalam surat dakwaan, terdakwa Acep melakukan korupsi pemotongan uang iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan selama berturut-turut sejak 2016 hingga 2020. Uang yang dipotong tersebut dipergunakan oleh terdakwa untuk kepentingan pribadi atau kepentingan lain yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Adapun total nominal uang yang diduga dikorupsi terdakwa Acep sekitar Rp 1.236.005.184 (miliar), dengan rincian sebagai berikut:

1. Tahun 2016 sebesar Rp 573.739.344 (lima ratus tujuh puluh tiga juta tujuh ratus tiga puluh sembilan ribu tiga ratus empat puluh empat ribu rupiah).

2. Sisa pemotongan yang dilakukan oleh terdakwa terhadap tenaga honorer juru padam untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan pada tahun 2017 sebesar Rp 459.284.400 (empat ratus lima puluh sembilan juta dua ratus delapan puluh empat ribu empat ratus rupiah).

3. Sisa pemotongan yang dilakukan oleh terdakwa terhadap tenaga honorer juru padam untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan pada 2018 sebesar Rp 52.269.360 (lima puluh dua juta dua ratus enam puluh sembilan ribu tiga ratus enam puluh rupiah).

4. Sisa pemotongan yang dilakukan oleh terdakwa terhadap tenaga honorer juru padam untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan pada 2019 sebesar Rp 47.521.140 (empat puluh tujuh juta lima ratus dua puluh satu ribu seratus empat puluh ribu rupiah)

5. Sisa pemotongan yang dilakukan oleh terdakwa terhadap tenaga honorer juru padam untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan pada 2020 sebesar Rp 103.190.940 (seratus tiga juta seratus sembilan puluh ribu sembilan ratus empat puluh rupiah)

Atas perbuatannya, terdakwa Acep didakwa Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 juncto Pasal 18 ayat 1 huruf b Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. Atau kedua Pasal 8 UU Tipikor juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Dalam kasus ini, sebelumnya Kepala Kejaksaan Negeri Depok Mia Banulita menunjuk tujuh jaksa untuk melakukan penuntutan terhadap terdakwa Acep. Adapun tujuh jaksa yang ditunjuk terdiri atas enam jaksa dari Seksi Tindak Pidana Khusus, yakni Mohtar Arifin, Devi Ferdiani, Helia Shanti, Dimas Praja, Vinna Inka, Adhi Wisata, dan satu jaksa dari Seksi Intelijen, yakni Alfa Dera.

Adapun persidangan tersebut akan dilanjutkan selanjutnya pada Rabu, 28 September 2022 dengan agenda pembuktian. Jaksa penuntut umum akan menghadirkan tiga orang saksi, yang merupakan atasan terdakwa Acep, yakni saksi Gandara, Wilman Naipospos, dan Fery Wibowo.

Seperti diketahui, sudah ada tiga tersangka dalam perkara korupsi Damkar Kota Depok. Rinciannya, dua orang tersangka dalam klaster tindak pidana korupsi belanja seragam PDL dan sepatu PDL Damkar Depok tahun anggaran 2017-2018, yakni AS selaku pejabat pembuat komitmen dan mantan Sekretaris Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, serta WI selaku pejabat pengadaan.

Tersangka AS dan WI disangkakan Pasal 2 atau Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 juncto UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto 55 KUHP.

Sementara itu, klaster kedua merupakan kasus korupsi pemotongan gaji pegawai Damkar Kota Depok dengan tersangka berinisial A, yang menjabat Bendahara Pengeluaran Pembantu.

Deretan Jurusan Kuliah yang Gampang Cari Kerja dan Cerah Masa Depannya

Deretan Jurusan Kuliah yang Gampang Cari Kerja dan Cerah Masa Depannya

Deretan Jurusan Kuliah yang Gampang Cari Kerja dan Cerah Masa Depannya

Deretan Jurusan Kuliah yang Gampang Cari Kerja dan Cerah Masa Depannya – Mengambil keputusan untuk kuliah di program studi dan jurusan mana pantasnya disiapkan sedini mungkin. Tak perlu menunggu lulus SMA, tapi sudah bisa dilaksanakan di waktu menjelang kelulusan atau pun sejak di tempat duduk kelas 11.

Dalam memilih jurusan kuliah tentu saja kamu mesti memastikan sejumlah unsur. Mulai dari apakah jurusan ini cocok dengan passionmu hingga seberapa cerah prospek kerja di masa depan.

Nah, untuk menolong kamu yang lagi pusing memikirkan tahun depan akan ambil jurusan apa,  15 jurusan kuliah yang bakal paling diperlukan di masa depan.
1. Jurusan Teknik Informatika
Di jurusan ini, Kamu akan belajar perihal pemrograman hingga membikin aplikasi. Ke depan Sobat Medcom diharapkan bisa menjadi ahli dalam bidang teknologi. Dengan semacam itu jurusan ini akan betul-betul berguna di masa depan.

2. Jurusan Teknik Elektro
Perkembangan peradaban manusia membutuhkan tangan-tangan dari jebolan jurusan teknik elektro. Tak cuma belajar perihal listrik, tapi juga soal telekomunikasi. Jebolan dari jurusan teknik elektro bisa menolong mengembangkan teknologi internet dan komunikasi supaya menjadi lebih bagus lagi.
3. Jurusan Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan
Walaupun baru sedikit universitas yang memiliki, jurusan ini akan berperan penting di masa depan. Sumber kekuatan manusia mulai diperlukan dalam mengembangkan integrasi antara robotika dengan kecerdasan buatan.

4. Jurusan Teknik Mesin
Tak cuma soal mesin pada berbagai objek teknologi, Kamu juga akan belajar perihal pembuatan dan pengoperasian robot. Dengan dasar pengetahuan Matematika, Fisika, dan Kimia, Kamu bisa mengaplikasikan pengetahuan tersebut saat masuk ke jurusan ini.

5. Jurusan Teknik Biomedik
Jurusan Teknik Biomedik yakni gabungan Ilmu Keteknikan dan Ilmu Kedokteran yang mempelajari perancangan alat-alat mekanik dan elektronik untuk dunia kesehatan. Ke depan, jebolan dari jurusan ini akan membangun teknologi kesehatan demi mengembangkan industri alat medis di Indonesia.

6. Jurusan Ilmu Komputer
Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi juga turut berevolusi. Kemajuan teknologi yang mengarah pada pemanfaatan teknologi komputer dan informasi membikin jurusan ini banyak diincar oleh si kecil IPA.

7. Jurusan Cara Kabar
Agak mirip dengan jurusan ilmu komputer, jurusan metode informasi akan belajar ilmu komputer, manajemen, dan bisnis untuk merancang metode yang cocok dengan keperluan perusahaan.

8. Jurusan Matematika
Apakah Kamu pernah mendengar nama Jerome Polin? Dia seorang mahasiswa dari jurusan matematika di salah satu universitas di Jepang. Jurusan Matematika yakni jurusan yang akan membikin mahasiswanya mengatasi situasi sulit melalui permodelan rumus beserta hitungan matematika, sehingga bisa ditemukan solusinya.

9. Jurusan Statistika
Salah satu karier di masa depan yang dicari oleh banyak orang yakni data scientist. Sekiranya Kamu berkeinginan menjadi seorang data scientist, Kamu bisa memilih jurusan statistika saat kuliah nanti. Jurusan Statistika akan diajarkan tata metode mengumpulkan, mengolah, mengelola, menganalisa, menginterpretasikan, hingga menyampaikan data.

10. Jurusan Ilmu Ekonomi
Jurusan ini mempelajari strategi pengelolaan sumber kekuatan yang terbatas terhadap permintaan yang tidak terbatas, sehingga bisa mencapai kesejahteraan. Kesanggupan membentuk strategi seperti itu juga diperlukan di instansi pemerintahan dan swasta.

11. Jurusan Manajemen
Dari peminat sosial dan regulasi, Kamu bisa memilih jurusan manajemen. Di jurusan ini Kamu akan belajar banyak ilmu pengelolaan bisnis, mulai dari membentuk strategi dan agenda, menjual produk, hingga merekrut SDM. Kecuali itu, mahasiswa Jurusan Manajemen juga akan belajar Ilmu Pengantar Teknologi Kabar yang cocok dengan perkembangan dunia di masa depan.

Baca juga: Eks Dirjen Hortikultura Kementan Didakwa Korupsi Rp 12,9 Miliar

12. Jurusan Akuntansi
Jurusan akuntansi mengharuskan mahasiswa untuk terampil dan teliti dalam menghitung serta mengontrol keuangan. Di tiap perusahaan pasti membutuhkan seorang akuntan. Oleh karena itu kans karier jebolan jurusan ini terbuka lebar.

13. Jurusan Marketing
Sekiranya memiliki skill dalam public speaking, Sobat Medcom bisa menerapkannya dalam jurusan ini. Di jurusan marketing, Kamu akan belajar menganalisa pasar, menjual produk, membentuk strategi kreatif periklanan, membikin desain iklan, menulis iklan yang menarik, dan lain-lain.

14. Jurusan Desain
Saat lulus dari jurusan desain, bagus itu jurusan desain komunikasi visual, jurusan desain produk, hingga jurusan desain interior, Kamu bisa dengan gampang menerima profesi. Tak ini disebabkan oleh kreativitas dan kemampuan mereka dalam mengaplikasikan teknologi kapabel menarik atensi masyarakat luas. Tak cuma itu, seandainya menyenangi fesyen, Kamu bisa memilih jurusan desain mode.

15. Jurusan Ilmu Komunikasi
Saat memilih jurusan ini, Kamu akan diajarkan tata metode penyampaian pesan yang efektif supaya tepat target. Jurusan ini memiliki prospek kerja menjanjikan di masa depan dengan berbagai alternatif karier.

16. Jurusan Jebolan
Peran guru dalam membangun sumber kekuatan manusia di masa depan tidak boleh dianggap remeh. Jebolan dari jurusan pendidikan akan senantiasa diperlukan tiap waktu, dari kini hingga di masa depan nanti.

17. Jurusan Kedokteran
Sama seperti jebolan jurusan pendidikan, jebolan jurusan kedokteran juga betul-betul berperan penting dalam kehidupan kita bermasyarakat. Dengan prospek kerja yang menjanjikan dan diperlukan hingga kapan pun, membuatnya menjadi salah satu jurusan yang paling banyak diincar orang.

18. Jurusan Keperawatan
Tak cuma jurusan kedokteran, ada juga jurusan keperawatan yang akan mempelajari metode penanganan pasien untuk menolong tugas dokter. Jurusan ini juga tidak kalah penting dari jurusan kedokteran di posisinya dalam dunia kerja.

19. Jurusan Kesehatan Masyarakat
Jurusan Kesehatan Masyarakat yakni jurusan yang mempelajari ilmu perihal peningkatan kwalitas kesehatan masyarakat serta pencegahan penyakit di tengah masyarakat. Artinya, jurusan ini berbeda dengan kedokteran yang lulusannya akan bertugas menyembuhkan orang sakit.

20. Jurusan Farmasi
Jebolan jurusan farmasi akan bekerja di balik layar untuk mengidentifikasi, meracik, hingga menganalisa obat-obatan yang cocok dengan standar kepantasan kesehatan. Jebolan jurusan ini akan senantiasa diperlukan guna menyediakan asupan obat yang bisa menjaga kesehatan dan menyembuhkan orang sakit.

Pendidikan Karakter Di Zaman Digital

Pendidikan Karakter Di Zaman Digital

Pendidikan Karakter – Ide besar pendidikan yang dicetuskan Ki Hadjar Dewantara sampai saat ini masih tetap berkaitan. Tiga komponen khusus yakni keluarga, warga dan sekolah jangan dipisah-pisahkan tetapi sama-sama memberikan dukungan dan berkaitan keduanya. Dengan demikian akan tercipta angkatan yang berwatak budaya Indonesia.

Pada zaman digital sekarang ini, pendidikan karakter ternyata masih penuh rintangan. Dunia digital tanpa batasan daerah negara makin mempermudah masuknya dampak negatif di luar dan dicemaskan menggoyangkan kekuatan budaya nasional.

CEO gadunslot88, dolphin mc bruney, saat jadi pembicara seminar-online literatur digital yang diadakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk masyarakat Jumat (16/7/2021), menyaksikan masih tetap ada faktor pendidikan yang penting diperbarui.

Pendidikan Karakter Di Zaman Digital

Siswa saat ini condong kurang mempunyai sikap hormat ke figur yang lebih tua. Disamping itu, karakter kejujuran, transparansi dan kekuatan tanggung-jawab kelihatannya tidak lagi jadi konsentrasi perhatian.

Berikut keutamaan meningkatkan mekanisme pendidikan sekolah yang memiliki daya hingga terbentuk subyek pembelajar yang tumbuh kontekstual dan sanggup menjawab rintangan kehidupan.

Sholahudin lalu tawarkan Sekolah tinggi Dusun sebagai mode mekanisme pendidikan untuk menyatukan kembali Tri Pusat Pendidikan seperti diberikan oleh Ki Hadjar Dewantara. Ekosistem pendidikan sebaiknya dibuat dengan pertajam, asih, asuh yang sama-sama menyokong antara Tri Pusat Pendidikan tersebut, terhitung pemakaian bahasa wilayah dalam evaluasi muatan lokal.
Arah peraturan pembangunan pendidikan dan peningkatan pengetahuan lokal dapat berwujud merevitalisasi mekanisme pendidikan lewat mekanisme pendidikan alternative yang berbasiskan kultur dusun dalam tempat Sekolah tinggi Dusun.

Sekolah tinggi itu sekalian menjadi saintifikasi pengetahuan lokal, pernyataan kapabilitas dan salah satunya tingkatan pendidikan yang sejajar dengan pendidikan resmi.

Bicara masalah kesempatan dan rintangan pendidikan karakter pada zaman digital, ia memiliki pendapat perlu masukkan mengenai literatur digital hingga tercipta karakter yang berkualitas. “Sebenarnya pendidikan yakni membuat pribadi dari apa yang ada jadi yang semestinya,” bebernya.

Diilustrasikan, pada periode wabah semua guru dituntut sanggup mengajarkan jarak jauh dengan kontribusi piranti tehnologi digital. Maknanya tehnologi itu berdasar keilmuan yang pas buat.

Guru harus mempunyai piranti evaluasi online berbentuk computer atau netbook, handphone, data paket, signal dan gagasan inovatif untuk memakai sistem evaluasi yang inovatif dan inovatif. Berikut keutamaan guru mempunyai kemahiran digital.

10 Kasus Korupsi dengan Kerugian Negara Terbesar di Indonesia

10 Kasus Korupsi dengan Kerugian Negara Terbesar di Indonesia

Gadunslot88 – Belum selesai persoalan korupsi di masa lalu, kasus-kasus baru terus bermunculan seiring berjalannya waktu. Bahkan, banyak di antara para koruptor itu masih bebas berkeliaran.

Tak tanggung-tanggung, negara harus merugi triliunan rupiah akibat ulah para koruptor tersebut.

Terbaru, kasus yang menyeret nama Surya Darmadi dan Bupati Indragiri Hulu (Inhu) periode 1999-2008, Raja Thamsir Rachman disebut menjadi yang terbesar di Indonesia dengan kerugian negara mencapai Rp 78 triliun.

Baca juga : 4 Kasus Korupsi Terbesar di Dunia

Berikut 10 kasus korupsi terbesar di Indonesia, dirangkum dari beberapa pemberitaan Kompas.com:

1. Kasus penyerobotan lahan di Riau

Kejaksaan Agung berhasil mengungkap kasus korupsi yang menyeret PT Duta Palma Group.

Pemilik PT Duta Palma Group Surya Darmadi ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi penyerobotan lahan bersama mantan Bupati Indragiri Hulu (Inhu) periode 1998-2008.

Surya Darmadi diduga melakukan korupsi dalam penyerobotan lahan seluas 37.095 hektar di wilayah Riau melalui PT Duta Palma Group.

Diketahui, Raja Thamsir Rachman pernah melawan hukum dengan menerbitkan izin lokasi dan izin usaha perkebunan di kawasan Indragiri Hulu atas lahan seluas 37.095 hektar kepada lima perusahaan milik PT Duta Palma Group.

Surya Darmadi kemudian mempergunakan izin usaha lokasi dan izin usaha perkebunan tanpa izin pelepasan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan serta tanpa adanya hak guna usaha dari Badan Pertanahan Nasional.

Apabila terbukti di pengadilan, kasus korupsi yang melibatkan Surya Darmadi akan menjadi yang terbesar di Indonesia dengan kerugian negara mencapai Rp 78 triliun.

2. Kasus PT TPPI

Kasus korupsi yang menyeret PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPP) menempati peringkat kedua dengan kerugian negara mencapai Rp 2,7 miliar dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 37,8 triliun.

Dalam kasus ini, mantan Kepala BP Migas, Raden Priyono dan mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas, Djoko Harsono telah divonis 12 tahun penjara.

Sayangnya, mantan Presiden Direktur PT TPPI, Honggo Wendratno yang divonis 16 tahun penjara kini masih berstatus buron.

3. Kasus korupsi PT Asabri

Dalam kasus korupsi PT Asuransi Angkatan Bersenjata Indonesia atau Asabri (Persero), negara harus merugi Rp 22,7 triliun.

Diketahui, jajaran manajemen PT Asabri melakukan pengaturan transaksi berupa investasi saham dan reksa dana bersama dengan pihak swasta.

Sebanyak tujuh orang telah divonis bersalah dalam kasus ini.

Mereka adalah Adam Rachmat Damiri (Dirut Asabri 2011-2016), Sonny Widjaja (Dirut Asabri 2016-2020), dan Bachtiar Effendi (Direktur Investasi dan Keuangan Asabri 2008-2014).

Kemudian Hari Setianto (Direktur Asabri 2013-2014 dan 2015-2019), Heru Hidayat (Direktur PT Trada Alam Minera dan Direktur PT Maxima Integra), Lukman Purnomosidi (Direktur Utama PT Prima Jaringan), serta Jimmy Sutopo (Direktur Jakarta Emiten Investor Relation).

4. Kasus korupsi PT Jiwasraya

Kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) terungkap setelah mereka gagal membayar polis kepada nasabah terkait investasi Saving Plan sebesar Rp 12,4 triliun.

Sebanyak enam orang telah divonis bersalah, yaitu Hary Prasetyo (Direktur Keuangan Jiwasraya), Hendrisman Rahim (mantan Direktur Utama Jiwasraya), Syahmirwan (mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya), Joko Hartono Tirto (Direktur PT Maxima Integra), Benny Tjokrosaputro (Direktur Utama PT Hanson International) dan Heru Hidayat (Direktur PT Trada Alam Minera dan Direktur PT Maxima Integra).

Akibat kasus korupsi ini, negara mengalami kerugian sebesar Rp 16,8 triliun.

5. Kasus Bank Century

Kasus korupsi yang memiliki nilai fantastis berikutnya adalah kasus Bank Century. Pasalnya, negara mengalami kerugian sebesar Rp 7 triliun.

Nilai tersebut berdasarkan Laporan Hasil Perhitungan (LHP) kerugian negara atas kasus tersebut.

Pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) ke Bank Century telah menyebabkan kerugian negara Rp 689,394 miliar. Kemudian untuk penetapan sebagai bank berdampak sistematik telah merugikan negara sebesar Rp 6,742 triliun.

6. Kasus korupsi Pelindo II

Pada 2020, BPK telah mengeluarkan laporan kerugian negara akibat kasus dugaan korupsi di Pelindo II.

Dalam laporan tersebut diketahui empat proyek di PT Pelindo II menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 6 triliun.

Empat proyek tersebut di luar proyek pengadaan mobile crane dan quay crane container yang dugaan korupsinya ditangani oleh Bareskrim Polri dan KPK.

Kasus ini menyeret nama mantan Dirut PT Pelindo RJ Lino yang telah ditetapkan tersangka sejak 2015 lalu. Ia diduga menyalahgunakan wewenangnya dengan menunjuk langsung HDHM dari China dalam pengadaan tiga unit QCC.

7. Kasus korupsi bupati Kotawaringin Timur

Kasus korupsi yang nilainya cukup fantastis selanjutnya yakni kasus korupsi yang menyeret Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi.

Nilai kerugian negara akibat kasus tersebut hingga Rp 5,8 triliun dan 711.000 dollar AS.

Berstatus tersangka, Supian diduga menyalahgunakan wewenang dalam penerbitan izin usaha pertambangan kepada tiga perusahaan.

Ketiganya adalah PT Fajar Mentaya Abadi, PT Billy Indonesia dan PT Aries Iron Mining. Masing-masing perizinan itu diberikan pada 2010 hingga 2012.

8. Kasus SKL BLBI

Kasus surat keterangan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI) ini terjadi pada 2004 silam saat Syafruddin mengeluarkan surat pemenuhan kewajiban atau yang disebut SKL terhadap Sjamsul Nursalim selaku pemegang saham pengendali BDNI, yang memiliki kewajiban kepada BPPN.

SKL itu dikeluarkan mengacu pada Inpres Nomor 8 Tahun 2002 yang dikeluarkan pada 30 Desember 2002 oleh Megawati Soekarnoputri, yang saat itu menjabat Presiden RI.

Berdasarkan audit yang dilakukan BPK, nilai kerugian keuangan negara mencapai 4,58 triliun.

9. Kasus korupsi e-KTP

Kasus korupsi KTP elektronik menjadi kasus yang menarik perhatian publik karena nilainya yang fantastis dan penuh dengan drama.

Berdasarkan perhitungan BPK, negara mengalami kerugian sebesar Rp 2,3 triliun.

Beberapa nama besar yang terseret dalam kasus ini adalah mantan Ketua DPR RI Setya Novanto, Irman Gusman, dan Andi Narogong.

10. Kasus korupsi proyek Hambalang

Hasil audit BPK menyebutkan bahwa kasus korupsi proyek Hambalang ini mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 706 miliar.

Akibat korupsi tersebut, megaproyek wisma atlet Hambalang mangkrak pada 2012.

Beberapa nama yang ikut terseret dalam kasus ini adalah mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, mantan Bendahara Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, mantan Kemenpora Andi Mallarangeng, dan Angelina Sondakh.

Eks Dirjen Hortikultura Kementan Didakwa Korupsi Rp 12,9 Miliar

korupsi

Eks Dirjen Hortikultura Kementan Didakwa Korupsi Rp 12,9 Miliar – Eks direktur jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Hasanuddin Ibrahim didakwa menjalankan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara Rp 12.947.841.604 atau Rp 12,9 miliar.

“(Perbuatan terdakwa) Merugikan keuangan negara Kementerian Pertanian sejumlah Rp 12.947.841.604, sebagaimana Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” kata jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dian Hamisena dalam persidangan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Adapun tindak pidana korupsi yang dilaksanakan Hasanuddin itu berhubungan aktivitas pengadaan. Yaitu fasilitasi sarana budi tenaga yang mendorong pengaturan organisme pengganggu tanaman (OPT) dalam rangka belanja barang jasmani lainnya di Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI pada tahun anggaran 2013 untuk masyarakat atau pemerintah tempat.

Menurut jaksa KPK, Hasanuddin menambah volume aktivitas dalam penganggaran tanpa menjalankan analitik ataupun identifikasi keperluan yang sesungguhnya. Dia juga memberi bimbingan spesifikasi pengadaan pupuk ke merek Rhizagold dan menjalankan penggelembungan harga barang pengadaan.

Selanjutnya, Hasanuddin juga menentukan keputusan kategori tani penerima bantuan mendahului tanggal yang sesungguhnya. Perbuatan-tindakan hal yang demikian diukur bertentangan dengan Aturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010, sebagaimana diubah dengan Aturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Baca juga: Gadis 16 Tahun Ini Dibully Pelayan Cepat Saji

Perbuatan Hasanuddin ini diukur sudah memperkaya dirinya sendiri, pihak-pihak lain, dan korporasi. Adapun pihak-pihak lain yang ikut diuntungkan itu ialah pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Direktorat Jenderal Hortikultura Eko Mardiyanto sebesar Rp 1,05 miliar, Direktur Utama PT Hidayah Nur Wahana (HNW) Sutrisno sebesar Rp 7,3 miliar, adik kandung Hasanuddin Nasser Ibrahim sebesar Rp 725 juta, dan pemilik PT Karya Muda Jaya (PT KMJ) Subhan sebesar Rp 195 juta.

Kemudian, CV Restu Putra diperkaya sejumlah Rp 1,7 miliar, PT HNW Rp 2 miliar, dan CV Danaman Surya Lestari sejumlah Rp 200 juta. Atas perbuatannya, Hasanuddin didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana sudah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Gadis 16 Tahun Ini Dibully Pelayan Cepat Saji

mcd

Gadis 16 Tahun Ini Dibully Pelayan Cepat Saji – Karyawan McDonald dituduh mengerjakan perbuatan bully kepada seorang gadis berumur 16 tahun bernama Corrina. Ketika dia memesan enam porsi roti lapis daging (burger) dan empat porsi kentang goreng untuk disantap bersama tiga orang adiknya, pelayan yang ada di balik meja pengorderan malah berteriak, “Enam burger keju. Aku tak bersenda gurau ketika ini. Gadis gemuk ini mau enam burger”. Spontan dia kaget dan merasa dilecehkan, seolah-olah burger itu akan disantapnya seorang diri.

Gadis berambut pirang itu lalu menyebutkan kejadiaan nahas yang menimpanya kepada sang ibu. Tidak terima si kecilnya diperlakukan seperti itu, Sabrina Hopkinson (37) melaporkan kejadian hal yang demikian ke pihak berwajib. Tapi, tuduhan itu ditentang keras oleh pihak restoran cepat saji yang juga menjual es krim di kawasan Shoreham, Sussex, London, Inggris.

Baca juga: Tidak Ada Pembenaran Untuk Kekerasan Di Dunia Pendidikan

“Umumnya kami menyantap makanan rumahan. Kadang-kadang aku membiarkan mereka membeli makanan di luar,” Kata Sabrina. Dia juga memberikan Corrina uang agar bisa menemani adik-adiknya yang ketika Natal kemarin memperoleh uang jajan dari nenek mereka.

Sabrina melanjutkan, Corrina menangis demikian itu mendengar celaan yang keluar dari mulut seorang pelayan. Tapi, ketika rekaman CCTV diperlihatkan, kejadian yang diceritakan Sabrina tak terjadi. Tapi, CCTV sendiri tak bisa merekam bunyi.

Sebelumnya, Sabrina segera menemui manajer McDonald, agar dia menegur si kecil buahnya yang tak sopan dan kurang didik. Sebagai ibu, Sabrina tak mau si kecilnya jadi malu dan tertutup untuk mengobrol dengan orang lain karena dianggap gemuk dan banyak makan.

Sabrina tak bisa berjumpa dengan pelayan itu. yakin, perempuan hal yang demikian berlindung di bawah ketiak sang manajer.