Mengembangkan Keunggulan Pengajaran di Indonesia

Mengembangkan Keunggulan Pengajaran di Indonesia

Mengembangkan Keunggulan Pengajaran di Indonesia

Mengembangkan Keunggulan Pengajaran di Indonesia – Pengajaran ialah kunci utama bagi suatu negara untuk unggul dalam kompetisi global. Pengajaran dianggap sebagai bidang yang paling strategis untuk mewujudukan kesejahteraan nasional. Sumber Energi Manusia (SDM) yang cerdas dan berkarakter ialah prasyarat terbentuknya peradaban yang tinggi. Sebaliknya, SDM yang rendah akan mewujudkan peradaban yang kurang bagus pula.

Mutu pendidikan di Indonesia tidak jauh berbeda dengan negara berkembang yang lainnya. Walaupun ada beberapa skor yang ketinggalan, namun bukan berarti Pengajaran di negara kepulauan ini tidak bagus.

Pelajar di Indonesia tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk membayar fasilitas sekolah. Di Indonesia, biaya pendidikan sudah ditanggung oleh negara. Biaya ini pendapat Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bahwa dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 20% dialokasikan untuk pendidikan. Jumlah anggaran hal yang demikian bertujuan untuk mewujudkan salah satu visi negara ialah mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pada APBN 2018, pemerintah Indonesia mengalokasikan kurang lebih Rp 444,131 triliun untuk Pengajaran. Angka hal yang demikian sebanding dengan total semua anggran sebesar Rp 2.200 triliun. Persentase 20% hal yang demikian sudah sesuai dengan Lampiran XIX Perpres tahun anggaran 2018.

Anggaran yang tertera di atas terdiri atas Anggaran Pengajaran melalui Pelanja pemerintah Sentra sebesar Rp 149,680 triliun, Anggaran Pengajaran melalui transfer tempat dan dana desa sebesar Rp 279,450 triliun, dan Anggaran Pengajaran melalui pembiayaan sebesar Rp 15 triliun.

Ketika ini pemerintah sedang gencar untuk mengurangi kesenjangan antar tempat. Istilah tempat terpencil akan ditiadakan. Seluruh sekolah akan difasilitasi pemerintah sentra ataupun tempat. Malahan dengan adanya metode zonasi beberapa tahun terakhir ini, tidak aka nada lagi yang Namanya “sekolah unggulan”. Seluruh sekolah negeri memiliki hak dan kewajiban yang sama.

Sekiranya beberapa tahun yang lalu peserta didik berbondong-bondong untuk memilih sekolah yang menurut mereka unggul prestasi. Sekarang tidak bias semudah itu lagi. Misalnya saja di level sekolah dasar. Penerimaan peserta didik sudah dijalankan secara online. Penerimaan peserta didik dijalankan dengan memastikan zonasi dan umur. Tidak ada prasyarat yang mewajibkan calon peserta didik hal yang demikian wajib berasal dari Taman Kanak-Kanak.

Baca juga: Kasus “Bullying” Yang Tewaskan Siswa SD Di Tasikmalaya, KPAI Mengira Pelaku Terpapar Konten Pornografi

Itu pula dengan metode penerimaan peserta didik di SMP. Zonasi menjadi pertimbangan utama. Bukan skor ujian ataupun umur peserta didik. Biaya ini mensupport sekolah negeri untuk sama-sama melihat kualitas sekolah demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan metode ini, semua siswa yang mendaftar dipastikan dapat menimba ilmu dekat dengan tempat tinggal mereka. Apalagi dengan adanya dana BOS (Berdasarkan Operasional Sekolah), sekolah tidak diperkenankan menarik iuran dari wali murid. Kalua pun dana alokasi yang diberikan oleh sekolah masing kurang, maka yang mempunyai hak meminta kekurangan dana terhadap wali murid ialah “komite sekolah” bukan “guru”.

Sejumlah Potensi

Pengajaran hasil penelitian Bank Dunia, metode pendidikan di Indonesia menempati peringkat ke-3 sebagai metode Pengajaran terbesar di Asia ke-4 terbesar di dunia. Sebagai negara kepulauan yang dipisahkan oleh lautan, guru Indonesia memang wajib siap ditempatkan di mana saja.

Sekiranya dibandingkan negara lain, penetapan kurikulum Indonesia memang tidak gampang. Pasalnya, pemerintah wajib membuat perencanaan terbaik dalam menyelesaikan ribuan keanekaragaman. Melainkan terpisah oleh lautan, Indonesia juga memiliki corak kultur yang berbeda, agama yang heterogen, mata pencaharian yang variatif, serta metode hidup yang tidak sama. Melainkan dengan dilegalkannya kurikulum nasional Kurikulum 2013, guru diberikan langkah lebih lebar untuk bergerak.

Kurikulum 2013 memang sudah memastikan Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, Buku Guru dan Buku Siswa. Melainkan hal itu bukan berarti guru wajib mencontoh persis isi buku. Guru dapat membuat indikator sendiri menurut situasi kawasan masing-masing. Buku siswa yang enjadi pegangan guru ialah sumber belajar minimal yang masih dapat dimaksimalkan secara lebih luas.

Di Indoensia, guru memiliki posisi yang berbeda dalam masyarakat. Masyarakat masih melihat guru sebagai pekerjaan yang mulia. Malahan ada istilah “pahlawan tanpa pertanda jasa”. Pernyataan hal yang demikian sungguh-sungguh sesuai sebab tugas guru tidak cuma mengajar namun juga mengajar anak menjadi pribadi yang mulia dan berakarakter.

Seluruh lapisan masyarakat sudah menyadari bahwa guru ialah pekerjaan paling penting sebab wajib mengajar generasi kusuma bangsa. Malahan dewasa ini pekerjaan guru sungguh-sungguh popular di kalangan anak muda. Banyak alumni SMA yang mendaftar di program ilmu keguruan dan pendidikan. Kepopuleran jurusan pendidikan sudah mengalahkan jurusan kedokteran. Dari jumlah pendaftar yang mencontoh tes, cuma sekitar 15% yang diterima.

Profesi hal yang demikian sama halnya dengan perekrutan CPNS guru. Formasi guru senantiasa menempati posisi tertinggi dibandingkan formasi yang lain. Fenomena ini tidak cuma terjadi di satu kawasan, namun di semua kawasan. Biaya ini tentu sungguh-sungguh bagus sebab pemerintah bias mendapatkan guru-guru professional dengan melalui tes yang ketat.

Salah jika dianggap guru Indonesia cuma mengajar dengan durasi yang pendek. Telah guru di Indonesia justru sama panjangnya dengan jam kerja dokter ataupun advokat. Guru berprofesi keras mempersiapkan materi, bahan didik, media, memastikan teknik pelajaran yang tepat sebab tiap-tiap siswa memiliki karakter yang berbeda. Oleh sebab itu dibutuhkan kepakaran dalam menjalankan pekerjaan ini.

Indonesia memiliki metode pendidikan yang transparan. Artinya, siswa dan orang tua diberikan kebebasan jalan masuk. Guru dan siswa mempunyai hak tahu hasil belajar mereka serta mempunyai hak tahu pula informasi-informasi berkaitan pelajaran.

Di Indonesia kurikulum memang dikontrol oleh sentra melalui keterlibatan para pakar kurikulum dan praktisi. Jadi kurikulum tidak cuma dibentuk oleh expert namun ada pula praktisi (guru) yang turut terlibat. Melainkan dalam pembuatan buku kurikulum 2013, ada guru yang terlibat di dalamnya melalui seleksi tertentu. Guru yang tercatat dalam pembuatan buku kurikulum 2013 sudah melalui seleksi yang cukup panjang. Artinya, pemerintah sudah melihat pihak yang terlibat dalam perencanaan pelajaran.

Peran Strategis Guru

Guru memiliki peran aktif dalam implementasi kurikulum 2013. Dalam kurikulum baru ini guru tidak cuma menjadi pendidik, namun guru juga wajib dapat menjadi guide, teach, and explain. Guru menasehati siswa dalam kesibukan akademik ataupun nonakademik. Pengajaran menjadi tugas seorang guru untuk menggali talenta yang dimiliki oleh peserta didik. Guru menasehati peserta didik untuk mendapatkan materi-materi yang dibutuhkan dalam menghimpun pengetahuan mereka.

Guru juga dituntut dapat membeberkan kesibukan yang dijalankan dalam pelajaran. Sebagai tindak lanjutnya, peserta didik juga wajib dapat mempresentasikan kesibukan yang sudah mereka dapat selama pelajaran di sekolah. Peran aktif guru di sini bertujuan agar siswa mendapatkan apa yang wajib mereka dapat di sekolah. Sekolah bukan sekedar mengeluarkan buku kemudian memasukkannya kembali di dalam tas. Melainkan sekolah ialah rumah dengan beberapa sekat tanpa pintu. Ada banyak ilmu yang dapat siswa pelajari di sekolah.

Dewasa ini keterlibatan orang tua dan masyarakat juga tampak lebih bagus. Adanya program sekolah PPK (Penguatan Pengajaran Karakter) secara lantas sudah melibatkan orang tua di dalam pelajaran. Sekolah menggandeng orang tua untuk turut mewujudkan visi sekolah ramah anak. Dibawah Komite Sekolah dan Paguyuban Antar Kelas, orang tua turut mendonasikan materiil ataupun non materiil demi kelancaran pelajaran anak-anak mereka.

Melainkan kesibukan dan bantuan yang diberikan orang tua didasarkan dari rasa “memiliki” dan “mengasihi” bahwa keberhasilan Pengajaran ialah bentuk usaha bersama. Kesuksesan anak di dalam pendidikannya bukan cuma tugas guru. Melainkan orang tua sebagai madrasah pertama juga memiliki oeran penting dalam menyusun pribadi anak.

Peran sekolah dalam program Sekolah PPK ialah sebagai jembatan bagi guru dan orang tua dalam menemukan dan memaksimalkan talenta siswa. Selama ini banyak sekali anak-anak berbakat yang potensinya tidak dapat tersalurkan sebab tidak adanya komunikasi yang bagus antara guru, orang tua, dan sekolah. Orang tua tentu mengenal talenta anak dengan lebih bagus dibandingkan gurunya. Tugas orang tua ialah mengevaluasi perkembangan anak melalui koodinasi dengan guru kelas/wali kelasnya. Pengajaran evaluasi hal yang demikian guru dan orang tua akan berprofesi sama untuk menasehati dan menasehati talenta siswa.

Indonesia ialah negara kepulauan dengan ribuan potensi. Melainkan Indonesia termasuk negara yang sukses dalam membangun mega metode Pengajaran untuk menyatukan semua perbedaan karakteristik peserta didik.

Deretan Jurusan Kuliah yang Gampang Cari Kerja dan Cerah Masa Depannya

Deretan Jurusan Kuliah yang Gampang Cari Kerja dan Cerah Masa Depannya

Deretan Jurusan Kuliah yang Gampang Cari Kerja dan Cerah Masa Depannya

Deretan Jurusan Kuliah yang Gampang Cari Kerja dan Cerah Masa Depannya – Mengambil keputusan untuk kuliah di program studi dan jurusan mana pantasnya disiapkan sedini mungkin. Tak perlu menunggu lulus SMA, tapi sudah bisa dilaksanakan di waktu menjelang kelulusan atau pun sejak di tempat duduk kelas 11.

Dalam memilih jurusan kuliah tentu saja kamu mesti memastikan sejumlah unsur. Mulai dari apakah jurusan ini cocok dengan passionmu hingga seberapa cerah prospek kerja di masa depan.

Nah, untuk menolong kamu yang lagi pusing memikirkan tahun depan akan ambil jurusan apa,  15 jurusan kuliah yang bakal paling diperlukan di masa depan.
1. Jurusan Teknik Informatika
Di jurusan ini, Kamu akan belajar perihal pemrograman hingga membikin aplikasi. Ke depan Sobat Medcom diharapkan bisa menjadi ahli dalam bidang teknologi. Dengan semacam itu jurusan ini akan betul-betul berguna di masa depan.

2. Jurusan Teknik Elektro
Perkembangan peradaban manusia membutuhkan tangan-tangan dari jebolan jurusan teknik elektro. Tak cuma belajar perihal listrik, tapi juga soal telekomunikasi. Jebolan dari jurusan teknik elektro bisa menolong mengembangkan teknologi internet dan komunikasi supaya menjadi lebih bagus lagi.
3. Jurusan Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan
Walaupun baru sedikit universitas yang memiliki, jurusan ini akan berperan penting di masa depan. Sumber kekuatan manusia mulai diperlukan dalam mengembangkan integrasi antara robotika dengan kecerdasan buatan.

4. Jurusan Teknik Mesin
Tak cuma soal mesin pada berbagai objek teknologi, Kamu juga akan belajar perihal pembuatan dan pengoperasian robot. Dengan dasar pengetahuan Matematika, Fisika, dan Kimia, Kamu bisa mengaplikasikan pengetahuan tersebut saat masuk ke jurusan ini.

5. Jurusan Teknik Biomedik
Jurusan Teknik Biomedik yakni gabungan Ilmu Keteknikan dan Ilmu Kedokteran yang mempelajari perancangan alat-alat mekanik dan elektronik untuk dunia kesehatan. Ke depan, jebolan dari jurusan ini akan membangun teknologi kesehatan demi mengembangkan industri alat medis di Indonesia.

6. Jurusan Ilmu Komputer
Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi juga turut berevolusi. Kemajuan teknologi yang mengarah pada pemanfaatan teknologi komputer dan informasi membikin jurusan ini banyak diincar oleh si kecil IPA.

7. Jurusan Cara Kabar
Agak mirip dengan jurusan ilmu komputer, jurusan metode informasi akan belajar ilmu komputer, manajemen, dan bisnis untuk merancang metode yang cocok dengan keperluan perusahaan.

8. Jurusan Matematika
Apakah Kamu pernah mendengar nama Jerome Polin? Dia seorang mahasiswa dari jurusan matematika di salah satu universitas di Jepang. Jurusan Matematika yakni jurusan yang akan membikin mahasiswanya mengatasi situasi sulit melalui permodelan rumus beserta hitungan matematika, sehingga bisa ditemukan solusinya.

9. Jurusan Statistika
Salah satu karier di masa depan yang dicari oleh banyak orang yakni data scientist. Sekiranya Kamu berkeinginan menjadi seorang data scientist, Kamu bisa memilih jurusan statistika saat kuliah nanti. Jurusan Statistika akan diajarkan tata metode mengumpulkan, mengolah, mengelola, menganalisa, menginterpretasikan, hingga menyampaikan data.

10. Jurusan Ilmu Ekonomi
Jurusan ini mempelajari strategi pengelolaan sumber kekuatan yang terbatas terhadap permintaan yang tidak terbatas, sehingga bisa mencapai kesejahteraan. Kesanggupan membentuk strategi seperti itu juga diperlukan di instansi pemerintahan dan swasta.

11. Jurusan Manajemen
Dari peminat sosial dan regulasi, Kamu bisa memilih jurusan manajemen. Di jurusan ini Kamu akan belajar banyak ilmu pengelolaan bisnis, mulai dari membentuk strategi dan agenda, menjual produk, hingga merekrut SDM. Kecuali itu, mahasiswa Jurusan Manajemen juga akan belajar Ilmu Pengantar Teknologi Kabar yang cocok dengan perkembangan dunia di masa depan.

Baca juga: Eks Dirjen Hortikultura Kementan Didakwa Korupsi Rp 12,9 Miliar

12. Jurusan Akuntansi
Jurusan akuntansi mengharuskan mahasiswa untuk terampil dan teliti dalam menghitung serta mengontrol keuangan. Di tiap perusahaan pasti membutuhkan seorang akuntan. Oleh karena itu kans karier jebolan jurusan ini terbuka lebar.

13. Jurusan Marketing
Sekiranya memiliki skill dalam public speaking, Sobat Medcom bisa menerapkannya dalam jurusan ini. Di jurusan marketing, Kamu akan belajar menganalisa pasar, menjual produk, membentuk strategi kreatif periklanan, membikin desain iklan, menulis iklan yang menarik, dan lain-lain.

14. Jurusan Desain
Saat lulus dari jurusan desain, bagus itu jurusan desain komunikasi visual, jurusan desain produk, hingga jurusan desain interior, Kamu bisa dengan gampang menerima profesi. Tak ini disebabkan oleh kreativitas dan kemampuan mereka dalam mengaplikasikan teknologi kapabel menarik atensi masyarakat luas. Tak cuma itu, seandainya menyenangi fesyen, Kamu bisa memilih jurusan desain mode.

15. Jurusan Ilmu Komunikasi
Saat memilih jurusan ini, Kamu akan diajarkan tata metode penyampaian pesan yang efektif supaya tepat target. Jurusan ini memiliki prospek kerja menjanjikan di masa depan dengan berbagai alternatif karier.

16. Jurusan Jebolan
Peran guru dalam membangun sumber kekuatan manusia di masa depan tidak boleh dianggap remeh. Jebolan dari jurusan pendidikan akan senantiasa diperlukan tiap waktu, dari kini hingga di masa depan nanti.

17. Jurusan Kedokteran
Sama seperti jebolan jurusan pendidikan, jebolan jurusan kedokteran juga betul-betul berperan penting dalam kehidupan kita bermasyarakat. Dengan prospek kerja yang menjanjikan dan diperlukan hingga kapan pun, membuatnya menjadi salah satu jurusan yang paling banyak diincar orang.

18. Jurusan Keperawatan
Tak cuma jurusan kedokteran, ada juga jurusan keperawatan yang akan mempelajari metode penanganan pasien untuk menolong tugas dokter. Jurusan ini juga tidak kalah penting dari jurusan kedokteran di posisinya dalam dunia kerja.

19. Jurusan Kesehatan Masyarakat
Jurusan Kesehatan Masyarakat yakni jurusan yang mempelajari ilmu perihal peningkatan kwalitas kesehatan masyarakat serta pencegahan penyakit di tengah masyarakat. Artinya, jurusan ini berbeda dengan kedokteran yang lulusannya akan bertugas menyembuhkan orang sakit.

20. Jurusan Farmasi
Jebolan jurusan farmasi akan bekerja di balik layar untuk mengidentifikasi, meracik, hingga menganalisa obat-obatan yang cocok dengan standar kepantasan kesehatan. Jebolan jurusan ini akan senantiasa diperlukan guna menyediakan asupan obat yang bisa menjaga kesehatan dan menyembuhkan orang sakit.

Tidak Ada Pembenaran untuk Kekerasan di Dunia Pendidikan

Tidak Ada Pembenaran untuk Kekerasan di Dunia Pendidikan

Tidak Ada Pembenaran untuk Kekerasan di Dunia Pendidikan

Tidak Ada Pembenaran untuk Kekerasan di Dunia Pendidikan – Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah mengaku prihatin kekerasan demi kekerasan terjadi di dunia pengajaran nasional. Menurutnya, pemerintah semestinya memiliki terobosan baru untuk mencegah persoalan serupa terulang kembali.

Diketahui, sesudah seorang santri Gontor meninggal akibat penganiayaan rekan-rekannya akhir Agustus lalu, kini seorang siswa SMAN 9 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dipecat oleh dewan guru akibat menendang dan menganiaya guru perempuan sampai hidungnya berdarah.

“Tidak ada pembetulan apapun untuk segala kekerasan di dunia pengajaran. Masa guru sampai dianiaya muridnya sendiri? Fenomena ini menggambarkan masih ada cara pengajaran yang masih kurang layak dalam dunia pengajaran kita,” ujar Basarah dalam keterangannya, Jumat (23/9/2022).

Anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pengajaran ini menunjang keputusan Dewan Guru SMAN 9 Kupang, yang mengeluarkan siswanya akibat tindakan tersebut. Basarah juga menunjang Keputusan Kepala Dinas Pengajaran dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi, yang pada Kamis (22/9) menunjang keputusan Dewan Guru SMAN 9 Kupang.

Basarah berharap agar Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bisa melihat kekerasan di dunia pengajaran nasional secara khusus. Sebab ini layak amanat UU No 14 Tahun 2005 seputar Guru dan Dosen Pasal 39 yang menyatakan bahwa pemerintah, pemerintah tempat, masyarakat, organisasi pekerjaan, dan/atau satuan pengajaran semestinya memberikan perlindungan terhadap guru dalam progres tugas.

Di samping itu, Dosen Universitas Islam Malang ini mengusulkan agar Kemendikbud-Ristek dan Kemenag bisa berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk memperketat peredaran minuman keras dan narkotika di kalangan pelajar dan pemuda. Pengorbanan, menurutnya, kedua barang tersebut bisa menunjang pemuda bertingkah barbarian.

Baca juga: Opsi Karier Untuk Sarjana Pendidikan

“Pihak sekolah semestinya aktif menjalin komunikasi dengan Polri dan BNN demikian itu mengecup gelagat sekolah mereka dirasuki peredaran minuman keras, apalagi disantroni jaringan Narkoba. Jangan takut melapor demi menjaga kualitas dan masa depan anak bangsa,” katanya.

Ketua Fraksi PDI Sedangkan ini juga mengusulkan pihak sekolah semestinya memperkuat pengajaran budi pekerti di kalangan pelajar dengan cara didik yang menarik dan bahan bacaan yang representatif.

Menurutnya, cara pengajaran nasional yang kini bergantung pada UU No. 20 Tahun 2003 telah baik sebab Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 menjadi dasarnya. Supaya demikian, Doktor bidang aturan lulusan Universitas Diponegoro Semarang ini mengimbau agar Kemendikbud-Ristek dan Kemenag bisa menyajikan materi yang berisi falsafah dan kearifan lokal bangsa Indonesia yang penuh dengan poin-poin kemanusiaan untuk diwujudkan figur siswa di Indonesia.

“Di Indonesia kisah-kisah bijak yang memperkaya budi pekerti amat banyak. Seandainya lebih bervariasi, kisah-kisah figur lainnya bisa juga diambil dari negara lain. Kedua kementerian ini bisa mengumpulkan cerita-cerita figur yang baik, lalu menerbitkannya dengan desain gambar dan visual yang menarik. Sekadar kita sisipkan poin-poin Pancasila di dalamnya, itu akan lebih baik sebab cara itu lebih layak dengan selera generasi milenial ketika ini,” pungkasnya.

dikenal, akhir-akhir ini sejumlah kekerasan di dunia pengajaran, baik oleh murid terhadap murid, oleh guru terhadap murid, atau oleh murid terhadap guru acap kali terjadi di Indonesia. Penganiayaan oleh siswa SMAN 9 Kupang terhadap gurunya, Maria Theresa yaitu kasus terupdate.

Sebelumnya, Eko Hadi Prasetya (43), guru di Pondok Pesantren Al Madina di Samarinda, Kalimantan Timur, tewas dikeroyok dua santrinya pada Februari 2022 usai salat. Kedua santri itu memukuli korban bertubi-tubi sebanyak tujuh kali sampai tewas.

Opsi Karier Untuk Sarjana Pendidikan

Opsi Karier Untuk Sarjana Pendidikan

Opsi Karier Untuk Sarjana Pendidikan

Opsi Karier Untuk Sarjana Pendidikan – Selama ini, alumnus sarjana pendidikan identik menjadi guru, entah guru SD, SMP, atau SMA. Meskipun, ada banyak alternatif karier yang dapat kamu pilih kecuali menjadi guru.

Mengutip Campuspedia, ini 7 alternatif karier buat alumnus sarjana pendidikan yang dapat jadi pertimbangan.

1. Dosen

Tak jauh berbeda dengan guru yang tugasnya mengajar siswa, dosen juga punya tugas mengajar mahasiswa. Meskipun untuk menjadi dosen konsisten kamu wajib mempunyai gelar magister atau S2, melainkan kamu konsisten dapat mengajar sebagai pembantu dosen dengan gelar S1.

Salah satu keuntungan menjadi dosen merupakan masa karier yang cukup lama, merupakan hingga usia 65 tahun.

2. Konselor Pendidikan

Tugas seorang konselor pendidikan merupakan membantu para siswa dalam menemukan ketertarikan dan bakat, sehingga mereka nantinya lebih mudah dalam mempertimbangkan tingkatan pendidikan, seperti memilih jurusan kuliah atau peminatan (IPA/IPS/Bahasa) di SMA.

Peluang kerja di bidang ini terbilang cukup menjanjikan, karena masih belum banyak orang yang melirik pekerjaan ini.

3. Penulis

Opsi karir sebagai penulis dapat jadi pertimbangan buat alumnus sarjana pendidikan. Bukan cuma sebagai penulis buku pelajaran saja, melainkan juga buku lainnya termasuk buku cerita yang mengedukasi. Atau bahkan, kamu dapat menjadi kreator konten khusus pendidikan bila aktif di media sosial.

Baca juga: Manfaat Anak Masuk PAUD

4. Instruktur Pelatihan Kejuruan

Instruktur pelatihan kejuruan bertugas dalam memberikan pelatihan dan pelajaran di bidang tertentu, seumpama di sekolah kejuruan yang membutuhakn keahlian khusus seperti mesin, listrik, tata boga, otomotif, dan lainnya. Tapi, untuk menjadi seorang instruktur, kamu wajib mempunyai ijazah khusus terutama dulu untuk menerima lisensi.

5. Wartawan

Iya, pekerjaan wartawan rupanya juga terbuka untuk alumnus sarjana pendidikan. Sebab, pada dasarnya kecakapan terutama seorang wartawan merupakan metode komunikasinya yang bagus. Dan sebagai alumnus sarjana pendidikan, kamu tentunya mempunyai kecakapan hal yang demikian karena telah terbiasa berkomunikasi ketika memperkenalkan materi pelajaran ketika magang atau praktik mengajar.

Dana Pendidikan, Perlu Dipersiapkan Dari Awal

Dana Pendidikan, Perlu Dipersiapkan Dari Awal

Dana Pendidikan, Perlu Dipersiapkan Dari Awal

Tiap-tiap tahun, biaya pengajaran selalu naik. Dan kenaikan ini berbeda-beda antar sekolah, mulai dari 8 hingga 25 persen. Itu sebabnya, kian banyak orang tua yang mulai mempersiapkan dana pengajaran si kecil semenjak jauh-jauh hari, pun semenjak si kecil belum lahir.

Annissa Sagita, seorang konsultan yang telah menerima sertifikasi Certified Personal Money Manager (CPMM) di IARFC Indonesia, menyetujui langkah para orang tua yang telah mulai mempersiapkan dana pengajaran si kecil semenjak si kecil belum lahir.

Dia merekomendasikan orang tua untuk membikin investasi rentang menengah hingga rentang panjang sebagai persiapan dana pengajaran si kecil. Melainkan, dalam sebagian situasi, tabungan khusus untuk pengajaran si kecil juga bisa jadi opsi.

“Tabungan untuk dana pengajaran bisa diwujudkan apabila si kecil telah berusia 3 tahun atau lebih dan tabungan hal yang demikian hanya untuk masuk TK. Walaupun untuk masuk SD, SMP, SMA, hingga kuliah lebih bagus menggunakan investasi rentang panjang,” ungkap Annissa dalam sesi kulwap sebagian waktu lalu.

Melainkan Anissaa juga mengingatkan para orang tua supaya memisahkan tabungan pengajaran si kecil dengan tabungan untuk kebutuhan lainnya, supaya tidak terjadi biaya yang berbenturan ke depannya.

Lalu, bagaimana apabila orang tua terlambat dalam menyiapkan dana pengajaran si kecil? Berdasarkan Anissaa, orang tua wajib melihat umur si kecil dan kemudian baru menentukan cara apa yang diaplikasikan untuk menyiapkan dana hal yang demikian.

Baca juga Kurikulum Merdeka Untuk SLB

“Misalkan, dikala ini si kecil berusia 3,5 tahun berarti ia akan masuk SD kurang lebih 2,5 tahun lagi. Dalam rentang waktu hal yang demikian, lebih bagus gunakan deposito, logam mulia atau tabungan emas batangan untuk persiapan dana pengajarannya. Lalu, biaya untuk masuk ke sekolah tingkatan berikutnya, karena masih panjang rentang waktunya, bisa dialokasikan ke reksa dana campuran dan reksa dana saham,” ujarnya.

Jadi, Anissaa menekankan, tabungan pengajaran si kecil memang sebaiknya diaplikasikan untuk rentang pendek, misal untuk persiapan si kecil masuk TK atau masuk SD. Walaupun untuk tingkatan berikutnya, orang tua perlu memiilih investasi rentang panjang.

Kurikulum Merdeka untuk SLB

Kurikulum Merdeka untuk SLB

Kurikulum Merdeka untuk SLB

Struktur Kurikulum Merdeka untuk siswa SLB mengacu pada struktur Kurikulum Merdeka untuk siswa SD, SMP, dan SMA reguler. Melainkan, juga ada penyesuaian untuk peserta didik yang memiliki hambatan intelektual.
Para siswa SLB yang tak memiliki hambatan intelektual dapat meniru kurikulum reguler, dengan penyesuaian terhadap kondisi murid yang bersangkutan. Mengutip dari laman Direktorat Pengajaran Masyarakat dan Pengajaran Khusus Kemendikbudristek, penyesuaian ini dilegalkan untuk keterampilan fungsional dan mata pelajaran yang mensupport keperluan tersebut.

Di samping itu, Capaian Pembelajaran (CP) pendidikan khusus juga disusun menurut CP reguler yang dimodifikasi cocok karakteristik dan keperluan peserta didik berkebutuhan khusus. Siswa SLB yang tak memiliki hambatan intelektual, dapat konsisten memakai CP yang sama dengan satuan pendidikan reguler. Energi dikatakan dalam media sosial Direktorat Jenderal Guru dan Sebab Kependidikan Kemendikbudristek.

Kurikulum Merdeka untuk siswa SLB memberikan porsi paling besar untuk mata pelajaran keterampilan. Selain, proyeksi pembelajarannya adalah kemandirian, sehingga murid dipersiapkan sebagai alumnus yang siap kerja dan dapat berwirausaha.

Pengajaran beberapa hal di atas, ada beberapa hal lain mengenai seluk beluk Kurikulum Merdeka untuk SLB yang perlu dipahami. Simak pemaparannya, mengutip dari laman Direktorat Pengajaran Masyarakat dan Pengajaran Khusus Kemendikbudristek.

Baca juga Siswa SDN Sukaringin 01 Bekasi Belajar Di Kelas Yang Kondisinya Amat Memprihatinkan

Kurikulum Merdeka SLB

1. Untuk SMPLB dan SMALB, porsi jam pelajaran paling besar adalah mapel golongan keterampilan. Sementara, untuk SDLB adalah seni dan budaya.

2. Siswa SMPLB dan SMALB memilih satu ragam keterampilan cocok bakat dan ketertarikannya di kelas VIII. Alokasi di kelas VII, siswa dapat memilih 2 ragam keterampilan atau lebih.

3. Sekolah dapat memaksimalkan ragam keterampilan secara mandiri cocok keperluan dan karakteristik daerahnya, serta ketersediaan SDM.

4. Mapel seni budaya di SMPLB dan SMALB pada golongan mapel umum, berfungsi untuk sarana apresiasi dan terapi, meski mapel seni pada golongan keterampilan berfungsi untuk pembekalan profesi.

5. Program keperluan khusus di SMALB adalah mapel sepatutnya, seperti di SDLB dan SMPLB.

6. Pengampu mapel program keperluan khusus adalah guru pendidikan khusus, guru mapel lain, atau guru kelas yang diukur cocok oleh kepala sekolah. Guru mapel lain atau guru kelas, sepatutnya mendapat pelatihan kompetensi program keperluan khusus.

7. Penentuan fase siswa didasarkan pada hasil asesmen diagnostik.

8. Murid berkebutuhan khusus dari SLB dapat melanjutkan sekolah ke satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif dengan meniru kelas transisi.

9. Muatan jam pelajaran sifatnya fleksibel, sehingga satuan pendidikan/sekolah dapat menyesuaikan beban belajar dengan karakteristik, keperluan belajar, dan/atau keperluan akademik, budaya, sosial, dan sebagainya.

10. Kuasa pelajaran kepercayaan untuk penganut kepercayaan terhadap Kuasa Kuasa Kuasa Esa, dijalankan sebagaimana perundang-undangan yang mengendalikan layanan pendidikan kepercayaan terhadap Kuasa YME.

11. Program magang dikendalikan lebih lanjut oleh pemimpin unit utama yang menangani kurikulum, asesmen, dan perbukuan.

12. Apabila identifikasi dan penumbuhkembangan ketertarikan, bakat, dan kesanggupan siswa dijalankan oleh guru yang dikoordinasikan oleh guru BK. guru BK belum mencukupi, maka koordinasi dijalankan guru lainnya.