Sistem Daftar dan Syarat Beasiswa Unggulan 2022

Sistem Daftar dan Syarat Beasiswa Unggulan 2022

Sistem Daftar dan Syarat Beasiswa Unggulan 2022 – Beasiswa unggulan 2022 telah dibuka oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mulai tanggal 10 Oktober 2022 dan ditutup tanggal 22 Oktober 2022. Beasiswa unggulan ini dibuka untuk pegawai Kemendikbud Ristek dan masyarakat berprestasi yang ingin melanjutkan pengajaran di jenjang S1, S2, dan S3. Bagaimana sistem daftar dan syarat beasiswa unggulan tahun 2022?Sebelum mendaftar program beasiswa unggulan 2022, kalian mesti menyiapkan sebagian berkas yang dibutuhkan. Simak sistem daftar dan syarat beasiswa unggulan 2022 berikut ini.

Sistem Daftar dan Syarat Beasiswa Unggulan 2022
Syarat Beasiswa Unggulan 2022

Dikutip dari Kamus Bahasa Indonesia oleh Ernawati (2017), beasiswa yakni bantuan biaya pengajaran yang dikasih kepada siswa (mahasiswa). Ada sebagian sistem yang bisa dicapai untuk mendapatkan beasiswa. Salah satunya yakni dengan mencontoh program beasiswa unggulan 2022 yang diadakan oleh Kemendikbud. Berikut ini yakni sistem daftar dan syarat beasiswa unggulan 2022:

Beasiswa Masyarakat Berpestasi

  • Diutamakan memiliki sertifikat prestasi akademik/non akademik tingkat internasional dan/atau nasionak
  • Mendapat anjuran dari lembaga terkait
  • Tidak sedang mendapatkan beasiswa sejenis dari sumber APBN dan/atau APBD dengan bagian pembiayaan yang sama
  • Diterima di Perguruan Tinggi dalam negeri dibawah Kemendikbudristek dengan akreditasi lembaga dan program studi paling rendah B Sangat Baik
  • Mahasiswa aktif dan teregistrasi di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti)

Beasiswa Pegawai Kemendikbudristek

  • Berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kemendikbudristek
  • Diusulkan oleh pejabat pimpinan pratama atau eselon II di unit kerja daerah bekerja
  • Mendapat persetujuan dari pejabat pimpinan pratama atau eselon II Biro Sumber Daya
  • Manusia
  • Saran pimpinan terkait bidang studi yang diambil pantas dengan keperluan organisasi
  • Diutamakan yang memiliki kinerja baik

Baca juga: Rekreasi Sekaligus Belajar Di Tamasya Edukasi Kalitengah Lamongan

Syarat Berkas Beasiswa Unggulan 2022

Beasiswa Masyarakat Berpestasi

  • Kartu Pedoman Penduduk (KTP)
  • Kartu Pedoman Mahasiswa (khusus On-Going)
  • LoA Unconditional
  • Surat keterangan aktif kuliah
  • Kartu Hasil Studi (KHS) semester 1 dan 2 (khusus On-Going)
  • Ijazah dan transkrip skor terakhir (khusus untuk jenjang Magister)
  • Akta bahasa Indonesia dan/atau bahasa Inggris
  • Proposal agenda studi bagi program Magister
  • Surat anjuran dari akademisi atau lembaga terkait (pantas bentuk)
  • Surat pernyataan tidak sedang mendapatkan beasiswa sejenis dari sumber APBN dan/atau APBD (pantas bentuk)
  • Akta prestasi minimal tingkat kabupaten
  • Essay memakai bahasa Indonesia dengan judul: “Kontribusiku sebagai Generasi Unggul untuk menjadikan Indonesia Maju 2045” bagi S1, dan essay/karangan terkait dengan hal yang telah diperbuat untuk bangsa bagi S2. Essay ditulis pada kolom essay minimal 1.000 untuk S1 dan 1.500 untuk S2.

Beasiswa Pegawai Kemendikbudristek

  • Peralatan Berkas
  • Kartu Pedoman Penduduk (KTP)
  • LoA Unconditional
  • Surat keterangan aktif kuliah
  • ljazah dan transkrip skor terakhir.
  • Akta Bahasa Indonesia dan/atau Bahasa Inggris.
  • Proposal agenda studi bagi program Magister
  • Proposal penelitian disertasi bagi program Doktoral
  • Surat anjuran dari pejabat unit utama atau setingkat eselon II
  • Surat persetujuan dari pejabat pimpinan pratama atau eselon II Biro Sumber Daya Manusia.
  • Surat pernyataan tidak sedang mendapatkan beasiswa sejenis dari sumber APBN dan/atau APBD (pantas bentuk)
  • Surat pernyataan pegawai Kemendikbudristek (pantas bentuk)
  • Dokumen Sasaran Performa Pegawai (SKP) 1 (satu) tahun terakhir
Cara Memperoleh Beasiswa Kuliah Tidak untuk Pelajar dan Mahasiswa

Cara Memperoleh Beasiswa Kuliah Tidak untuk Pelajar dan Mahasiswa

Cara Memperoleh Beasiswa Kuliah Tidak untuk Pelajar dan Mahasiswa – Melanjutkan kuliah di perguruan tinggi memerlukan banyak persiapan, salah satunya tarif. Besaran tarif yang sepatutnya dipersiapkan mencakup uang kuliah, buku, tarif penelitian, tarif hidup, akomodasi, transportasi, hingga asuransi.

Tarif tersebut dapat diusahakan dari keuangan sendiri atau dalam format beasiswa dari pihak tertentu. Tapi, untuk mendapat kans melanjutkan pendidikan dengan beasiswa tidaklah mudah.
Beasiswa yakni tunjangan yang diberi terhadap pelajar atau mahasiswa sebagai bantuan tarif belajar. Beasiswa dapat terbuka untuk studi di universitas atau lembaga pendidikan di dalam maupun luar negeri.

Beasiswa dapat didapatkan dari pemerintah, perusahaan swasta, universitas, kedutaan, Badan usaha Milik Negara (BUMN), atau lembaga pendidikan yang mengadakan kerja sama dengan perguruan tinggi tertentu.

Mengutip buku Beasiswa Pemutus Mata Rantai Kemiskinan oleh Abdul Kahar dan Rahmat Fadhli (2021: 48), beasiswa juga dapat didapatkan sebab faktor prestasi yang ditawarkan seketika oleh pihak universitas atau lembaga pendidikan tertentu. Lazimnya, beasiswa ragam ini diperuntukkan bagi pelajar yang mempunyai prestasi akademik ketika sekolah.

Ada pelbagai ragam beasiswa yang ditawarkan, salah satunya beasiswa kuliah cuma-cuma alias pelajar akan menerima tunjangan pendidikan tanpa dipungut tarif. Tapi, setiap lembaga yang mengeluarkan beasiswa ragam ini juga mempunyai persyaratan yang berbeda.

Karenanya, betul-betul penting bagi pelajar untuk mengenal cara menerima beasiswa kuliah cuma-cuma supaya dapat mempersiapkan diri secara optimal. Bagaimana caranya?

Cara Memperoleh Beasiswa Kuliah Tidak untuk Pelajar dan Mahasiswa
Cara Memperoleh Beasiswa Kuliah

Banyak persiapan yang sepatutnya dijalankan untuk dapat menerima beasiswa. Dirangkum dari pelbagai sumber, sebagian cara menerima beasiswa kuliah cuma-cuma yakni sebagai berikut:

1. Mencari Informasi Beasiswa
Kunci kesuksesan menerima beasiswa kuliah cuma-cuma yakni kabar. Carilah kabar sebanyak mungkin perihal program beasiswa di pelbagai tempat dari banyak sumber.
Sumber kabar berhubungan beasiswa ketika ini dapat diakses dengan bebas. Beberapa sumber kabar yang paling mudah dijumpai ada di dunia online dan media sosial.
Misalnya, dengan mengetikkan kata kunci “beasiswa kuliah cuma-cuma”, halaman dunia online akan menimbulkan pelbagai kabar perihal beasiswa kuliah cuma-cuma terbaru. Selain itu, dapat juga dengan mengikuti media sosial yang memberikan kabar berhubungan beasiswa.

2. Menetapkan Tipe Beasiswa yang Dipilih
Sesudah mengumpulkan sebagian kabar mengenai sumber-sumber penyedia beasiswa, langkah selanjutnya yakni menetapkan ragam beasiswa yang akan dipilih. Carilah yang cocok dengan persyaratan dan keadaan pencari beasiswa.

Mengutip University of the People, ada pelbagai ragam format beasiswa kuliah cuma-cuma yang ditawarkan. Beasiswa dapat mencakup segala pembiayaan yang dibutuhkan selama cara kerja studi atau ada pula yang sifatnya parsial (sebagian).

Khusus untuk beasiswa penuh, segala pembiayaan akan menjadi tanggungan dari instansi penyedia beasiswa. Sementara beasiswa sebagian, pembiayaan yang diberi biasanya hanya mencakup tarif kuliah, tak termasuk tarif hidup dan lainnya.

3. Memahami Prasyarat Beasiswa
Dikala sedang mengejar beasiswa, pelajar sepatutnya membaca dengan saksama mulai dari persyaratan hingga hak dan kewajiban penerima dengan pihak pemberi beasiswa tersebut.
Pasalnya, persyaratan untuk mendapat beasiswa akan berbeda-beda, tergantung terhadap penyelenggara program beasiswa itu sendiri. Untuk memilih beasiswa yang ideal, sebaiknya pelajar memilih beasiswa yang persyaratannya cocok dengan kesanggupannya.

Misalnya, jangan memilih program beasiswa dengan persyaratan prestasi akademik apabila pelamar tak mempunyai prestasi atau pencapaian akademik apa malah di sekolahnya.

4. Menetapkan Program Studi dan Universitas Tujuan
Sesudah mengenal dengan jelas kabar beasiswa yang diincar, selanjutnya yakni menetapkan program studi dan universitas tujuan. Sesungguhnya, banyak orang yang sudah menetapkan tujuan universitas secara khusus dahulu sebelum memilih beasiswa.

Tapi, ada sebagian perguruan tinggi yang tak menerima program beasiswa tertentu. Karenanya, dengan menetapkan beasiswa yang diincar, karenanya diinginkan dapat memilih universitas dan program studi mana yang cocok dengan persyaratan beasiswa tersebut.

Baca juga: Prospek Kerja, Gaji, Dan Jurusan Paramedik Veteriner: Cocok Buat Pecinta Binatang!

5. Mengecek Kelengkapan Data Pengajaran
Kelengkapan data pendidikan betul-betul penting untuk menandakan potensi akademik yang dimiliki. Kelengkapan data ini yakni suatu kewajiban, secara khusus bagi para pencari beasiswa.
Akan semakin bagus apabila perlengkapan data yang ada dimulai dari tingkat yang paling dasar (sekolah dasar) hingga pendidikan terakhir yang sudah dilewati.

Tapi, kebanyakan penyedia beasiswa biasanya minta data pendidikan secara lengkap dari pendidikan terakhir, seperti transkrip akademik dan ijazah. Beberapa ragam beasiswa lain juga minta sertifikat hasil percobaan uji bahasa Inggris seperti TOEFL dan TOEIC.

6. Mengajukan Beasiswa
Sesudah memenuhi persyaratan yang diberi instansi pemberi beasiswa, selanjutnya yakni mengajukan aplikasi beasiswa. Siapkan segala dokumen yang dibutuhkan, seperti ijazah, transkrip poin, ikhtisar atau CV, ideal foto, surat keterangan sehat, surat kelakuan bagus dari kepolisian, dan dokumen pensupport lainnya.

7. Daftar Kartu Indonesia Trampil Kuliah
Kartu Indonesia Trampil Kuliah (KIP Kuliah) yakni salah satu program beasiswa dari pemerintah untuk menolong para pelajar yang mempunyai keterbatasan ekonomi supaya dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Salah satu persyaratan untuk menerima beasiswa ini yakni pelajar sepatutnya dapat mempertahankan poin yang tinggi selama di sekolah. Penerima beasiswa ini nantinya akan dibebaskan dari tarif daftar ujian seleksi masuk perguruan tinggi, cuma-cuma tarif kuliah, dan mendapat tarif hidup.

Beasiswa S2 di Jepang

Beasiswa S2 di Jepang, Dapat Tunjangan Rp 16 Juta Per Bulan

Gadunslot88 – Peserta yang lolos beasiswa ini akan diberikan sejumlah benefit mencakup biaya hidup bulanan, Commuter Pass di Jepang, tiket pesawat keberangkatan dan kepulangan dan semua keperluan pendidikan di Jepang mulai dari biaya masuk, biaya ujian, hingga biaya kuliah.

Beasiswa INPEX adalah program beasiswa yang didanai oleh yayasan INPEX Group sebagai organisasi nirlaba di Jepang. Beasiswa akan diberikan maksimal dua tahun delapan bulan. Khusus untuk pelamar Indonesia, maksimal tiga penerima beasiswa magister di Jepang yang akan diterima.

Cakupan Beasiswa

  • 1. Biaya kuliah gratis.
  • 2. Biaya hidup bulanan sebesar 160,000 yen atau sekitar Rp16 Juta.
  • 3. Biaya akomodasi.
  • 4. Biaya pengobatan.
  • 5. Biaya transportasi, tiket pesawat kelas ekonomi jakarta-tokyo, pembayaran satu kali (kedatangan dan kepulangan) sebesar 60.000 yen atau sekitar Rp6 Juta, dan asuransi kecelakaan.
  • 6. Biaya koneksi internet.
  • 7. Biaya buku.

Persyaratan

Berkewarganegaraan Indonesia dan memiliki gelar sarjana dari salah satu universitas terbaik di Indonesia dengan bidang ilmu pengetahuan alam (Teknik, Pertanian, Fisika, Biologi, Kimia, Farmasi, Ilmu Komputer dan lainnya).

  • 1. Usia tidak lebih dari 30 tahun saat mendaftar.
  • 2. Memiliki tujuan atau minat penelitian tentang ilmu sains dan telah lolos pendaftaran sebagai pelajar di salah satu universitas Jepang.
  • 3. Mencapai nilai yang sangat baik (IPK 3.0 atau lebih tinggi).
  • 4. Memperoleh izin dari pembimbing akademik di institusi, perguruan tinggi, dan perusahaan untuk mengikuti beasiswa Inpex.
  • 5. Tertarik dan bersedia berkontribusi untuk memajukan hubungan Indonesia-Jepang.
  • 6. Belum pernah menerima beasiswa sejenis di Jepang atau negara berkembang lainnya.

Baca juga : 12 Prospek Kerja Teknik Elektro

Dokumen yang Dibutuhkan

  • 1. Cetak formulir aplikasi yang sudah diisi pada laman https://www.inpex-s.com/pdf/APPLICATION_FORM_FOR_SCHOLARSHIPS_2023.pdf
  • 2. Paspor ukuran 5cm x 3,5cm (diambil dalam 6 bulan terakhir). *dilampirkan dengan formulir aplikasi.
  • 3. Fotokopi Ijazah dan transkrip nilai akademik.
  • 4. Surat rekomendasi dari profesor, direktur, atau atasan tempat kerja (bagi yang bekerja) yang ditujukan kepada yayasan.
  • 5. Letter of Acceptance (Surat konfidensial yang ditujukan kepada Foundation dari profesor pembimbing universitas di Jepang yang ingin dilamar pemohon).
  • 6. CV Curriculum Vitae.
  • 7. Surat keterangan sehat dari dokter.
  • 8. Fotokopi sertifikat TOEFL iBT/ITP/IELTS atau TOEIC.
  • 9. Fotokopi sertifikat Bahasa Jepang (jika ada).

Cara Pendaftaran

  • 1. kirimkan formulir aplikasi beasiswa yang telah diisi ke alamat email: [email protected]
  • 2. lengkapi semua formulir aplikasi yang tercantum di atas dan serahkan secara langsung atau kirimkan ke alamat berikut:
  • INPEX Masela, Ltd. Jakarta Office
  • Sentral Senayan 1 Building 18th Floor,
  • Jl. Asia Afrika No. 8, Jakarta Puat 10270
  • Indonesia
  • 3. Silakan tulis “Formulir Aplikasi Beasiswa” di sudut atas amplop. Ingatlah bahwa semua dokumen dalam bahasa Inggris atau sertakani terjemahan resmi.
  • 4. Aplikasi harus diterima atau dicap pos paling lambat 31 Oktober 2022.

Pelamar beasiswa akan melewati dua tahap seleksi yang harus dilalui oleh setiap peserta. Seleksi utama akan dilakukan oleh panitia seleksi yayasan berdasarkan kelengkapan dokumen seperti transkrip akademik, rencana penelitian, surat rekomendasi, LoA, hasil tes bahasa Inggris dan banyak dokumen lainnya yang sudah disebutkan sebelumnya selanjutnya tahap wawancara dengan kandidat terpilih.

Terakhir seleksi akan dilakukan oleh Dewan Direksi Yayasan pada pertemuan berikutnya. Seluruh pendaftar akan diberitahukan hasil seleksi akhir pada awal Februari 2023 dan hasil seleksi final beasiswa pada akhir Maret 2023.

Penjelasan Dana KJP Plus

Penjelasan Dana KJP Plus

Penjelasan Dana KJP Plus

Dana Kartu Jakarta Mahir (KJP Plus) bulan September 2022 tahap 1 sudah cair semenjak tanggal 7 September 2022. Apakah siswa SMA/SMK yang sudah lulus akan tetap mendapatkan dana KJP Plus?
KJP Plus yaitu program pemerintah untuk menolong pembiayaan sekolah warga Jakarta yang tidak sanggup. Tujuannya sendiri agar peserta didik dari kalangan tidak sanggup bisa mengenyam pendidikan minimal hingga dengan tamat SMA/SMK dengan pembiayaan penuh dari APBD DKI Jakarta.

Untuk KJP Plus bulan September 2022 tahap 1, sebanyak 849.170 siswa akan mendapatkan dana tersebut, menurut catatan Sentra Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pengajaran (P4OP), Disdik DKI Jakarta.

Siswa SMA/SMK yang Sudah Lulus Konsisten Bisa Dana KJP Plus?
Berkaitan dengan pencairan KJP Plus bulan September 2022 tahap 1, P4OP Disdik Jakarta via Instagram resminya menjelaskan bahwa siswa SMA/SMK yang sudah lulus tahun ini dan terdaftar pada KJP Plus Tahap I akan tetap mendapatkan pencairan dana di bulan Mei hingga Oktober 2022.

“Bagi siswa kelas XII yang sudah lulus pada tahun 2022 karenanya dana KJP Plusnya akan dicairkan bulan Mei-Oktober 2022. Penutupan buku tabungan bisa dilaksanakan mulai November 2022,” tulis P4OP pada komentar di website Instagramnya.

Adapun besaran dana yang diterima pada KJP Plus September Tahap 1 berbeda pada tiap-tiap tahapan. Siswa SD atau MI mendapatkan bantuan dana Rp 250 ribu, siswa SMP atau MTs sebesar Rp 300 ribu, siswa SMA atau MA sebesar Rp 420 ribu, siswa SMK sebesar Rp 450 ribu, dan siswa PKBM mendapatkan Rp 300 ribu.

Nah, seandainya sudah lulus pendidikan menengah, detikers masih bisa mendapatkan bantuan untuk lanjut ke perguruan tinggi via Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

Baca juga Pentingnya Literasi

Apa Itu KJMU?

KJMU yaitu bantuan biaya pendidikan kepada mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) dari keluarga tidak sanggup secara ekonomi menurut DTKS dan memiliki potensi akademik.

Bantuan KJMU dialamatkan bagi mahasiswa dengan KTP dan Kartu Keluarga (KK) DKI Jakarta. Nantinya, penerima KJMU mendapatkan bantuan per semester yang mencakup biaya penyelenggaraan pendidikan dari PTN dan PTS hingga biaya pendorong personal.

Besaran Tarif KJMU yang Didapatkan
Bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan dan/atau biaya pendorong personal yaitu sebesar Rp 1,5 juta per bulan atau Rp 9 juta per semester.

Tarif penyelenggaraan pendidikan itu dikelola oleh PTN dan penyaluran dicairkan ke rekening PTN via pendebetan dari rekening mahasiswa menurut Surat Kuasa Pendebetan Tarif Penyelenggaraan Pengajaran.

Tarif pendorong personal mencakup bantuan biaya hidup yang berupa biaya buku, makanan bergizi, transportasi, peralatan atau peralatan. Termasuk biaya pendorong personal lainnya. Adapun penyaluran biaya ini disalurkan ke rekening maing-masing mahasiswa.

Sebagai isu, registrasi KJMU tahap 2 tahun 2022 sudah ditutup. Sebelumnya, registrasi dibuka pada 22 Agustus – 9 September 2022. Hasil seleksi penerima KJMU akan diumumkan pada 4-26 Oktober 2022.

Nah, itulah penjelasan berhubungan penerimaan dana KJP Plus bagi siswa SMA/SMK yang sudah lulus beserta isu lanjutan mengenai KJMU.

Manfaat Kartu Indonesia Pintar

Manfaat Kartu Indonesia Pintar

Manfaat Kartu Indonesia Pintar

Manfaat Kartu Indonesia Pintar – Kartu Indonesia Pintar (KIP) merupakan salah satu program pemerintah yang diterapkan dalam bidang pendidikan. Program ini dibuat untuk meningkatkan akses bagi anak usia 6 hingga 21 tahun untuk mendapatkan layanan pendidikan hingga menyelesaikan satuan pendidikan menengah.

Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah termasuk ke dalam program Merdeka Belajar yang berupa beasiswa. KIP Kuliah ini diberikan pemerintah kepada lulusan SMA, SMK, atau sederajat. bantuan ini diperuntukkan kepada pelajar yang kurang mampu secara ekonomi agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Sebelum mengetahui cara mendapatkan Kartu Indonesia Pintar, perlu dipahami terlebih dahulu prioritas penerima dan manfaat Program Indonesia Pintar yang bisa didapatkan. Seperti disebutkan sebelumnya, tidak semua peserta didik berhak mendapatkan Kartu Indonesia Pintar. Dalam hal ini, pemerintah memiliki kriteria yang menjadi prioritas untuk calon penerima PIP.

Baca juga Pendidikan Anak Tunarungu

Berikut beberapa kriteria prioritas penerima PIP yang perlu diketahui:

  • Peserta didik dari keluarga pemegang KIS/KKS/KPS.
  • Peserta didik dari keluarga Program Keluarga Harapan (PKH).
  • Peserta didik yang berstatus yatim piatu/yatim/piatu, dari sekolah/panti asuhan/panti sosial.
  • Peserta didik yang terkena dampak bencana alam.
  • Peserta didik yang pernah putus sekolah (drop out)
  • Peserta didik dari keluarga miskin/rentan miskin yang terancam putus sekolah, atau peserta didik dengan pertimbangan khusus lainnya seperti kelainan fisik, korban musibah, dari orang tua PHK, di daerah konflik dari keluarga terpidana, berada di LAPAS, memiliki lebih dari 3 saudara kandung yang tinggal serumah, serta dari SMK yang menempuh studi keahlian kelompok bidang seperti pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan, dan pelayaran atau kemaritiman,
  • Peserta pada lembaga khusus atau satuan pendidikan nonformal lainnya.

Peserta didik yang memenuhi kriteria tersebut, berhak mendapatkan Kartu Indonesia Pintar untuk bisa menerima manfaatnya. Dalam hal ini, masing-masing jenjang peserta didik menerima manfaat PIP dengan nominal yang berbeda. Berikut rinciannya:

  • SD/MI/Paket A : Rp 225.000,-/semester (Rp 450.000,-/tahun)
  • SMP/MTs/Paket B: Rp375.000,-/semester (Rp750.000,-/tahun)
  • SMA/MA/Paket C/Kursus dan Pelatihan: Rp 500.000,-/semester (Rp 1.000.000,-/tahun)

Cara untuk mendapatkan kartu Indonesia Pintar

Siswa dapat mendaftar dengan membawa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) orang tuanya ke lembaga pendidikan terdekat. Jika tidak memiliki KKS, orang tua dapat meminta Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari RT/RW dan Kelurahan/Desa terlebih dahulu agar dapat melengkapi syarat pendaftaran.

Setelah mengetahui kriteria prioritas penerima PIP dan besaran manfaat, berikutnya akan dijelaskan mengenai cara mendapatkan Kartu Indonesia Pintar dan alurnya. Bagi pelajar di sekolah formal, dapat segera mendaftarkan KIP melalui pihak sekolah agar bisa menerima manfaatnya.

Berikut cara mendapatkan Kartu Indonesia Pintar dan alur pendaftarannya, perlu Anda ketahui:

  • Membawa KIP ke sekolah/Sanggar Kegiatan Belajar (SKB)/ Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)/ tempat kursus dan pelatihan serta Balai Latihan Kerja (BLK). Jika tidak memiliki KIP bisa menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) orang tua untuk mendaftar di sekolah atau satuan pendidikan lainnya.
  • Pihak sekolah akan memasukkan data penerima KIP ke dalam Dapodik.
  • Lembaga pendidikan formal maupun nonformal akan menyeleksi dan mengusulkan calon penerima manfaat KIP di Dapodik. Kriteria yang diperhitungkan adalah anak dari keluarga peserta PKH, anak dari keluarga penerima KKS yang tidak menerima KIP, anak yatim piatu dari Panti Asuhan/Panti Sosial, anak berusia 6-21 tahun yang tidak bersekolah, anak dari keluarga yang tidak mampu dan rentan putus sekolah.
  • Khusus untuk lembaga SKB/PKBM/BLK bisa segera mengusulkan penerima KIP atau usulan nama penerima manfaat PIP secara langsung ke Dinas Pendidikan.
<strong>Beasiswa Pendidikan Indonesia</strong>

Beasiswa Pendidikan Indonesia

<strong>Beasiswa Pendidikan Indonesia</strong>

Beasiswa Pendidikan Indonesia – Apa Itu BPI Kemendikbudristek ? Beasiswa Pendidikan Indonesia atau disingkat BPI Kemendikbudristek adalah program beasiswa Kerjasama antara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui program Perluasan Program LPDP.

BPI Kemendikbudristek terdiri dari Program Bergelar (Degree) dan Program Non Gelar (Non Degree). Program Bergelar S1, S2, dan S3 dikelola oleh Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik). Program Non Gelar dikelola oleh masing-masing Unit Pengampu ( Direktorat dan Pusat yang ada di Lingkungan Kemendikbudristek) Pengelola Program ini adalah Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (PLPP) Sekretariat Jenderal Kemdikbudristek.

Mengenal Lebih Dekat Beasiswa Pendidikan Indonesia

Program yang dapat didanai oleh BPI Kemendikbudristek melalui Perluasan Program LPDP, BPI mendanai baik Program Bergelar (Degree) dan Program Non Gelar (Non Degree).

Program degree yang dapat didanai oleh BPI Kemendikbudristek BPI Program Bergelar (Degree) yang dikelola oleh Puslapdik mendanai Pembiayaan Beasiswa untuk S1/D4, S2 single degree, S2 Double/Joint Degree, S3 Single Degree, dan S3 Double/Joint Degree

Untuk Program Non Gelar (Non Degree) didanai melalui perluasan program LPDP, mulai dari kampus mengajar, magang bersertifikat, pertukaran mahasiswa, peningkatan kompetensi untuk guru, dosen dan mahasiswa melalui berbagai macam shortcourse, serta berbagai macam program untuk dosen dan tenaga pendidik melalui pertukaran dosen. Adapun program non degree tersebut tidak dikelola oleh Puslapdik namun dikelola dan disalurkan melalui masing masing unit pengampu yaitu Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI), Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Pendidikan (GTK), Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, dan Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Baca juga Banyaknya Anak Putus Sekolah

Semua Warga Negara Indonesia yang memenuhi ketentuan persyaratan BPI berhak untuk mendaftar, terutama untuk siswa Calon Guru SMK, siswa dan Mahasiswa Berprestasi, Guru, Dosen, Tenaga Kependidikan dan Pelaku Budaya

Durasi maksimal pembiayaan beasiswa untuk masing masing jenjang adalah sebagai berikut:

  • D4/S1 maksimal 48 bulan atau 4 tahun
  • S2 (Magister) maksimal 24 bulan atau 2 tahun
  • S3 (Doktoral) maksimal 48 bulan atau 4 tahun

Pendanaan BPI meliputi komponen pembiayaan sebagai berikut:

  • Dana Pendidikan
    a) Dana SPP (Tuition Fee)
    b) Dana Pendaftaran
    c) Dana Tunjangan Buku
    d) Dana Bantuan Penelitian Tesis/Disertasi
    e) Dana Bantuan Seminar Internasional
    f) Dana BAntuan Publikasi Jurnal Internasional
  • Biaya Pendukung
    a) Dana Transportasi
    b) Dana Aplikasi Visa
    c) Dana Asuransi Kesehatan
    d) Dana Kedatangan
    e) Dana Hidup Bulanan
    f) Dana Keadaan Darurat (Force Majeure)
    g) Dana Tunjangan Keluarga

Penerima beasiswa dengan kebutuhan khusus (disabilitas) dapat memperoleh tambahan biaya pendukung sebagai berikut:

a) Dana Aplikasi Visa Pendamping

b) Dana Transportasi Pendamping

c) Dana Asuransi Kesehatan Pendamping

d) Dana Tunjangan bagi Pendamping