Hungaria Patut Dipertimbangkan Sebagai Negara Tujuan Kuliah 

Hungaria Patut Dipertimbangkan Sebagai Negara Tujuan Kuliah 

Alasan Hungaria Patut Dipertimbangkan Sebagai Negara Tujuan Kuliah – Nama Hungaria mungkin kurang familier di telingamu. Negara ini mungkin juga gak sepopuler Amerika Serikat, Australia, Inggris, Belanda, Jerman, atau negara lain yang kerap kali kali menjadi negara tujuan orang Indonesia untuk menuntut ilmu.

Hungaria Patut Dipertimbangkan Sebagai Negara Tujuan Kuliah 

Negara yang termasuk komponen dari Eropa Tengah ini memang familiar dengan estetika kotanya. Bahkan, Hungaria kerap kali menjadi destinasi tamasya unggulan di kalangan pelancong internasional yang berkunjung ke Eropa.

Kecuali familiar dalam sektor tamasya, rupanya Hungaria juga menawarkan pendidikan tinggi yang berkualitas untuk mahasiswa internasional. Berikut ini beberapa kenapa Hungaria Patut Di pertimbangkan sebagai negara tujuan kuliah mu dan cek dibawah inih.

Hungaria Patut Dipertimbangkan Sebagai Negara Tujuan Kuliah

Mutu dan reputasi pendidikan yang baik

Berbagai universitas di Hungaria punya reputasi dan ranking yang baik. Komite Akreditasi Hungaria bertugas menjamin mutu serta mengukur program pendidikan dan penelitian yang diselenggarakan segala institusi pendidikan tinggi di negara itu. Universitas-universitas di Hungaria menganut hukum Bologna Process, dimana pihak universitas cuma dapat memberikan gelar S1, S2, atau S3 kalau persyaratannya sudah terpenuhi dengan standar tertentu.

Sebab itulah, ijazah yang dikeluarkan bermacam-macam institusi pendidikan di Hungaria diakui dan diterima di dunia. Sebagian universitas bergengsi di Hungaria, antara lain University of Semmelweis, Eotvos Lorand University, Central European University, University of Debrecen, dan Corvinus University of Budapest.

Banyak pilihan program studi yang ditawarkan

Berbagai universitas di Hungaria menawarkan program studi atau disiplin ilmu yang bermacam-macam, di antaranya Agricultural Science, Computer Science and Information Technology, Resmi Science, Economic Science, Medical, Dentistry, and Health Science, Arts and Humanities, Arts Education, Engineering Science, Social Science, Teacher Training, Sport Science, Alami Science, dan masih banyak lagi. Dengan seperti itu, kau tinggal pilih program studi yang pantas dengan ketertarikan dan background pendidikanmu.

Biaya kuliah relatif murah

Biaya studi di Hungaria cukup bervariasi tergantung pada program studi dan institusi yang kau tuju. Tapi diperbandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya, tarif kuliah (tuition fee) di Hungaria jauh lebih relatif murah. Untuk mendapatkan berita mendetail dan akurat mengenai tarif kuliah, kau dapat lantas mengunjungi web resmi universitas tujuanmu.

Biaya hidup juga murah

Biaya hidup di Hungaria dapat dikatakan relatif murah, apalagi kalau diperbandingkan dengan tarif hidup di negara lain di Eropa barat. Akomodasi, listrik, air, dan transportasi lokal di Budapest, ibukota Hungaria, umumnya menghabiskan sekitar 520 Euro per bulan dan makan sekitar 100-200 Euro per bulan.

Pengeluaran untuk keperluan sehari-hari hal yang demikian masih dapat kau tekan, misalnya dengan masak sendiri. Bahkan, tarif hal yang demikian dapat lebih rendah kalau kau tinggal di luar Budapest.

Bahasa pengantar Inggris untuk mata kuliah

Kecuali bahasa Hungaria, dikala ini sudah banyak program studi di Hungaria yang memakai bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Jadi, kau gak perlu khawatir mesti belajar bahasa baru. Agar lebih yakin, kau dapat mengecek bahasa pengantar setiap program studi di web resmi universitas tujuanmu.

5 Beasiswa Studi ke Perancis (S1, S2, S3)

5 Beasiswa Studi ke Perancis (S1, S2, S3)

Gadunslot88 – Kamu ingin kuliah di negara Eiffel Tower? Beasiswa Pemerintah Prancis untuk Mahasiswa Indonesia ini bisa jadi opsi! Siapa dari kamu yang pernah nonton series Netflix yang judulnya Emily in Paris? Negara yang terkenal dengan menara Eiffel dan nuansa romantisnya ini menawarkan banyak beasiswa loh untuk mahasiswa Indonesia! Mau tau infonya? Yuk baca infonya berikut ini!

Tentang Beasiswa

Kedutaan Besar Perancis di Indonesia, memberikan pembiayaan penuh bagi mahasiswa/i Indonesia unggulan yang akan memasuki tahun pertama pendidikan tinggi di Prancis. Program beasiswa ini terbuka untuk semua jurusan. Deadline Beasiswa ini sampai April 2022.

Benefit

  • Biaya pembuatan visa.
  • Tiket pesawat P/P di kelas ekonomi.
  • Asuransi kesehatan dasar pemerintah.
  • Biaya kuliah dengan plafon maksimal 5000 € per tahun.
  • Biaya hidup 700€ per bulan.
  • Biaya Kontribusi Kehidupan Kampus dan Siswa atau Contribution Vie étudiante et de Campus (CVEC).
  • Akses prioritas ke asrama universitas.

1. Beasiswa France Excellence D3/S1 – Pendaftaran: 1 Maret – 2 April 2022

Persyaratan

  • WNI Usia max 21 tahun.
  • Ijazah SMA sederajat.
  • Sudah diterima di tahun ajaran 2022/2023, di institusi pendidikan tinggi Prancis negeri/swasta.
  • Tidak sedang/akan menerima beasiswa lain.

Baca juga : Beasiswa S1 Cargill Global 2022

2. Beasiswa France Excellence S2 – Pendaftaran: 28 Maret – 23 April 2022

Persyaratan

  • WNI Usia max 30 tahun.
  • Berijazah S1.
  • Sudah diterima di tahun ajaran 2022/2023, di institusi pendidikan tinggi negeri/swasta Prancis.
  • Tidak sedang/akan menerima beasiswa lain.

3. Beasiswa Master 2 – Pendaftaran: 28 Maret – 23 April 2022

Persyaratan           

  • WNI Usia max 30 tahun.
  • Berijazah S1.
  • Memiliki rencana studi yang baik, pada tahun ajaran 2022/2023, di institusi pendidikan tinggi negeri/swasta Prancis.
  • Tidak sedang/akan menerima beasiswa lain.

4. Beasiswa Tematik – Pendaftaran: 28 Maret – 23 April 2022

Persyaratan

  • WNI Usia max 30 tahun.
  • Berijazah S1.
  • Sudah diterima di tahun ajaran 2021/2022, di institusi pendidikan tinggi negeri/swasta Prancis. Untuk program: Ilmu Teknik, Kajian Gender, Ilmu Politik, Ilmu Komputer dan Ilmu Kelautan.
  • Tidak sedang/akan menerima beasiswa lain.

5. Beasiswa Kartini Sains – Pendaftaran: 28 Maret – 23 April 2022

Persyaratan

  • Perempuan WNI Usia max 30 tahun.
  • Berijazah S1.
  • Sudah diterima di tahun ajaran 2021/2022, di institusi pendidikan tinggi negeri/swasta Prancis untuk program di bidang sains murni.
  • Tidak sedang/akan menerima beasiswa lain.
Mengapa Sekolah di Jepang Larang Siswinya Dikuncir Kuda?

Mengapa Sekolah di Jepang Larang Siswinya Dikuncir Kuda?

Mengapa Sekolah di Jepang Larang Siswinya Dikuncir Kuda?

Mengapa Sekolah di Jepang Larang Siswinya Dikuncir Kuda? – Baru-baru ini, beberapa sekolah di Jepang melarang para siswa perempuannya untuk menata rambut bersama model kuncir kuda di sekolah. Sekolah ini mengkuatirkan bahwa tengkuk berasal dari siswa perempuan ini dapat menarik gairah seksual berasal dari siswa laki-laki.

Dilansir Wionews, ketetapan ini terungkap melalui Motoki Sugiyama, yang merupakan salah satu mantan guru SMP di Jepang.

“Sekolah ini khawatir anak laki-laki akan menyaksikan anak perempuan yang sama bersama alasan di balik penegakan ketetapan warna busana didalam cuma putih. Saya senantiasa mengkritik ketetapan ini namun dikarenakan kritiknya tidak cukup dan menjadi sangat norma, siswa tidak punyai pilihan tak sekedar menerimanya,” ungkap Sugiyama.

Baca juga: Pendidikan Karakter

Sugiyama lantas menjelaskan bahwa kuantitas sekolah yang udah menerapkan ketetapan ini masih belum diketahui angka pastinya. Karena hingga selagi ini masih belum tersedia information statistik nasional berkaitan akan perihal tersebut.

Sekolah-sekolah di Jepang sendiri memang punyai berbagai ketetapan ketat berkaitan tampilan para siswanya. Seperti warna rambut, aksesoris, make-up, dan juga seragam juga panjang rok untuk siswa perempuan.

Hampir setengah berasal dari sekolah menengah di Tokyo yang berharap para siswanya yang punyai rambut bergelombang dan enggak berwarna hitam untuk menyerahkan sertifikat yang membuktikan jika rambut mereka enggak diubah secara artifisial.

Dari 177 sekolah menengah yang dikelola oleh pemerintah Metropolitan Tokyo, 79 sekolah berharap serifikat ini ditandatangani oleh orang tua masing-masing.

Pengalaman Siswa yang Harus Mengubah Warna Rambut Hingga Gugat Pemerintah Daerah
Beberapa th. lalu juga seorang remaja Jepang sempat menggugat pemerintah area Osaka. Hal ini dikarenakan sekolah area perempuan selanjutnya menuntut pengetahuan terus memaksa dirinya untuk merubah warna rambut cokelatnya menjadi hitam.


Menurutnya, permohonan berasal dari sekolahnya itu enggak masuk akal dikarenakan warna alami berasal dari rambutnya adalah cokelat. Pihak sekolah juga pernah membuktikan jika perempuan yang namanya dirahasiakan itu enggak diperbolehkan masuk sekolah jika rambutnya enggak diwarnai hitam.

Hingga akhirnya, siswa perempuan selanjutnya pun menuruti permohonan pihak sekolah. Namun, ketentuan untuk mewarnai rambutnya menjadi salah besar. Rambut perempuan itu pun menjadi rusak dan iritasi akibat zat kimia yang ditimbulkan berasal dari pewarna rambut.

Siswa selanjutnya dan juga ibunya pun menuntut pemerintah area Osaka yang bertanggung jawab atas sekolah Kaifukan untuk langsung mengganti rugi kerusakan rambutnya sebanyak 2,2 juta yen atau kira-kira Rp 259 juta.

Bukan cuma itu, perempuan ini pun juga memutuskan untuk enggak masuk sekolah. Menanggapi gugatan tersebut, kepala sekolah Kaifukan, enggan berkomentar banyak. Ia cuma menjelaskan bahwa sekolahnya melarang para siswanya untuk mengecat rambut dan semuanya harus berwarna hitam.